Di Tengah Wabah, Tvone Masih Jadi Iblis Provokator


Berita Terkini - Yasonna Minta Napi yang Dibebaskan Kembali ke Lapas. Itulah judul video di channel tvonenews.

Ketika ada beberapa teman yang saya tahu sudah sakit hati karena kalah sejak 2014 lalu, sampai sekarang belum sembuh juga, lalu membagikan link youtube di akun sosial medianya, saya kira itu dari akun warga biasa. Sebab kita tahu, youtube adalah sosial media, semua orang bisa daftar dan membuat konten.

Namun setelah saya buka, ternyata itu akun resmi tvone. Judulnya persis seperti yang saya tulis di pembuka artikel ini.

Judul macam begitu seolah menunjukkan bahwa Yassona tidak konsisten dengan kebijakannya. Seolah semua napi yang sudah dibebaskan karena program asimilasi, disuruh masuk lagi tanpa alasan. Kita juga akan mengira bahwa berita tersebut adalah berita pembatalan pembebasan para napi.

Sebagai sebuah negara, dan sebagai seorang menteri, jelas Yassona terlihat serampangan dan asal-asalan. Bikin peraturan suka-suka, pagi kedelai sore tempe. Satu judul video tvone tersebut sudah cukup untuk menilai betapa buruknya seorang Yassona.

Tapi karena saya punya cukup kuota untuk nonton video propaganda tersebut, jadi saya tonton sampai habis. Dan ternyata video tersebut hanya berisi tulisan sebagai berikut:

Yasonna Minta Napi yang Dibebaskan Kembali ke Lapas. Menteri Hukum dan Ham meminta seluruh jajarannya untuk tidak ragu menjebloskan para tindak kriminal. Termasuk para napi yang kembali kambuh usai dibebaskan melalui program asimilasi dan integrasi. Hal itu disampaikan Yasonna saat memberikan pengarahan kepada seluruh jajarannya pada Senin, 20/04/20. Menuru Yasonna Laoly, tindakan napi akan merusak citra dari program tersebut.

Pembahasan ini tidak lepas dari respon masyarakat yang resah dengan kebijakan tersebut. Para pelaku kemudian dibawa ke kecamatan untuk diamankan dari amukan warga.

Hanya ditambahi dengan gambar Pak Menteri dan lagu pengiring. Itulah isi video propaganda tersebut.

Tanpa menjadi wartawan atau jurnalis, jelas kita pasti tau bahwa judul dari video tersebut sama sekali tidak wajar. Tidak sesuai dengan isi. Saya tak perlu ajari mereka para wartawan tvone. Mereka pasti paham.

Selain itu, soal konteks dan isi berita, apa yang dilakukan Yasonna sudah benar. Keputusannya untuk kembali menjebloskan napi yang sudah diberi kebebasan adalah langkah yang sesuai dengan hukum. Tidak ada rekomendasi. Jangan mentang-mentang baru bebas, jadi seenaknya bertingkah. Dan bagi teman-teman yang terlanjur membagikan link video tersebut, lalu menertawakan atau menyalah-nyalahkan, mungkin karena kurang kuota atau otaknya kurang. Ya wajar sih, dari 2014 sudah sakit hati terus sampai sekarang, pasti kejiwaannya tergoncang.

Kabar buruknya, orang-orang yang model asal nyamber seperti pentol korek, yang dikit-dikit takbir lalu kencing di pohon, ini jumlahnya cukup banyak. kalau mau lihat seberapa banyak, lihatlah kumpulan 212. Banyak.

Salah satu bukti banyak yang tak memahami isi video dan hanya fokus pada judul, adalah 976 komentar di video tersebut dan sekilas kalau discroll ke bawah, semuanya menghujat pemerintah, menghujat Pak Menteri. Tak ada satupun akun yang saya lihat mau meluruskan isi dan judul yang tak sesuai tersebut.

Jadi kesimpulannya, mereka yang membaca judul video tersebut sudah terlanjur memiliki penilaian buruk, tanpa analisa dan pemahaman yang baik. Sukses digiring dan dipropaganda oleh tvone.

Padahal, kondisi semacam ini bukanlah hal baru. Napi yang baru bebas dan kembali berulah lalu masuk penjara lagi, itu sudah terjadi sejak dulu. Sudah banyak yang begitu. Bukan hanya gara-gara pembebasan bersyarat karena corona. Dan ucapan Yasonna adalah penegasan, bahwa aturan tetap harus ditegakkan, sekalipun sekarang kita sedang menghadapi wabah dan ingin mengurangi jumlah napi yang hidup berdesak-desakan.

Tapi lagi-lagi, jumlah manusia korban sakit hati karena kalah Pilpres itu sudah terlanjur terbentuk sejak 2014 lalu. Kebenciannya terlanjur mengakar. Sementara kita belum menemukan cara efektif untuk menyembuhkannya. Lalu tvone sebagai salah satu media besar di Indonesia, ikut menayangkan konten propaganda, mengundang amarah, menciptakan provokasi di tengah masyarakat.

Bagi tvone, ini bukan pertama kali mereka melakukan propaganda busuk. Sudah berkali-kali. Dan nampaknya sulit sekali untuk kita anggap lalai atau khilaf. Kelicikan dan provokasi tvone sudah terlalu sering dan terlalu jelas.

Tvone nampaknya sadar betul kalau dewan pers tak berkutik. Tak berani melakukan apa-apa. Sementara menteri sekelas Yasonna pasti malas menanggapi hal remeh temeh model begini, atau mungkin juga tidak tahu tvone melakukan ini.

Semoga catatan ini dapat membantah dan meluruskan fitnah atau propaganda dajjal, eh tvone maksudnya. Agar masyarakat tidak terprovokasi oleh iblis-iblis tvone.

Sumber : https://seword.com/umum/di-tengah-wabah-tvone-masih-jadi-iblis-provokator-2kR42SxzjV

No comments

Powered by Blogger.
------------------------------