Kisah Dokter Sulit Hubungi Istri Pasien Covid-19, Ternyata Sudah Meninggal

Berita Terkini - Sebuah unggahan milik seorang dokter mendadak ramai diperbincangkan warganet lantaran mengisahkan tentang salah seorang pasien covid-19 yang sedang ia rawat meninggal dunia.

Ia mengaku mengalami kesulitan menghubungi pihak keluarga pasiennya. Ternyata, ada kisah pilu di balik sulitnya komunikasi keluarga pasien tersebut.

Dibagikan oleh pemilik akun Twitter @weda_**, ia menangkap layar Instastory milik seorang dokter yang disebut bertugas di Ruang Isolasi RSUD dr. Soetomo, Surabaya.

Dalam unggahan tersebut, sang dokter bercerita bahwa ia diminta menghubungi keluarga pasien atas sebuah kabar duka.

Namun, ia mengaku sulit menghubungi keluarga pasien pria tersebut.

"Dari tiga nomor enggak bisa dihubungi, ini nomor istri pasien nyambung tapi enggak diangkat. Tak WA centang 1 doang nih" katanya kepada sang rekan seperti yang ceritakan.

Ia lantas menuju ke meja pendaftaran guna mencari nomor lain yang bisa dihubungi almarhum pasiennya. Akhirnya, ada satu nomor lagi yang bisa ia hubungi.

Nomor tersebut adalah milik anak sang pasien. Namun, begitu ia menelepon nomor tersebut, suara sang anak terdengar diselingi isakan tangis.

Padahal, ia belum menyampaikan berita duka menyangkut ayahnya. Si anak pun bercerita mengenai kondisinya saat itu.

"Saya anak satu-satunya, enggak ada keluarga lain di rumah. Saya harusnya isolasi mandiri Dok, karena saya juga positif. Tapi tadi siang mama saya meninggal di ruang isolasi, jadi saya terpaksa ke RS Dok, harus saya yang mengurus mama saya," ungkap anak tersebut kepada sang Dokter.

Sontak, rasa tak enak hati pun menyelimuti si dokter. Ia mencoba menyusun kata-kata untuk mengabarkan bahwa ayahnya juga telah meninggal dunia akibat covid-19.

"Mbak, mohon maaf. Kami sampaikan bahwa karena menunggu antrean ventilator berhari-hari, kondisi Bapak semakin memburuk, dan sore ini Bapak telah dinyatakan meninggal. Mohon maaf ya Mbak," kata Dokter tersebut.

Kontan kabar itu semakin membuat tangis si anak semakin menderu. Sang dokter pun menunggu sambungan telepon itu sampai tangisan gadis tersebut sedikit tenang.

"Maaf Dok, terima kasih. Saya tahu sejak awal kondisi Papa tidak baik, dan memang diberi tahu bahwa alat bantu napas habis. Tapi saya tidak menyangka kalau kedua orang tua saya dipanggil di hari yang sama," ungkap si anak sedih.

Kisah itu pun membuat sang Dokter sangat memahami mengapa keluarga sang pasien sangat susah dihubungi.

Selain itu, situasi tersebut membuat para warganet rama-ramai menuliskan perhatian mereka.

"Nangis banget bacanya, bapakku sakit paru dan positif covid-19. Alhamdulillah kata dokternya kondisinya stabil on ventilator udah 4 hari. Aku percaya dokter sama perawat di sana sudah maksimal jaga bapak. Tinggal semangat dari Bapak dan doa dari keluarga yang bisa bikin bapak sehat lagi," curhat @nanda******.

"Ya Allah, sending love, prayers, and thoudght for her," tulis @uchy******.

"Kok jadi mrebes mili bacanya. Doa buat anak yang ditinggalkan, semoga kuat selalu," imbuh @Grab*****.

No comments

Powered by Blogger.
------------------------------