Akhirnya Fadli Zon Bersuara Terkait Penangkapan Edhy, Tapi Tetap Sindir KPK

Berita Terkini - Bukan Fadli Zon namanya kalau tidak bersilat lidah dalam tiap kesempatan. Begitu juga terkait penangkapan Menteri KKP Edhy Prabowo oleh KPK dini hari kemarin setelah lawatannya ke Amerika Serikat.

Menteri KKP Edhy Prabowo ditangkap KPK ketika baru turun dari pesawat di Bandara Soekarno-Hatta beserta rombongan. Termasuk istri Edhy Prabowo. Edhy ditangkap dengan dugaan korupsi ekspor benih lobster. Kini Edhy sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Penangkapan Edhy kemarin menjadi breaking news berbagai media nasional. Karena Edhy adalah menteri pertama di kabinet Jokowi yang ditangkap KPK setelah setahun menjabat sebagai menteri. Edhy merupakan seorang loyalis Prabowo yang juga mantan ajudan, tukang pijat sekaligus sopir Prabowo.

Mengapa Edhy Prabowo bisa ditangkap tangan oleh KPK? Ini semua karena Edhy terjebak oleh kebijakannya sendiri. Ada beberapa kebijakan Menteri KKP sebelumnya, yaitu Susi Pudjiastuti yang dihapus oleh Edhy Prabowo dengan berbagai alasan. Seperti pelarangan cantrang, larangan ekspor benih lobster serta pilih-pilih penenggelaman kapal asing yang tertangkap mencuri ikan di laut Indonesia.

Mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti bukannya tidak mengingatkan Edhy Prabowo terkait penghapusan larangan ekspor benih lobster ini. Karena menurut Susi hanya negara yang bodoh yang mengekspor benih lobster. Karena negara-negara yang mempunyai benih lobster tak akan pernah mengekspor benih tersebut. Selain merugikan negara dalam jangka panjang, juga akan mengganggu ekosistem laut terutama lobster.

Peringatan tersebut ternyata tidak diindahkan oleh Edhy, melalui kekuasaannya Edhy tetap membuka keran ekspor benih lobster yang membuatnya ditangkap oleh KPK.

Tentu saja penangkapan Edhy Prabowo yang kita tahu berasal dari Partai Gerindra itu adalah komentar dari rekannya, Fadli Zon.

Bukan tanpa alasan publik menunggu komentar dari Fadli Zon. Karena selama ini, apalagi yang berkenaan dengan pemerintah akan dikomentari oleh Fadli Zon, mungkin lebih tepatnya kalau dikatakan nyinyir.

Seperti penurunan baliho Rizieq Shihab yang bertebaran di daerah Jakarta oleh Pangdam Jaya. Fadli Zon berkomentar bahwa penurunan baliho tersebut bukan tupoksi TNI. Sehingga penurunan baliho menurut Fadli Zon adalah sebuah penghinaan kepada TNI. Apakah Dwi fungsi ABRI akan digalakkan lagi? Itulah sindiran Fadli Zon atas aksi TNI yang menurunkan baliho Rizieq Shihab.



 

Bukan hanya penurunan baliho Rizieq Shihab yang dikomentari oleh Fadli Zon. Masalah kerumunan massa penjemputan Rizieq pulang dari Arab Saudi yang memacetkan jalan ke arah bandara Soekarno-Hatta serta merusak fasilitas umum bandara, juga kerumunan massa acara Maulid Nabi Muhammad di Petamburan serta pernikahan anak Rizieq yang menghadirkan ribuan orang itu.


Jika kita mengkritik kerumunan massa yang dilakukan oleh Rizieq di masa pandemi ini, Fadli Zon justru membela kerumunan tersebut. Bahkan Fadli Zon membandingkan dengan kerumunan massa pencalonan Gibran. Bahkan Fadli Zon menantang polisi untuk memeriksa anak Jokowi tersebut.


Tetapi kali ini, publik menunggu komentar dari Fadli Zon terkait penangkapan rekannya Edhy Prabowo. Apa yang akan dikatakan oleh Fadli Zon? Apakah Fadli Zon akan bungkam? Atau malah mengkritik KPK?


Bukan Fadli Zon namanya kalau tidak membela diri. Meskipun rekannya jelas-jelas telah ditangkap oleh KPK terkait ijin ekspor benih lobster, Fadli Zon tetap memuji rekannya tersebut.


"Setelah penetapan tersangka tengah malam ini, EP mundur dari partai dan Menteri KKP. Langkah bijak," kata Fadli melalui akun Twitternya, @fadlizon, Kamis (26/11/2020).


Fadli Zon memuji Edhy Prabowo sungguh bijak karena telah mengundurkan diri baik sebagai Menteri KKP maupun dari Partai Gerindra. Tapi bukan ini yang ditunggu oleh publik, karena bagaimana pun juga Fadli Zon tidak akan menjelek-jelekkan sesama rekannya di Partai Gerindra. Jika itu dilakukan sama saja bunuh diri. Tetapi bagaimana pun juga publik tahu Gerindra telah kena batunya.


Meski rekannya yang ditangkap KPK, tetap saja Fadli Zon menyerang pihak lain. Kali ini KPK yang menjadi sasarannya. Meskipun mengapresiasi kinerja KPK yang telah menangkap Menteri KKP yang diduga telah melakukan korupsi ekspor benih lobster Fadli Zon tetap menyindir KPK. Semoga dapat menemukan Harun Masiku, katanya.


"Apresiasi kerja @KPK_RI. Semoga bisa juga temukan Harun Masiku yang masih 'hilang' seperti di ditelan bumi," tulisnya.


Fadli Zon memang beda.

No comments

Powered by Blogger.
------------------------------