Nasdem Bela Anies, Potensi Duet Erick - Anies 2024 Semakin Menguat


Berita Terkini -  Kehadiran Erick di peresmian museum Nabi adalah salah satu dasar yang membuat prediksi Erick - Anies 2024 menggema, karena kehadiran menteri BUMN yang dianggap tidak ada kaitannya dengan pembangunan Museum tersebut, kecuali terkait deal-deal politik.

Seperti kita ketahui, Museum Nabi di Jakarta adalah salah satu bentuk kerjasama antara Chaplin dan pemprov DKI, dimana Anies adalah gubernurnya. Chaplin bekerjasama dengan Anies bukan yang pertama kali, oleh karena itu wajar jika pembangunan Museum Nabi dianggap sebagai modal Chaplin untuk mempersiapkan pencitraan buat Anies di 2024.

Dari dua paragraf di atas, maka teori duet Erick - Anies 2024 masih potensial hingga saat ini. Setelah sebelumnya, salah satu politisi senior partai Gerindra Arief Poyuono mengkonfirmasi hal tersebut seperti dilansir tribunnews berikut ini :

Ada beberapa hal yang membuat penulis dan pembaca meragukan konfirmasi dari Poyuono di atas. Tapi di lain sisi, keraguan tersebut juga tidak bisa memastikan bahwa duet Erick - Anies mustahil terjadi. Berikut hal-hal tersebut :

A. Pemilu Masih Jauh 2024

Menurut penulis, tidak ada salahnya jika Chaplin dan kawan-kawan sudah mempersiapkan jauh-jauh hari terkait duet Erick - Anies. Wajar saja, karena pemilu 2024 Jokowi sudah tidak bisa mencalonkan lagi, dinamika politik akan berubah dan kembali panas.

Barangsiapa yang sudah mempersiapkan jauh-jauh hari dan menempatkan bidak-bidaknya di berbagai pos strategis, maka akan menambah kemungkinan menang pada 2024. Bagaimanapun popularitas dan elektabilitas tidak didapat secara instan.

B. Erick - Anies bukan orang partai

Hal ini juga sama sekali tidak menutup kemungkinan duet Erick - Anies 2024. Jika elektabilitas dan popularitas mereka sudah dipersiapkan jauh-jauh hari dan semakin meningkat di 2024, maka partai-partai politik akan menempel dengan sendirinya. Sama seperti ketika Ridwan Kamil dipinang PKS di Bandung, dan Nasdem di Jawa Barat.

Selain hal di atas, banyak ketua partai saat ini lebih realistis, tidak terlalu berambisi menjadi Presiden, karena banyak masyarakat yang tidak percaya dengan politisi lama era Soeharto. Banyak yang sekarang lebih suka menjadi "King Maker" setelah kesuksesan Megawati mengangkat nama Jokowi. Surya Paloh adalah salah satu politisi senior yang memilih menjadi "King Maker".

C. Metro TV Masih Setia Mendukung Pemerintahan Jokowi

Hal ini sempat membuat penulis ragu dengan duet Erick - Anies, karena Metro TV yang dimiliki ketua partai NASDEM masih mendukung pemerintah yang saat ini dianggap lawan politik Anies. Namun, keraguan penulis sedikit hilang ketika mengingat seringnya Surya Paloh bertemu Anies dan bagaimana partai NASDEM bekerja sama denga "kadrun" di pilgub SUMUT.

Jadi kalaupun sampai sekarang Metro TV milik Surya Paloh masih mendukung Jokowi, penulis hanya menganggap hal tersebut bentuk komitmen partai NASDEM. Toh hanya sampai 2024 kewajiban Metro TV mendukung Jokowi.

Keraguan soal NASDEM ini akhirnya sama sekali hilang, setelah NASDEM terang-terangan membela Anies. Bagi NASDEM Anies tidak seharusnya dipanggil polisi, karena tidak bersalah terkait acara kerumunan yang dilakukan oleh Bibib. Dilansir detik.com, ketua fraksi partai NASDEM Wibi Andrino berkata :

"Nggak ada yang salah dari yang sudah dilakukan Pak Anies," ujar Wibi kepada wartawan, Selasa (17/11/2020).

"Pemanggilan Pak Anies hanya klarifikasi saja, dan itu hal yang biasa," katanya.

Jadi sampai sini bisa kita simpulkan, kalau NASDEM mendukung pemerintahan bukan berarti harus membenci Anies. Ingat, politik dua kaki itu adalah ciri khas partai Golkar era Orde Baru. NASDEM adalah pecahan Golkar.

Kesimpulan : sampai saat ini prediksi duet Erick - Anies ini masih sangat berpotensi. Satu hal yang masih membuat ragu duet ini, menurut penulis adalah masalah etnis kedua calon yang bukan Jawa. Seperti kita ketahui selama pemilihan Sresiden, yang menang selalu berasal dari suku mayoritas Jawa. Kecuali Habibie karena tidak dipilih langsung, hanya menggantikan Soeharto.

Kura-kura apa yang membuat pembaca ragu duet Erick - Anies pada 2024? Silakan sampaikan di kolom komentar.

No comments

Powered by Blogger.
------------------------------