Cerita Mahasiswi di Medan Jadi Korban Penyekapan, Trauma karena 3 Pelaku Masih Berkeliaran


Berita Terkini - Mahasiswi di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), berinisial DS (24), masih trauma mendalam pascapenyekapan yang dialami pada 22 November 2019 lalu. Apalagi, dua pelaku yang menyekap dan mencuri harta bendanya masih bebas berkeliaran karena belum ditangkap polisi.

DS mengungkapkan, kejadian menakutkan tersebut berawal saat dia menerima seorang pemuda di rumahnya, Jalan Balam, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan. Pria itu meminta sumbangan untuk pembangunan rumah ibadah.

“Salah satu komplotan pencuri datang ke rumah saya sebelum zuhur. Pria yang datang berkemeja rapi. Saat itu dia meminta sumbangan atas nama masjid,” kata DS, Jumat (31/1/2020).

Namun, pemuda tersebut kemudian meninggalkan rumahnya setelah DS mengaku tidak memiliki uang. Sekitar pukul 16.00 WIB, ternyata ada dua orang lagi yang kembali datang ke rumah DS. Kali ini terlihat lebih tua. Sama seperti pria sebelumnya, mereka juga meminta sumbangan untuk pembangunan rumah ibadah.

“Karena saya mikir tetap menjaga kesopanan dalam menolak yang minta sumbangan, saya buka dikit pintunya. Mereka bertanya, nggak ada rupanya orang tua di rumah? Agak lama saya jawab, trus saya bilang nggak ada,” kata DS.

Mendengar jawaban DS yang sendiri di rumah, dua pria itu kemudian mendorong pintu dan memaksa masuk ke rumah DS. Keduanya juga mendorong DS hingga terjatuh.

“Pas saya jatuh, saya melihat yang minta sumbangan sebelumnya kembali datang dan tiba-tiba masuk ke rumah. Jadi ada tiga orang yang masuk ke rumah saya,” katanya.

Setelah masuk, ketiga pria itu membekap DS. Spontan DS menjerit. Salah satu dari ketiga pelaku lalu menutup mulutnya dengan lakban yang sudah dipersiapkan. Mata, tangan, dan kakinya juga dilakban.

No comments

Powered by Blogger.
------------------------------