Ustaz yang juga DPO di Bangkalan Ditangkap Polisi karena Jadi Pengedar Sabu


Berita Terkini - Seorang guru mengaji atau ustaz sebuah pondok pesantren di Bangkalan, Jawa Timur (Jatim) ditangkap polisi lantaran menjadi pengedar dan pemakai sabu-sabu. Dia berdalih, mengonsumsi sabu-sabu tidak dilarang dalam Alquran.

Ahmad Marzuki (46) ditangkap petugas dari Reserse Narkoba Polres Bangkalan. Warga Warga Desa Pesanggrahan, Kecamatan Kwanyar, Bangkalan, ini sudah dua bulan masuk daftar pencarian orang (DPO) polisi selama dua bulan terakhir.

Selama dalam pelarian, tersangka mengajar di salah satu pondok pesantren. Kepada polisi, tersangka menyadari jika mengonsumsi sabu-sabu dilarang oleh negara.

Namun pelaku beranggapan dalam Alquran tidak ada ayat yang menyatakan secara jelas larangan mengonsumsi sabu-sabu. Ulama sepakat kalau sabu haram karena ada larangan negara.

”Iya tahu kalau dilarang oleh negara,” ujar Kapolres Bangkalan, AKBP Rama Samtama Putra, menirukan pengakuan tersangka, Jumat (24/1/2020).

Menurut Rama, tersangka mengaku mengonsumsi narkoba sejak 10 tahun lalu. Dia mengaku setiap akan mengonsumsi, teman-temannya datang kepadanya dan lalu patungan.

Dari penangkapan ini, polisi menyita barang bukti berupa seperangkat alat hisap, pipa pipet, korek api, satu lembar klip sisa sabu, dan satu klip paket sabu seberat 1,1 gram.

Kapolres memerintahkan jajaran untuk memerangi peredaran narkoba, khususnya di wilayah Polres Bangkalan. "Pemberantasan narkoba menjadi atensi kami. Dibutuhkan kerjasama dan bantuan dari masyarakat," ujar Rama.

No comments

Powered by Blogger.
------------------------------