Kadinsos SARA Mengundurkan Diri ?


Berita Terkini - Setelah ditegur keras oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman, akhirnya Kepala Dinas Sosial Bangka Belitung M Aziz yang mewajibkan penerima bantuan sosial harus beragama Islam itu mengundurkan diri dari jabatannya.

Kadinsos SARA ini tertangkap basah melakukan praktik maladministrasi yang mewajibkan persyaratan bantuan ke masyarakat miskin dalam upaya penanganan Covid-19 harus beragama Islam.

Dengan segala sok taunya Kadinsos SARA menetapkan syarat yang diskriminatif seolah-olah yang berdampak kena imbas virus Corona hanya umat Islam saja. Keteledoran yang tidak dapat ditolerir ini membuat Gubernur Erzaldi Rosman murka.

"Dinas Sosial itu sifatnya umum, bukan langsung ke kabupaten/kota tetapi, seharusnya ke dewan masjid saja, nanti mendata terus dewan masjid minta tanda tangan ke dinas sosial," ujar Gubernur Erzaldi Rosman dengan keras dan ketus.

"Tidak boleh syarat seperti itu, tetapi sifatnya umum, ada ketelodoran, telah kita berikan teguran keras ke kepala dinasnya," lanjut Gubernur Erzaldi Rosman dengan tegas.

Masalah ini bermula dari aturan yang ditetapkan secara sepihak oleh Kadinsos Aziz Harahad untuk menyalurkan bantuan ke masyarakat yang membutuhkan dan mengurangi dampak negatif dari penyebaran COVID-19 bagi ekonomi dan kehidupan.

Namun yang konyolnya syarat penerima bantuan harus beragama Islam. Ulah busuknya itu diketahui oleh Menteri Sosial Juliari Batubara. Mensos Juliari lantas memerintahkan agar unsur SARA dalam syarat penerima bantuan sosial dihapus.

Gubernur Babel Erzaldi kemudian melakukan investigasi internal dan menemukan ketidakadilan yang dilakukan oleh Kadinsos otak SARA itu.

Gubernur Erzaldi kemudian melayangkan teguran keras ke Kadinsos Aziz karena prilaku busuk itu tidak memanusiakan manusia dan tidak menghormati TUHAN yang menciptakan manusia sebagai makhluk mulia.

Setelah ditegur keras, Gubernur Erzaldi Rosman akhirnya menerima surat pengunduran diri Kepala Dinas Sosial yang ditegurnya itu.

"Hari ini diperiksa dan juga tadi sudah mengirim surat mengundurkan diri, dari kejadian ini kami minta masyarakat tenang dan kami mengklarifikasi, bahwa tidak ada pilih-pilih," jelas Erzaldi singkat, padat, dan jelas.

Gubernur Erzaldi Rosman menegaskan bahwa pihaknya tidak akan ada pilah-pilih dalam memberikan bantuan kepada masyarakat Babel.

"Dalam kita memberikan bantuan untuk orang miskin kita sampaikan bahwa kita tidak ada pilah-pilih, mau dari suku, ras mana tetap sama kita berikan semua,"ujar Gubernur Erzaldi Rosman tegas.

Ya begitulah kura-kura, resiko orang goblok jadi pejabat negara, yaitu mengundurkan diri. Makanya kalau jadi pejabat, jadilah pejabat yang benar dan adil kepada semua golongan sesuai sila kelima Pancasila, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Tindakan Kadinsos bego tipikal kadal gurun akut model begini ini memang tidak layak jadi pejabat di negara yang menganut ideologi Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

Tindakannya tidak mencerminkan nilai-nilai luhur dalam ajaran agama Islam. Prilaku bebal yang mencederai rasa kemanusiaan. Heran, level Kepala Dinas kok bisa-bisanya bertindak sekeji dan serendah itu.

Padahal Pejabat ASN adalah perekat bangsa yang telah bersumpah setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara, dan Pemerintah.

Akibat saking fanatik buta sampai rela mengorbankan rakyat miskin yang membutuhkan. Ini membuktikan setinggi apapun status sosial atau IQ seseorang, jika sudah terkontaminasi virus Codrun-212, maka  tempurung otak dan hati langsung hampa.

Saat ini bangsa kita sedang ada di tengah kepungan bencana global yang super serius dan hanya dengan saling berbagi, menahan diri untuk tidak memgkotak-kotakkan umat manusia agar secepatnya NKRI lolos dari kepungan bencana ini.

Karena pada hakikatnya prilaku intoleran seperti begini ini adalah bibit prilaku yang membuat sekat antara umat beragama di negara ini, baik itu umat Muslim dan non Muslim.

Jelas prilaku ini secara kasat mata sangat berbahaya bagi kedaulatan dan keutuhan NKRI. Karena pada hakikatnya virus Corona tidak pilih-pilih agama. Semua disikatnya ampun dan tanpa terkecuali, tidak perduli para korbannya itu agamanya Islam ataukah agamanya Kristen.

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa membimbing para pejabat di negara ini dalam mengambil setiap keputusan demi kepentingan rakyat banyak tanpa melihat agamanya apa.

Sumber : https://seword.com/umum/puji-tuhan-alhamdulilah-kadinsos-babel-otak-sara-VvuHouhVZR

No comments

Powered by Blogger.
------------------------------