Mengejutkan ... Waketum PAN Bilang Ceramah Rizieq Soal Lonte : “Bagus Juga Itu!”

Berita Terkini - Ceramah kontroversial Rizieq Shihab saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW akhir pekan kemarin mengundang Ketua Komisi VIII DPR dari Fraksi PAN, Yandri Susanto, turut memberi komentar.

Namun, jangan kira komentarnya akan mengarah pada ketidaksetujuan atau mengritik keras ceramah yang berisi kata-kata “lonte” tersebut. Waketum PAN ini justru menilai tidak ada yang salah dari pernyataan Rizieq, bahkan menyebut bahwa pernyataan itu ada bagusnya, sebagai pelajaran untuk orang yang menghina habib.

"Ya itu mungkin pelajaran bagi orang-orang yang menghina habib. Nggak apa-apa juga. Bagus juga itu. Ini kan yang memulai kan yang perempuan itu. Bukan Habib-nya yang memulai. Jadi saya kira untuk mengingatkan semua pihak.”

Selain menilai ceramah Rizieq ada benarnya, Yandri juga berkomentar agak miring soal penjagaan aparat kepolisian terhadap rumah Nikita Mirzani, sambil membandingkan tentara yang mengucapkan ahlan wa sahlan tetapi justru dikenai sanksi oleh kesatuannya.

Sambil sok bijak, menurut penilaian saya, Yandri juga menyarankan perlunya pembenahan tata kelola pemerintah untuk merespons sebuah persoalan yang sangat sensitif.

Membaca berita itu, saya sukar memahami cara berpikir orang ini. Posisi sebagai Ketua Komisi VIII DPR rasanya juga gagal membuat orang ini memiliki logika yang sehat untuk menilai ceramah yang bagi saya kasarnya luar biasa itu.

Bagi saya, siapa pun penceramah agama (pendeta besar sekalipun) yang mengucapkan perkataan semacam itu dalam “mimbar yang suci” saya kira patut untuk dikritisi bersama-sama. Kalau perlu, jika saya memiliki otoritas atas orang yang bersangkutan, langsung dipanggil dan diberi sanksi untuk sementara dilarang berkegiatan sebagai penceramah.

Apakah Bung Yandri ini tidak baca berita bahwa wadah habaib se-Indonesia, Rabithah Alawiyah, saja menilai kata-kata itu tidak pantas diucapkan oleh Rizieq?

Saya kutipkan pernyataan Divisi Humas Rabithah Alawiyah berikut ini:

"Tentu perkataan yang disampaikan itu tidak elok, apalagi dalam forum seperti itu. Memang, apa pun konteks dan background-nya, itu tidak elok disampaikan, apalagi oleh seseorang yang memiliki banyak pengikut, panutan, yang tentu memuat tanggung jawab lebih. Soal nilai etika dan perilaku, berlaku pada siapa saja. Siapa pun dia harus sesuai berperilaku sesuai norma etika dan kepatutan yang berlaku di masyarakat, apalagi dalam konteks keagamaan.“

Kalau saya sih, lebih mendengar perkataan dari perwakilan “wadah habaib se-Indonesia” tadi, daripada wakil rakyat dari PAN itu, yang terlihat memiliki cara pikir yang agak miring. Masa’ sebagai pimpinan komisi DPR, dia tidak bisa memahami bahwa dalam kesatuan (seperti oknum tentara yang dia permasalahkan) ada aturan yang harus ditaati oleh semua anggota, berikut pasti ada sanksi apabila ada yang melanggarnya?

Lantas, kenapa juga dia tidak berkomentar soal hinaan balik dari Maaher kepada Nikita Mirzani, yang jelas-jelas merendahkan martabat perempuan? Atau jangan-jangan, dia akan memberi penilaian yang sama, dengan memuji perkataan super kasar dari Maaher sebagai hal yang bagus dan pantas diterima oleh Nyai Nikita?

Soal penjagaan rumah Nikita, rasanya wajar juga kok. Karena ada informasi yang terdengar berisi ancaman bahwa ratusan orang akan menggeruduk rumah Nyai Nikita Mirzani, ya wajar jika polisi melakukan tindakan antisipasi supaya jika gerudukan beneran terjadi, dampak kerusakannya bisa diminimalisir. Wong rumah dia aja, semisal ada info akan digeruduk, masa’ akan dibiarkan tanpa penjagaan polisi? Gak mungkin ach!

T’rus ... apakah Waketum PAN ini juga sudah amnesia, dengan ucapan-ucapan Rizieq selama ini, yang bisa dibilang tidak ada angin tidak ada hujan, lantas mengucapkan berbagai hal yang tidak pantas terkait pemerintah, Soekarno, dan lain sebagainya? Kalau mau fair, harusnya dia ngerti bahwa bagian dari isi ceramah yang disampaikan oleh Rizieq ... sama sekali tidak ada bagus-bagusnya.

Ngerti ora kowe, Son?

Kalau menurut saya, respons Waketum PAN ini mirip dengan respons orang-orang yang tidak menganggap Anies bersalah karena membiarkan kerumunan di Jakarta. Entah karena ingin “menjilat”, tidak ingin berseberangan dengan kelompoknya sendiri, atau ada maksud politis tertentu yang mengaburkan penilaian logis soal bagian dari isi ceramah yang berisi sebutan tak pantas bagi wanita manapun.

Ah, nanti paling kalau komentarnya ramai, Yandri Susanto akan memberi klarifikasi dari perkataannya ... yang bisa saya tebak isinya begini: “Maksud omongan saya kemarin itu kan tidak begitu.” Silakan kita tunggu bersama jika tidak percaya, nanti kan tebakan saya (kemungkinan besar) ada benarnya.

https://seword.com/politik/mengejutkan-waketum-pan-bilang-ceramah-rizieq-usC9eXuxJb

No comments

Powered by Blogger.
------------------------------