Mahfud MD: Mungkin Akan Ada Orang Dekat SBY yang Ditangkap. Siapa ya...?

Berita Terkini - Tudingan bahwa SBY dan Partai Demokrat dibalik unjuk rasa Omnibus Law UU Cipta Kerja membuat Partai Demokrat meradang. Dan mengapa ada tudingan bahwa SBY dan Partai Demokrat dibalik unjuk rasa UU Cipta Kerja tersebut? Mengapa SBY dan Partai Demokrat yang menjadi tertuduh? Ini pertanyaan banyak orang.

Unjuk rasa penolakan Omnibus Law UU Cipta Kerja masih saja terus berlanjut. Dari kaum buruh, mahasiswa, pelajar terus ke ormas yang tidak ada hubungan dengan Omnibus Law pun melakukan unjuk rasa. Jika unjuk rasa tersebut tidak menimbulkan kericuhan, perusakan dan pembakaran fasilitas umum, maka unjuk rasa tersebut masih wajar-wajar saja. Tetapi kalau sudah ada perusakan apalagi pembakaran maka sudah dapat dikategorikan anarkisme.

Unjuk rasa yang terus menerus melibatkan massa yang banyak itu. Serta tidak hanya terjadi di Jakarta, tetapi di beberapa daerah. Seperti Bandung, Surabaya atau pun Yogyakarta. Tentu saja memerlukan logistik yang tidak sedikit. Pertanyaannya siapa yang menyediakan logistik yang tidak sedikit itu?

Tentu saja ada yang mendanai unjuk rasa Omnibus Law UU Cipta Kerja. Ada pihak yang rela mengeluarkan uang yang boleh dibilang tidak sedikit itu. Karena menggerakkan massa yang jumlahnya sampai ribuan, tentu tidak cukup dengan dana yang sedikit apalagi unjuk rasa tersebut bukan hanya sekali tetapi terus menerus dalam beberapa waktu ini.

Siapakah dalang dibalik unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja ini? Apakah hanya satu pihak atau beberapa pihak? Ada apa dibalik unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja ini? Apakah murni hanya menolak pengesahan UU Cipta Kerja? Atau ada tujuan lain dari itu? Seperti ingin melengserkan Presiden Jokowi seperti yang diteriakkan massa saat unjuk rasa?

Kalau hanya menolak UU Cipta Kerja apa untungnya bagi pendana? Bukankah itu hanya berkenaan dengan pekerja, investor? Apa hubungannya dengan partai politik yang selama ini disinyalir dibalik unjuk rasa UU Cipta Kerja? Tentu ada big design dibalik semua itu. Tidak hanya untuk menolak pengesahan UU Cipta Kerja. Karena penolakan UU Cipta Kerja bisa diselesaikan dengan judicial review di MK, tapi kenapa mereka malah turun ke jalan kalau tidak ada maksud yang lain?

Ujung-ujungnya adalah turunkan Jokowi.

Kembali kepada dalang di balik unjuk rasa UU Cipta Kerja. Partai Demokrat melalui Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat Ossy Dermawan dengan tegas membantah keterlibatan SBY maupun Partai Demokrat dalam unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja. Dan tuduhan bahwa SBY dan Partai Demokrat dibalik unjuk rasa tersebut adalah tidak berdasar.

Pernyataan ini perlu disampaikan sehubungan dengan adanya upaya fitnah dan berita bohong yang dilancarkan oleh akun-akun buzzer seperti @digeeembok, untuk mendiskreditkan Partai Demokrat (PD) dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), terkait aksi besar buruh dan mahasiswa di seluruh Indonesia yang menolak UU Ciptaker pada Kamis 8 Oktober 2020 kemarin," ujar Ossy dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (9/10/2020).

Bantahan dari Partai Demokrat ini saya rasa wajar-wajar saja dan sah-sah saja. Karena tak ada yang ingin menjadi tertuduh, bukan? Karena bagaimana pun juga semua orang ingin cuci tangan dan tak ingin dilibatkan dalam unjuk rasa ini. Begitu juga dengan SBY dan Partai Demokrat.

Apakah SBY dan Partai Demokrat dibalik unjuk rasa penolakan UU Cipta Kerja atau tidak, nanti akan dibuktikan oleh pihak berwajib jika memang ada bukti-bukti yang mengarah ke sana.

Namun, Mahfud MD mengungkapkan bahwa kemungkinan orang dekat SBY akan ditangkap terkait unjuk rasa UU Cipta Kerja ini. Seperti yang diungkapkan oleh Mahfud MD ketika berbincang-bincang dengan pemandu acara Indonesia Lawyer Club (ILC) Karni Ilyas beberapa waktu lalu.

"Mungkin, mungkin ya, ada orang yang nanti ditangkap. Itu orang dekat dengan Pak SBY, tetapi kita tidak mengatakan orang itu disuruh Pak SBY. Hanya dekat dengan Pak SBY dan mungkin orang itu dekat juga dengan saya, masa dibilang saya (dalangnya)," kata Mahfud seperti dikutip dari wawancara di kanal YouTube Karni Ilyas, yang dirilis Minggu (18/10/2020).

Lalu siapakah dia yang dimaksud oleh Mahfud MD? si A, si B atau si X? Mari kita tunggu tanggal mainnya.

No comments

Powered by Blogger.
------------------------------