Tokoh KAMI Ditangkap, Novel Bamukmin: Seharusnya Bukan Main Tangkap Begitu

Berita Terkini -  Penangkapan terhadap tokoh Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia oleh aparat sangat mengecewakan bagi oleh Wakil Sekretaris Jenderal Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin.

"Tentunya kami prihatin atas penangkapan pejuang perubahan dan jelas ini adalah pengkriminalisasikan lagi terjadi kepada aktivis yang hanya berseberangan dengan penguasa," kata Novel kepada Suara.com, Selasa (13/10/2020).

Setelah penangkapan terhadap anggota Komite Eksekutif KAMI Syahganda Nainggolan karena dugaan kasus penyebaran hoaks, aparat mengamankan Jumhur Hidayat yang juga komite eksekutif dari rumahnya di Cipete, Jakarta Selatan, pagi tadi.

Novel mengatakan seharusnya permasalahan beda pemahaman harus diselesaikan dengan dialog terbuka sehingga semua pihak menjadi tahu titik-titik perbedaannya.

"Bukan main tangkap begitu karena menyampaikan pendapat adalah sah dan dilindungi oleh UUD 45 Pasal 28 dan dilindungi oleh HAM internasional," kata Novel.

Penangkapan terhadap sejumlah tokoh KAMI merupakan rangkaian dari protes terhadap pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja yang telah disahkan DPR pada Senin (5/10/2020).

"Jangan sampai perang argumentasi mengenai drat UU OBL (omnibus law) yang belum final, bahkan diduga masih sebagian kertas kosong menjerat seseorang karena mencoba mengkritisinya dan seharusnya UU OBL memang dicabut karena sudah terlalu membuat gaduh sampai jatuh korban dari mahasiswa dan pelajar," kata Novel.

Penangkapan terhadap tokoh KAMI, kata Novel, tidak akan mengurungkan rencana demonstrasi Aliansi Nasional Anti Komunis NKRI yang akan mendemo Istana Kepresidenan, Jakarta, untuk menolak UU Cipta Kerja, siang ini. Front Pembela Islam, Persaudaraan Alumni 212, dan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama ikut dalam aliansi tersebut.

"Insyaallah kita akan jalan terus," kata Novel.

No comments

Powered by Blogger.
------------------------------