Rizieq Nyungsep, Risma Datang, Anies Kepanasan, Ahok Bisa Jadi Presiden

Berita Terkini - Rizieq dan organisasinya ini sudah nyungsep. Radikalis di Indonesia ini sudah terlarang dan harus dihilangkan. Mereka ini sudah berstatus menjadi seperti HTI. Radikalis pemecah belah bangsa. Kalau mau samakan dengan PKI, buat saya masih lebih bagus PKI. Karena PKI ini masih debatable.

Antara korban atau pelaku. Gara-gara banyak yang membongkar adanya keterlibatan CIA dalam membantai PKI. Jadi buat saya, saya nggak akan samakan PKI dengan sayap satu lagi, yakni HTI dan FPI. Nggak lah. Kalau FPI kan jelas. Sudah ada terduga terorisnya yang harus dihabisi 6 orangnya.

Kejamnya FPI ini sudah sangat luar biasa. Makanya nggak heran jika mereka ini harus dibubarkan. 6 orang sekelas menteri, kecuali si Om Wowo nggak jelas itu, tandatangani surat keputusan bersama ini. Kenapa? Karena mereka sudah berbahaya bagi bangsa dan negara Indonesia.

Rizieq pun segera ditangkap karena ucapannya yang provokatif. Ucapan revolusi-revolusi, di balut dengan akhlak, tapi ternyata isinya revolusi berdarah, harus disudahi dengan segera. Segera. Tidak perlu lama. Karena sudah jelas. Apalagi FPI sudah jelas-jelas mendukung ISIS yang merupakan teroris global.

Selain dukung ISIS, FPI juga dukung Anies. Anies ini menjadi sosok yang dimenangkan lewat cara-cara teror pemikiran di rumah ibadat. Cara-cara ala radikalis di Suriah, masuk melalui tempat-tempat ibadah dikerjakan, untuk memenangkan satu sosok, yang kemudian akan merusak satu kota, dan diproyeksikan merusak satu negara. Inilah yang terjadi di DKI Jakarta.

Gubernur yang memiliki rekam jejak yang sangat buruk, kalau nggak dikatakan busuk, sangat berpotensi merusak Jakarta. Jakarta semakin intoleran, dengan berbagai strategi-strategi menutup keburukannya, mereka bekerjasama untuk mendapatkan gelar-gelar bagus kepada DKI Jakarta.

DKI Jakarta beberapa kali mendapatkan status WTP alias wajar tanpa pengecualian. Padahal apa yang terjadi, DPRD DKI Jakarta menemukan anggaran-anggaran janggal. Artinya, ada orang-orang yang sudah dipegang kepalanya untuk membangun sebuah “paradigma”, bahwa Anies ini orang baik.

Padahal senyata-nyatanya, dia ini adalah orang yang sangat licik dalam mencari-cari celah. Pencitraan murahannya sangat tidak jelas. Ada satu drama yang saya duga terjadi di dalam diri Anies. Seharusnya ketika seseorang terkena Covid, 2 minggu akan negatif.

Tapi Anies setelah 2 minggu, masih positif dan masih isolasi mandiri. Orang-orang menaruh curiga, apa yang sedang dikerjakan Anies selama isolasi mandiri? Apakah dia sedang memikirkan strategi di 2024? Bisa jadi. Minggu ketiga lewat, dia masih positif.

Tapi Jokowi pintar, dia meletakkan Risma dan mengirimnya untuk berkantor di Jakarta. Mengirimkan orang ini ke kolong jembatan di DKI Jakarta, menawarkan rumah. Rencana Anies hancur lebur berantakan. Anies mendadak keluar dari isolasinya. Mendadak negatif. Lucu ya?

Anies pun akhirnya keluar, dan publik bisa langsung menilai bahwa dia sudah kebanyakan menghabiskan waktu isolasi. Mungkin untuk memulihkan keadaannya, dan konsolidasi. Patut diduga demikian ya. Soalnya, hanya Anies yang diberitakan melakukan isolasi mandiri selama 3 minggu. Kwkwkw.

Dari sini kita bisa melihat sebuah benang merah, bahwa ketika Rizieq nyungsep dan masuk penjara, Anies otomatis tidak punya dukungan lagi. Radikalis yang ia pertahankan selama ini, ternyata junjungannyna masuk penjara. Kemudian ia isolasi 3 minggu. Hindari polisi? Nggak tahu ya.

Tapi lucunya, setelah Risma datang, dia langsung keluar sarangnya. Dia tidak bisa tahan lagi. Keburukan DKI Jakarta dibongkar dengan jelas. Bahkan media Tempo menggencarkan berita soal orang ini dapat WTP. Di sini kita tahu, bahwa yang Anies takutkan sedang datang.

Ada sosok yang selama ini bekerja dalam profesionalitasnya, yakni Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Dengan hilangnya radikalisme di bumi pertiwi, membuka peluang buat anak bangsa, terlepas dari identitas SARA, kembali bisa berpeluang memimpin bangsa ini. Potensi Ahok jadi presiden terbuka.

Dan inilah yang ditakutkan Anies. Benar-benar tidak bisa dibayangkan, betapa hancurnya ambisi Anies di 2024 nanti. Peluang semua anak bangsa jadi sama, nggak terikat dengan agama, suku, ras dan antar golongan. Kalau disingkat SARA.

Saya berharap Prabowo juga ketika mencalonkan diri jadi capres yang ketiga kalinya, dia juga dipecundangi oleh Ahok. Hahaha. Puas kalau begini. Apakah saya berhalusinasi? Kita lihat saja nanti.

Sumber : https://seword.com/politik/rizieq-nyungsep-risma-datang-anies-kepanasan-NTPBy21kYm

No comments

Powered by Blogger.
------------------------------