Analisa : Menyembunyikan 'Kematian' Rizieq Shihab

Berita Terkini - Mati sebelum berkembang.

Itulah kondisi Rizieq Shihab dan FPI sekarang. Setelah fenomena penyambutan kedatangannya di Bandara dikalahkan oleh fenomena cewek cantik, janda seronok, yang dia sebut lonte, bertubi-tubi aib menghujani FPI dan Rizieq Shihab. Lelahnya Rizieq Shihab setelah perjalanan panjang belum usai, Rizieq Shihab harus sudah menerima kenyataan adanya seorang Pengacara kondang yang meminta Kepolisian untuk melanjutkan proses hukum atas perkara pidana yang dulu dia laporkan. Rizieq Shihab berang dan diapun mengancam akan melakukan revolusi berdarah jika polisi membuka kasus-kasus pidana yang tidak ada. Padahal Henry Yosodiningrat itu ibarat gajah di pelupuk mata. Tak mungkin Rizieq tak melihatnya. Kasus pidana atas Rizieq Shihab jelas ada. Bukan hanya ada, tapi banyak!

Lalu pernikahan anaknya yang mewah meriah berujung pada pemanggilan Rizieq Shihab ke kepolisian, kemudian ceramah jorok dan kotor yang Rizieq lakukan di acara keagamaan peringatan Maulud Nabi berujung dengan hujatan dan hinaan atas dirinya. Di susul dengan aksi penurunan baliho Rizieq Shihab oleh TNI karena dipasang secara liar tanpa membayar pajak. Semua itu jelas membuat Rizieq Shihab stress. Karena walaupun dia dianggap cucu nabi oleh pengikutnya, Rizieq bukan manusia istimewa seperti kakeknya, Nabi Muhammad SAW. Dia tetap hanya seorang WNI biasa yang wajib untuk patuh dan taat pada peraturan dan undang-undang yang berlaku di NKRI.

Tapiiii.... bukan Rizieq Shihab namanya kalau dia patuh pada peraturan dan Undang-Undang NKRI. Rizieq Shihab dan FPI sekarang, tak ubahnya seperti Negara Petamburan, setelah ijin ormasnya tak diperpanjang. Sejak Rizieq Shihab pulang ke Indonesia, jari kita bahkan kurang untuk menghitung berapa peraturan dan undang-undang yang sudah dia langgar. Terakhir adalah mangkirnya Rizieq Shihab, anak dan menantu barunya atas undangan Kepolisian untuk memberikan keterangan terkait kerumuman orang di pesta pernikahan di rumahnya. Alasan mangkir, katanya Rizieq Shihab tak enak badan, tapi khalayak ramai menduga kalau Rizieq terinfeksi corona mengingat Ketua FPI Cilacap baru saja wafat akibat positif covid, setelah dia menghadiri kerumunan di Petamburan dan sempat bersentuhan dengan Rizieq Shihab. Lucunya, ketika petugas datang untuk melakukan tes swab pada dirinya, Rizieq Shihab dengan congkak menolak. Katanya, dia sudah dites swab oleh tim medis swasta yang menyatakan hasilnya adalah negatif. Atas Pandemi Corona pun, Negara Petamburan punya aturan sendiri.

Saya jadi ingat kasus yayasan pendidikan asing di DIY yang saya laporkan karena penipuan dan penggelapan. Ketika Polisi menunjuk auditor independen untuk mengaudit keuangannya, dia mengklaim sudah diaudit oleh auditor nya sendiri dan hasilnya bersih tak ada penggelapan. Dan tololnya, sorry sorry to say yah, polisi menerimanya lalu meng-SP3-kan kasus saya. Untuk sementara yayasan asing itu bisa bernapas lega. Tapi tunggu sampai saya mempra-peradilankan kepolisian!

Anyway... back to Rizieq Shihab...

Dunia maya Indonesia ramai membicarakan kalau ternyata tak hanya Rizieq Shihab saja yang katanya "tak enak badan". Tapi istri dan satu anaknya pun katanya "tak enak badan". Entahlah, saya yakin waktu yang akan menyampaikan kebenaran. Kita cukup nongkrong saja di mulut gang Petamburan IV menanti apakah Pemimpin Negara Petamburan akan keluar dari rumahnya atau tidak. Kalau benar Rizeq Shihab terinfeksi corona dan tidak pernah keluar lagi dari rumahnya, cerita apa lagi yang akan disebarkan oleh orang-orang FPI untuk menyembunyikan kenyataan bahwa Rizieq Shihab akhirnya terkena pukulan telak tentara Tuhan.

Saya tak bisa membayangkan bagaimana paniknya para bohir mendapatkan kenyataan boneka mereka dalam keadaan sekarat sekarang. Sementara sosok lain yang bisa diagungkan tak ada. Posisi Rizieq Shihab, yang oleh Denny Siregar disamakan dengan posisi Adolf Hitler di Perang Dunia kedua, tak ada yang bisa menggantikan. Lalu apa yang bisa dilakukan, jika dan hanya jika, akhirnya Rizieq Shihab menemukan ajal di ketiak virus corona? Mungkin mereka akan menyembunyikan berita tentang kematiannya!!

Jika Rizieq Shihab mati, maka mati pula perjuangan para bohir untuk "mengkudeta" kekuasaan Jokowi! Menyembunyikan kematian Rizieq Shihab, pasti itu yang akan dilakukan. Karena Rizieq Shihab mati, tak sama dengan Rizieq Shihab kabur. Tiga tahun setengah Rizieq Shihab kabur keluar Indonesia, dia masih bisa berteriak-teriak, memberikan orasi, provokasi dan propaganda bahkan perintah dan intruksi melalui video-videonya. Tapi kalau Rizieq Shihab mati? Mungkin ke depan pengikutnya hanya akan mendengarkan suara dia saja. Atau dengan menggunakan kemajuan teknologi, para bohir bisa saja membuat video seolah-olah Rizieq Shihab berbicara dengan cara menyambung-nyambungkan potongan video lama Rizieq Shihab, seperti video Donald Trump yang bernyanyi Bohemia Rapsodi. Tapi mau seberapa lama, pengikutnya percaya kalau suara Rizieq Shihab yang mereka dengar adalah suara Rizieq Shihab?

Saya sih lebih berharap Rizieq Shihab selamat dari pukulan tentara Tuhan. Dia bisa merenungkan arti dan makna berhadapan dengan kematian. Lalu berintropeksi diri, meng-flash-back semua dosa yang sudah dilakukan pada Indonesia dan orang-orang yang pernah disakitinya. Itu kalau Rizieq Shihab percaya bahwa dirinya bukanlah seorang imortal dan dia percaya bahwa ada kehidupan kekal setelah kematian. Apalagi dalam Islam, ajarannya menyatakan adanya NERAKA. Masa selama hidupnya Rizieq Shihab selalu menjanjikan surga pada pengikutnya, tapi dirinya sendiri masuk neraka? Rizieq Shihab bukan Yesus yang mengorbankan dirinya untuk menebus dosa-dosa semua umat manusia, tapi tetap dijamin surga atau tempat yang tertinggi di akhirat sana. Kecuali Rizieq Shihab kena KARMA. Kena karma pun siapa yang akan tahu Rizieq Shihab masuk surga atau neraka. Yang pasti, tak ada satu manusia pun yang pernah pergi ke akherat dan kembali ke dunia untuk bercerita.

No comments

Powered by Blogger.
------------------------------