Risma ‘Permalukan Anies Hingga Ganggu’ Erick Thohir

Berita Terkini - Risma, mantan Walikota Surabaya diangkat menjadi menteri sosial. Jiwa keibuannya kembali mendominasi. Baru berkantor di Jakarta, ia langsung blusukan ke sekitar kementerian hingga ke kolong jembatan yang kerap dihuni oleh pemulung yang mencari peruntungan di ibu DKI Jakarta.

Wajah sebenarnya Jakarta kembali terlihat. Masih banyak PR yang harus diselesaiakn oleh Gubernur DKI Jakarta. Keberpihakan Anies kembali dipertanyakan. Sebab, Anies saat ini hanya rame untuk hal-hal yang tak menyentuh rakyat kecil. Berbeda dengan ucapannya ketika ia kampanye.

Blusukan Risma pun kembali menggores luka lama warga DKI Jakarta yang mampu melihat kenyataan terhadap janji rumah tapak DP 0 rupiah bagi warga miskin, hingga janji menolak reklamasi tetapi justru menerbitkan ribuan IMB pulau reklamasi tanpa retribusi dari NJOP 15 persen yang menurut perkiraan hingga ratusan triliun rupiah nilainya.

Dalam blusukannya di DKI Jakarta, Risma pun sempat bilang akan membuatkan rumah singgah. Selain itu, mereka akan diberi keterampilan supaya memiliki peluang untuk merubah hidup supaya menjadi lebih baik. Untuk yang dari luar Jakarta pun Risma menawarkan untuk mengahantarkan mereka pulang ke kampung halamanya.

Program kementerian sosial yang dibawahi Risma sendiri memberi banyak peluang untuk melakukan banyak hal yang menyentuh rakyat secara langsung. Apalagi di tengah pandemi seperti saat ini. Selain bantuan yang bersifat sementara program koperasi yang digagas kemensos hingga tingkat kecamatana jika diterapkan dan dikelola dengan baik pasti bisa berkontribusi untuk mengurangi angka kemiskinan. Begitu juga dengan pelatihan-pelatihannya. Jika sukses, nama Risma akan banyak terukir di hati rakyat yang tersentuh langsung dan melihatnya.

Kita kembali ke awal, meskipun blusukan tak hanya dilakukan di Jakarta, namun yang merasa terganggu adalah peta politik Jakarta. Hal itu karena Risma adalah kader PDI P dan mantan walikota Surabaya yang cukup populer. Bahkan, di bawah kepemimpinan Risma, Surabaya banyak menjadi percontohan dunia. Misalnya soal cara pengolahan sampah.

Jika kerja keras Risma bisa membuat hati rakyat tersentuh, maka peluang Risma untuk memikul tanggung jawab besar tidaklah mustahil. Misalnya jika tidak menjadi capres, bisa juga fokus membenahi DKI Jakarta yang begitu banyak masalah meskipun anggarannya begitu besar. Memperbaiki Jakarta yang pernah menjadi sorotan media dunia karena kebijakan aneh untuk menghilangkan bau kali item namun caranya ditutup dengan waring.

Degan adanya Risma, warga DKI Jakarta semestinya bersyukur. Anies yang mungkin tadinya bekerja tidak dengan sepenuh hati dan fokus untuk mencari pencitraan, mau tidak mau akan bekerja keras untuk bisa meyakinkan warganya, bahwa ia masih menjadi Gubernur DKI Jakarta dan mencoba bekerja dengan baik.

Risma akan menjadi cambuk bagi Anies Baswedan. Ini bukan masalah suka tidak suka. Tetapi ini adalah keuntungan rakyat di negeri demokrasi, dimana rakyat akan terus disuguhi oleh berbagai pilihan pemimpin. Pemimpin yang bekerja dan membawa manfaat secara nyata pun akan menjadi primadona dibandingkan dengan janji-janji tanpa makna yang bisa ditepati. Logika warasnya sih begitu.

Anggap saja Risma sebagai kontrol Anies Baswedan dalam peta politik saat ini meskipun secara tidak langsung. Anies yang merupakan simbol dari kekuatan politik dari garis lawan konstituen Jokowi kini pun sepertinya akan bekerja keras untuk meyakinkan para calon pengusungnya kelak, baik itu yang menginginkan dia kembali maju ke pemilihan Gubernur maupun ke pilpres.

Kita lihat saja saat ini, meskipun Risma baru menjabat menjadi menteri sosial, tetapi dia sudah membuat heboh dan menjadi sorotan. Sebenarnya tak hanya Anies Baswedan yang terancam kepopulerannya, tetapi Erick Thohir pun demikian.

Sekuat apapun Erick Thohir untuk membranding dirinya bekerja keras dengan membuat kebijakan atau pernyataan yang spektakuler, tetap sulit untuk mengalahkan Risma. Hal itu kemungkinan besar karena apa yang dinyatakan Erick Thohir tidak semua dipahami dan bahkan tidak langsung diyakini oleh sebagian besar rakyat Indonesia. Berbeda dengan Risma yang bisa menyentuh rakyat secara langsung meskipun itu dengan tindakan yang sederhana, mengunjungi, mendengarkan dan membantu menyelesaikan masalah yang dialami wong cilik.

Mengapa saya menyinggung Erick Thohir? Karena yang terlihat secara kasat mata, Erick Thohir pun terlihat memiliki agenda politik untuk tahun 2024.Udah ah, itu aja… Cak Anton

No comments

Powered by Blogger.
------------------------------