Diantara ODP dan DPO “ada” Rizieq

Berita Terkini - Nggak nyangkanya, sejak kembali dari Saudi, ternyata Rizieq punya hobi baru lari marathon. Meski gejala ini sudah terlihat sewaktu marathon pertama kali ke Saudi selama 3. tahun lebih. Heheh….lumayan capek mestinya, marathon selama itu.

Tetapi, mungkin sedang getol dengan hobi barunya, kembali Rizieq dikabarkan lari ke Bogor, RS Ummi. Tetapi, hooppsss….ternyata lari lagi! Nah, ini dia lari kemanakah Rizieq sekarang? Hahahh…

Ngalor ngidul dulu kita yuks. Ternyata bukan talas oleh-oleh Rizieq dari Bogor, tetapi status ODP (Orang Dalam Pemantauan) Corona. Iya, ini karena Rizieq susah banget diminta Swab test. Ngakunya sih sudah, tetapi yah itu kok rahasia? Padahal Bima Arya saja Wali Kota Bogor jujur sewaktu terpapar beberapa waktu lalu. Pikir yang baik-baik sajalah, kalau negatif puji Tuhan, Alhamdulillah, dan kalau positif khan bisa diobati sekaligus bisa bantu untuk tracing. Tetapi kalau berahasia seperti Rizieq, justru tanda tanya apa dan mengapakah gerangan?

"Dengan asumsi yang bersangkutan adalah ODP, kenapa kita bilang ODP? Karena, yang bersangkutan dari klaster Petamburan ada ter-update ada 34 yang positif. Maka kita minta kepada yang bersangkutan melakukan swab," ujar Ketua Bidang Penegakan Hukum dan Pendisiplinan Satgas COVID-19 Kota Bogor Agustian Syah kepada wartawan di Kota Bogor, Sabtu (28/11/2020). Dikutip dari: detik.com

Ironis memang nasib Rizieq ini, kembali ke Indonesia pada Selasa, 10 November didewakan. Tetapi, tragis kemudian harus ngendon di RS Ummi sejak Rabu 25 November dengan pengakuan karena kelelahan fisik. Kemudian, pada Sabtu 28 November pukul 20.50 WIB dikabarkan kabur melalui pintu belakang. Ini juga masih belum jelas versi ceritanya berhubung kebanyakan versi. Ribet, dan rumit dibikin sendiri!

Tetapi, yang sangat pasti saat ini adalah status Rizieq sebagai ODP. Ngotot berpegang UU Nomor 36 tahun 2009, Rizieq berteriak tidak bersedia memberikan hasilnya karena alasan privasi dan hak pasien. Heheh…tunggu dulu. Maaf yah, karena untuk penyakit menular data pasien boleh dibuka loh.

Menurut Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan HAM (Polhukam) Mahfud MD, bagi mereka yang menghalang-halangi petugas yang melakukan tugas pemerintah, bisa diancam dengan ketentuan pidana pasal 212 dan 216. Mantap!

Paham yah, jadi jika memang Rizieq benar sudah melakukan Swab test, apapun hasilnya silahkan dibuka saja kepada pemerintah. Ingat, sanksi pidana mengancam jika melawan hukum.

Lanjut…., fix dengan ODP, jangan lupa Rizieq juga sedang menghadapi kasus hukum terbaru, di luar kasusnya yang numpuk belum belum sempat dicolek. Iya, kasus Petamburan sudah menunggu. Itu sebabnya, Polda Metro Jaya telah memberikan surat panggilan di kediaman Rizieq pada Minggu, 29 November, dan diterima oleh Wakil Sekretaris Umum FPI Aziz Yanuar.

Weleh…weleh..…becanda ini mungkin Aziz yang mengatakan belum bisa memberikan kepastian kehadiran Rizeq karena harus dikonformasikan dengan yang bersangkutan.

"Sudah kami terima (sore ini)," kata Wakil Sekretaris Umum FPI Aziz Yanuar kepada Kompas.com, Minggu (29/11/2020). Dikutip dari: kompas.com

"Nanti kami dulu konfirmasi ke beliau," ujar dia. Dikutip dari: kompas.com

Ehhhmmm…cius, mencium aroma kurang sedap euy. Pertama, jika memang Rizieq tidak ada masalah dengan kesehatannya, kenapa harus mengulur waktu untuk dimintain pertanggungjawabannya. Kedua, sebelumnya Aziz Yanuar mengaku tidak mengetahui di mana keberadaan Habib Rizieq seusai keluar dari RS Ummi. Nah loh, sekarang mengatakan akan mengkonformasi mengenai surat panggilan dari Polda Metro Jaya. Ehhmmm…

"Pastinya saya tidak tahu di mana, yang jelas sedang istirahat. Tidak menjalani istirahat di rumah sakit," kata Aziz. Dikutip dari: tribunnews.com

Wokeh, sebagai pengetahuan saja, ada sanksi pidana bagi siapapun yang melindungi orang yang melakukan kejahatan, atau menghalangi penyidikan. Ini diatur dalam Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) pasal 221 ayat (1).

Mudah-mudahan FPI paham, melindungi keberadaan HRS itu melawan hukum dan jangan blunder dengan kriminalisasi ulama. Jelas UU yang mengatakan siapapun yang menghalangi penyidikan bisa dipidanakan. Paham?

Sekarang, pertanyaan curiganya jika Rizieq yang berstatus ODP itu nekat petak umpet dengan aparat, apakah Rizieq “berencana” naik kelas jadi DPO (Daftar Pencarian Orang) maksudnya? Mudah-mudahan sih nggak konyol, karena hidupnya dihabiskan main kejar-kejaran.

Hanya saja, belajar dari pengalaman, rekam jejak mencatat Riziq pernah jadi DPO dalam kasus dugaan pornografi. Ada baiknya aparat mempersiapkan segala kemungkinan jika pada Selasa 1 Desember Rizieq tidak memenuhi panggilan, dan terus mengulur waktu. Meminjam pribahasa Anies, sedia perahu sebelum banjir. Hahah….

Apakah mungkin Rizieq marathon lagi?

Segala kemungkinan sih ada, karena passport yang dipegang Rizieq berlaku hingga 2021. Posisi Rizieq kemarin dikembalikan paksa dari Saudi khan karena dideportasi. Jadi dipulangkan karena visanya habis, atau izin tinggalnya di Saudi sudah tidak legal. Sedangkan passport Rizieq berlaku hingga 2021 itu tidak dicabut, alias masih di tangan Rizieq.

Belajar dari pengalaman umroh yang kelamaan itu, jangan sampai kecolongan lagi. Saudi jelas sudah tertutup, tetapi pilihan lain siapa tahu. Ada 1001 macam cerita yang harus diantisipasi oleh aparat supaya hukum di negeri ini tidak diinjak harga dirinya.

No comments

Powered by Blogger.
------------------------------