Jokowi Itu Bukan Pemain Catur Justru Sering Dipaksa Jadi Bidak Catur!

Berita Terkini - Suku Jawa itu jarang ada yang pandai main catur, yang piawai main catur itu biasanya dari suku Sumatera terutama dari Batak. Mantap suku ini kalau soal percaturan, walaupun ada juga sih seorang Utut Adianto yang jago catur dan menjadi grandmaster.

Mengamati konteks politik beberapa hari belakangan ini saya cukup lega melihat Pak LBP yang sangat baik memainkan bidak catur politiknya. Biarlah semua mata memandang dirinya. Setidaknya hal itu meringankan saratnya beban di pundak pakde.

Mengingat, melihat, menimbang begitu diam dan antengnya wakil Pakde. Saat sekarang, boleh jadi pepatah diam itu emas akan berganti menjadi diam itu wakil presiden. Diamlah kamu hingga orang menyangka kamu wakil presiden, hehehe.

Ya ampun Fergusso hanya karena satu makhluk yang berisik buat onar dan pesta di Petamburan dengan keleluasaan yang diberikan penguasa jagat Ibukota, kita semua berharap 2 orang itu ujug-ujug diberikan pasal yang paling pas masuk penjara alias dibui! Aih kenapa juga dirimu terlalu gegabah Fergusso! Terlalu banyak jebakan betmen di situ!

Jokowi tidak tegas. Pemerintah lembek. Langkah catur mbelgedes, strategi catur membosankan. Bidak catur arahnya tidak jelas. Semua itu kejengkelan hanya gara-gara tingkah polah makhluk-konyol yang sok sibuk bermanuver politik recehan di bandara dan Petamburan…..oh no!

Tidakkah kalian menyadari dan mampu melihat bahwa sesungguhnya Jokowi itu bukan pemain catur! Apalagi berpikir Jokowi sedang berstrategi memainkan bidak catur. Hiks! Justru yang terlihat adalah Jokowi terus-terusan dipaksa menjadi bidak catur! Diatur, ditarik kesana kemari, hendak disetir kesana kemari. Jebakan sana sini!

Luar biasa, entah jadi apapun itu kuda, pion, ster, benteng, Jokowi terlihat pontang panting selalu menghindari dan menjauhi. Etapi kok malah terlihat malah lebih mirip orang naik sepeda yang sarat beban, berupaya bagaimana caranya menjaga keseimbangan,namun terus bergerak maju ke depan! Beratnya menjadi presiden di masa yang tidak mudah ini!

Terlihat Jokowi sepertinya dikelilingi banyak orang, tapi sesungguhnya dirinya sangat sendirian! Kemana yang namanya Partai pendukung Jokowi. Apa semua sedang sibuk di DPR membuat RUU. Dimana suara PDI-Perjuangan. Sunyi sepi senyap! Boro-boro melakukan pembelaan bereaksipun tidak! Bukan hal baru juga sih sebenarnya di periode pertama pun saat Jokowi mengalami dilema, PDIP seringkali sunyi sepi senyap dan diam.

Hehehe petugas partai yang sulit disetirkah? Teringat di periode satu, kerasnya Jokowi menolak Pak BG sebagai Kapolri, belum lagi ngotot tetap mengangkat Pak LBP dan Bu Rini sebagai Menteri di periode itu, walaupun 'ada' yang tidak suka. Tapi tetap saja dianggap Jokowi lembek.

Jokowi memang terlihat kuat dan berkuasa padahal Jokowi tau sekali dan sepenuhnya sadar bahwa semua yang mengelilinginya dan mendukungnya itu berbayar dan bukan gratis. Semua pamrih, tak yang tulus secara total sepenuhnya mendukungnya!

Lha buktinya lihat saja kita-kita ini yang katanya pendukung setia Jokowi. Setiap ada peristiwa politik heboh di tanah air terus saja merangsek, ribut, minta ini minta itu. Berteriak ini adalah kritik, kita tetap harus bersuara sampai didengar! Baiklah akur saja, walaupun beda tipis antara kritik dan memperkeruh suasana! bersuara seolah-olah menganggap diri sebagai pendukung yang paling kritis! Ayo ngaku, benar tidak?

Adakalanya saya berpikir, pendukung terbaik Jokowi adalah musuh-musuhnya. Yang tak pernah lelah menggonggong dan memperhatikannya dari mulai periode pertama hingga sekarang ini. Musuhnya yang selalu menyalahkan negara, menyalahkan pemerintah dan selalu salah Jokowi. Konsisten hingga akhir periode, Jokowi haters!

Bisa jadi kita selalu menganggap Jokowi lelet, lemah, tidak tegas, slow. Tidak Jokowi hanya berusaha fokus pada dirinya sendiri, mengejar cita-cita tinggi untuk negeri ini! Jokowi bergerak perlahan namun tetap dalam posisi menggasak siapapun juga tanpa pandang bulu.

Lagi pula bila Jokowi dipaksa untuk tegas. Tegas kepada siapa sih? Musuhnya? Dalam keadaan begini sulitlah membedakan mana lawan mana kawan, semua punya kepentingan! Satu-satunya jalan Jokowi harus bergerak kesana. Perlahan, bergerak ke sana kemari, membingungkan musuhnya. Ia akan membuat semua mata musuh tertuju pada dirinya dan menganggapnya lemah, padahal Jokowi sedang memilih musuh mana yang perlu dihajar duluan.

Dalam tradisi Jawa, seorang pemimpin yang dipilih langsung oleh rakyatnya biasanya selalu dilimpahi oleh pulung kanugrahan, barangkali semacam wahyu yang menaunginya.

Apapun itu, saya selalu yakin Allah pasti akan membantu dan melindungi orang yang dianugerahi amanah wahyu kepemimpinan, termasuk memudahkan segala urusannya serta memilihkan para pembantu (atau menteri) yang jujur, cakap, setia dan tulus. Semoga negeri ini selalu aman, damai plus sejahtera.

Sumber Seword : https://seword.com/politik/jokowi-itu-bukan-pemain-catur-justru-sering-ahV1xVqSXx

No comments

Powered by Blogger.
------------------------------