Bahaya!!! Ternyata Mister Chaplin, Sultan Petamburan, Haikal DKK adalah Agen Zionis???

Berita Terkini - Jelas saja negeri ini akan sulit maju. Sebab sebagian besar rakyat terlalu mudah dikibulin dengan tema agama. Diancam tidak dishalatkan mayatnya jadinya keok. Diancam dengan kata kualat, pun melempeng. Bahkan dinarasikan dongeng mimpi bertemu Nabi, pun masih banyak yang percaya begitu saja.

Mimpi itu tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Bagaimana kita yakin? sementara yang bermimpi itu tidak bisa mengeluarkan mimpinya sehingga jelas kepada khalayak? Si pemimpi hanya bilang melalui mulutnya dan mengaku telah bermimpi.

Disinilah pentingnya akal sehat. Meski banyak yang mengaku sudah berakal sehat, tapi apakah akal seseorang benar-benar sehat atau tidak, itu pun akan terbukti dengan sendirinya atau aksiomatis.

Misalnya Rocky Gerung dan atau Said Didu yang mengatasnamakan kelompok yang berakal sehat, namun gerak-geriknya hanya terlihat sebagai upaya pelampiasan sakit hati. Jelas sekali, mereka hanya mengaku, tapi sesungguhnya tidak demikian. Mereka adalah politisi buzzer membela bohirnya.

Dulu Somad pun pernah mengaku bermimpi sampai 5 kali bahwa Prabowo yang akan terpilih jadi Presiden. Tapi apa lacur, yang terpilih masih Jokowi. Dari sini saja sudah jelas betapa cerita mimpi bisa dijadikan alat berbohong alias ngibul.

Kasihan umat yang belum terlatih berpikir kritis, sudah dibuat bingung. Orang-orang seperti Rizieq, Haikal dan seb*ngs@tnye tak peduli pada nasib umat. Mereka tak peduli umat akan menjadi semakin bodoh. Justru itulah yang disenangi.

Karena dengan memelihara kebodohan umat, mereka bisa leluasa mementaskan kekuatan massa. Hanya orang-orang bodoh yang bisa digiring-giring membela kriminal. Orang cerdas pasti akan sibuk berkarya. Tidak sibuk berdemo.

Menjadi cerdas adalah pilihan yang tepat dalam memajukan negeri ini. Namun menjadi dungu atau bodoh karena mabok agama adalah bentuk ketidaksyukuran seseorang diciptakan sebagai manusia. Karena hanya manusia makhluk yang cerdas.

Sedangkan yang tidak cerdas tapi tubuhnya berbentuk manusia, maka perlu dipertanyakan kemanusiaannya. Jangan-jangan itu makhluk jelmaan. Maka tak heran kalau suka percaya dengan mimpi-mimpi yang tidak bisa dibuktikan kebenarannya.

Persoalan seperti ini terjadi sudah sejak lama. Ada upaya yang sistematis dilakukan oleh orang-orang jahil itu. Para makhluk jahil itu sudah tahu betul bagaimana dahsyatnya agama yang sejati.

Dengan agama sejati, seseorang yang memeluknya tak mudah diombang-ambingkan opini, dan tidak mudah jadi baper. Dan tentu saja tidak mudah menjadi makhluk yang bernama kadrun.

Kadrun itu menjadikan agama sebagai topeng saja. Dengan topeng agama, mereka sangat pede berbuat onar. Kalau topeng agamanya dibuka, jelas saja mereka mirip seperti para preman pasar yang bau amis.

Para Kadrun dengan topeng agama terlihat agak berwibawa sedikit. Namun bagaimana pun topeng itu digunakan, tetap saja aslinya terkuak. Kebenaran itu tak bisa diumpetin atau disembunyikan. Matahari tetap jelas cahayanya meskipun ditutupi oleh berbagai penghalang.

Agama sejati itu adalah agama yang sejalan dengan filsafat atau logika cara berpikir benar. Sedangkan agama abal-abal yang sudah lama digunakan oleh makhluk kadrun itu atau sebangsanya, telah memisahkan agama dengan filsafat atau logika.

Tidak heran kalau orang seperti Felix Siauw HTI berkata tak perlu akal untuk memahami Al-Qur’an. Ini sama saja tak perlu menggunakan akal dalam beragama. Lantas kalau agama bukan untuk orang berakal, maka agama untuk hewan yang tak punya akal?

Dari core model seperti itulah yang melahirkan makhluk-makhluk buas mabuk agama. Tak heran mereka bangga teriak takbir sambil mencaci maki dan berkata-kata kasar. Bahkan serasa menikmati kata “Lonte” dengan masyuknya. Mereka mengaku orang beragama yang penuh rahmatan lil alamin, namun membawa senjata tajam dan pistol menyerang polisi, bahkan mereka gemar persekusi.

Tindakan yang tidak sesuai ajaran agama itu meski menggunakan label agama jelas sangat kontradiktif. Sangat terang benderang bagaimana kekeliruan atau kerancuan yang telah dipertontonkannya.

Rizieq dalam hal ini telah berhasil memanfaatkan kedunguan umat. Dengan kedunguan umat yang membela Rizieq, umat pun menjadi terhina meski masih pede. Karena bagaimana bisa ada rasa malu pada orang bodoh bebal alias dungu murakkab?

Tak ada orang bodoh yang merasa malu atau merasa dirinya telah salah. Maka tak heran kalau makhluk yang berideologi kadrun ini tetap ngeyel dan sok paling benar. Karena saking bodohnya, para kadrun yang telah jadi korban doktrin ini rela mati di jalan tol dengan sia-sia.

Sosok seperti Si Haikal itu tak peduli berbohong atas nama nabi, asal tujuannya tercapai apapun dilakukannya. Haikal berani bilang telah bermimpi melihat nabi, karena dia tahu bahwa para kadrun itu tak bisa meminta bukti kebenarannya, asal percaya saja.

Saya curiga, mungkin saja si Haikal ini memang agen Zionis Yahudi yang senang kalau umat Islam Indonesia tetap goblok?.

Tujuan dari Zionis adalah menguras harta kekayaan negara-negara yang kaya dengan sumber daya alamnya. Dan cara yang paling mudah merampok kekayaan alam Indonesia adalah dengan membuat rakyatnya jadi kadrun alias jadi makhluk yang dungu dengan mabok agama.

Haikal, Rizieq, dan orang-orang yang tetap berharap umat jadi dungu, alias tetap menjadi makhluk berideologi kadrun itu, adalah bisa jadi para agen secara tidak langsung. Iya. Mereka mungkin agen zionis melalui tangan-tangan seperti Mister Chaplin dan teman-temannya.

Para agen zionis ini hanya peduli dengan fulus, bisnis dan bisnis. Meski semua rakyat atau umat menjadi kadrun semua, mereka tak peduli. Mereka ingin umat tetap dalam keadaan mabuk agama atau dungu. Karena kalau umat sudah cerdas, Indonesia tak mudah dirampok kekayaan alamnya, bahkan semakin kuat dan melampui negara-negara maju. Lihat saja China yang tak banyak kadrunnya, bisa melesat maju melampaui Amerika.

Itulah kenapa para “agen-agen ini” tak mau berhenti menggunakan agama sebagai alat politik dalam meraih kekuasaan. Dasar agen Zionis.


Sumber : https://seword.com/politik/bahaya-ternyata-mister-chaplin-sultan-XnFgIie8JC

No comments

Powered by Blogger.
------------------------------