Kepsek Minta Maaf, Ortu Cerita Jeni Hia Kini Tak Masalah Sekolah Tanpa Jilbab

Berita Terkini - Kepala SMK Negeri 2 Padang Rusmadi telah menyampaikan permintaan maaf terkait polemik siswi nonmuslim diminta berjilbab ke sekolah. Orang tua Jeni Cahyani Hia, Elianu Hia, mengatakan putrinya tetap tak berjilbab ke sekolah dan tak lagi menjadi permasalahan.

"Dia sekolah seperti biasa, memang nggak pakai (jilbab). Tidak ada (masalah lagi)," ucap Elianu, Rabu (3/2/2021).

Dia mengatakan pihaknya masih menunggu jawaban Kemendikbud atas surat yang dikirimkan terkait polemik siswi nonmuslim diminta berjilbab di SMK Negeri 2 Padang. Elianu mengatakan pihaknya telah memaafkan pihak sekolah terkait polemik siswi nonmuslim diminta berjilbab.

"Kita sudah memaafkan mereka, karena kita sudah melapor ke Menteri Pendidikan, kita tunggu jawaban surat kita," ucapnya.

Sebelumnya, Elianu mengaku dipanggil ke sekolah gara-gara anaknya tak menggunakan jilbab ke sekolah. Dia mengatakan putrinya tak berjilbab karena mereka merupakan nonmuslim.

Video adu argumen antara Elianu dan Wakil Kepala SMK Negeri 2 Padang kemudian viral di media sosial. Elianu mempertanyakan apa dasar sekolah meminta siswi nonmuslim berjilbab.

Dia mengaku dipanggil melalui pesan lisan pihak sekolah kepada anaknya. Dia menyebut anaknya sudah 3 minggu dipanggil oleh pihak bimbingan dan konseling (BK) gara-gara tak memakai jilbab.

"Jadi anak saya ini sudah tiga minggu ini dipanggil terus ke kantor BK, sehingga akhirnya saya datang," kata Elianu, Jumat (22/1).

"Saya tanya, ini kebijakan siapa, karena tidak ada keputusan Menteri Pendidikan atau keputusan gubernur. Mereka menjawab ini keputusan sekolah. Wajib katanya," sambungnya.

Simak Video: Soal Siswi Nonmuslim Berjilbab, Kepala SMKN 2 Padang Siap Dipecat



Pihak sekolah kemudian buka suara dan menyatakan tak ada paksaan bagi siswi nonmuslim untuk berjilbab ke sekolah. Selain itu, Dinas Pendidikan Sumatera Barat telah membentuk tim untuk mengusut masalah ini.

"Selaku Kepala SMK Negeri 2 Padang, saya menyampaikan permohonan maaf atas segala kesalahan dari jajaran staf Bidang Kesiswaan dan Bimbingan Konseling dalam penerapan aturan dan tata cara berpakaian bagi siswi," kata Rusmadi.

Pihak Disdik Sumbar juga menyebut tak pernah ada intimidasi ataupun paksaan bagi siswi nonmuslim untuk memakai jilbab. Selain itu, tata tertib SMKN 2 Padang juga tak menyebut secara detail siswi nonmuslim harus berjilbab. Meski demikian, ada aturan menggunakan pakaian muslim pada Jumat.

Sementara itu, Mendikbud Nadiem Makarim meminta masalah ini segera diselesaikan. Dia memerintahkan agar pihak yang terlibat dengan aturan intoleran tersebut diberi sanksi.

"Saya meminta pemerintah daerah sesuai dengan mekanisme yang berlaku, segera memberikan sanksi yang tegas atas pelanggaran disiplin bagi seluruh pihak yang terbukti terlibat, termasuk kemungkinan menerapkan pembebasan jabatan, agar permasalahan ini menjadi pembelajaran kita bersama ke depannya," ucap Nadiem.

No comments

Powered by Blogger.
------------------------------