Edhy Terdepak, Susi Siap Menggantikan, Musuh Negara Gelagapan!

Berita Terkini - Saat Susi hendak menjadi pembicara di salah satu talk show hari ini dan ada flyer bertuliskan "Ada Berita Heboh Apa Hari ini?", secara bersamaan ada berita penangkapan Edhy oleh KPK. Seakan semua ini telah diatur oleh alam. Setelah Rizieq dan Gaberner dihantam isu pelanggaran protokol kesehatan, kini giliran pejabat Gerindra. Rupanya negara ini memang sedang ditakdirkan menjadi negara maju. Untuk itu, Tuhan tidak segan-segan membabat siapapun yang menghalangi ketentuannya.

Lewat seorang Jokowi yang berlatar tukang kayu, Sang pemilik semesta hendak menutup para koruptor licik di Indonesia. Julukan negeri para bedebah dan negeri sarang penyamun, perlahan luntur di tangan Jokowi. Lebih dari itu, alampun merestui. Maka musuh negara yang hendak merecokin akan tergulung habis dengan sendirinya. Elit eks orba yang kini hartanya perlahan diambil negara mulai menggeliat kepanasan. Bersama eks pemimpin mangkrak, mereka menunggangi kelompok ekstrimis. Ada lagi poros timur-selatan yang bisnisnya terganggu jika tak berkuasa. Untuk itu melakukan segala upaya untuk menumbangkan Jokowi yang terlalu lurus.

Beberapa waktu ini kita disibukkan mengcounter isu-isu busuk mereka hingga melupakan mafia sebenarnya yang tengah berkuasa. Kita lebih fokus mendukung TNI yang membabat habis baliho, hingga lupa benyr lobster sebagai kekayaan bangsa dijarah habis-habisan. Siapa lagi pelakunya kalau bukan elit Gerindra. Edhy Prabowo yang konon duduk sebagai Menteri KKP sebagai hasil rekonsiliasi Jokowi-Prabowo, nyatanya hanya menghasilkan kebijakan buruk dan menguntungkan mafia.

Tempo yang lebih dahulu memberitakan keterlibatan perusahaan milik kader Gerindra dan PKS sempat menjadi sasaran akun digeeembok, entah apa tujuannya. Padahal sudah jelas bila memang ada kejahatan yang diungkap haruslah didukung, tak peduli kawan ataupun lawan. Kini akhirnya kita bisa bernapas lega setelah Edhy diamankan. Karena memang nyatanya kebijakan dia telah menguntungkan mafia.

Termasuk kita bisa tak suka dengan Novel, tapi dalam hal ini kita harus berterima kaish karena ia telah berhasil meringkung penjahat kekayaan laut. Apapun alasannya, eksploitasi benur lobster sangat tidak dibenarkan. Selagi kita masih bisa budidaya sendiri, seharusnya yang dikembangkan adalah para peternak lokal. Bukan beralasan karena yang hidup cuma sekian persen, lali diekspor habis-habisan dalam bentuk bayi.

Dalam artikel saya terdahulu juga menyebutkan betapa bahayanya ekspor benur lobster ini. Dalam salah satu penangkaran di Vietnam, banyak jaring keramba lobster berisikan sedimen pakan dan obat-obatan. Efeknya jelas sangat buruk untuk kesehatan. Secara ekonomi juga sempat ditunjukkan Susi bahwa nilai jual benih yang cuma 30 ribu per kg sangat jauh dengan harga jual saat dewasa yang mencapai ratusan ribu hingga jutaan (untuk tipe mutiara). Nyatanya kebijakan Edhy sangat merugikan nelayan dan hanya menguntungkan mafia lobster.

Perjalanan Jokowi memajukan negara ini lewat pembangunan infrastruktur dan teknologi secara masif, tak boleh dicampur dengan pengrusakan biota laut. Apalagi setelah disahkannya UU omnibus law. Semua menteri kabinet Jokowi harus berfokus untuk mendatangkan investor potensial guna membuka lapangan pekerjaan, bukan malah menguntungkan para mafia dan anteknya.

Semoga setelah ini Susi bisa kembali didapuk sebagai menteri KKP menggantikan Edhy Prabowo. Biar saja Luhut ngamuk, toh pimpinan tertingginya Jokowi. Jangan sampai aset kelautan yang menjadi penopang ekonomi negara dan generasi penerus jatuh ke tangan yang salah. Di tangan Susi, tak hanya kapal mafia luar yang ditenggelamkan, bahkan mafia dalam negeripun ikut disikat hingga gelagapan.

Memang Susi bukanlah manusia sempurna. Tapi di tangan sosok perempuan ini, kekayaan laut kita terjaga secara baik. Katakan dia sulit diajak koordinasi, tapi keras kepalanya juga untuk menampar para mafia ikan. Susi tidak bisa diajak kompromi, begitu juga tidak akan bisa diberi suap sebesar apapun. Seharusnya dengan kesalahan Edhy yang sangat fatal ini, tidak sulit bagi Jokowi untuk kembali memasukkan Susi. Toh jagoan oposisi sebagai menteri KKP ternyata busuk di luar dan di dalam.

Selanjutnya menteri pertahanan dan anggota DPR dari Gerindra juga perlu dievalusi. Kita boleh curiga melihat sepak terjang Prabowo yang diam-diam ini. Saat kampanye teriak paling pribumi. Giliran debat capres sampai menjabat Menhan malah pinginnya impor alutista terus. Apakah setelah ini heboh Menhan Gerindra ditangkap KPK? Kalau sudah begitu lebih enak lagi. Jokowi bisa kembali memasukkan Ryamizard atau bahkan Jonan untuk mengisi posisi kabinet yang lain.

No comments

Powered by Blogger.
------------------------------