Terkuak! Ada Pengaruh TV Swasta Dibalik Pencopotan Helmy Yahya


Berita Terkini - Berkat siaran liga inggris TVRI menjadi stasiun TV yang diperhitungkan. Berkat hal itu pula Helmi Yahya sebagai pelopornya harus ditendang. Bukan karena berbiaya mahal dan sebagainya. Tapi, lebih karena persaingan antar stasiun TV untuk mendapat hak siar. Ironisnya salah satu dewan pengawas tega menggadaikan TVRI demi kepentingan sang majikan di stasiun lain.

Hal ini mulanya diungkap oleh warganet dengan akun @radikal_anti yang menuliskan: "Gue kok curiga ama mnc grup, secara sebelumnya bwf series ama liga inggris dikuasai ama mnc grup, trus tahun kemaren tvri katanya hampir dapat hak siar liga italia, dan ujung2nya mnc grup dapat hak siar liga italia"

"Arief hidayat thamrin, Lippo grup & mnc grup👏👏👏" cuit akun tersebut kembali.

Arif Hidayat Thamrin sendiri adalah Ketua Dewan Pengawas TVRI. Berikut kelima nama Dewan Pengawas:

1 Arief Hidayat Thamrin

2 Made Ayu Dwie Mahenny SH., MSi

3 Supra Wimbarti MSc., Ph.D.

4 Drs. Maryuni Kabul Budiono M.Pd.

5 Pamungkas Trishadiatmoko

Dari linkedin diperoleh informasi bahwa Arief Hidayat Thamrin adalah lulusan komunikasi advertising di UI tahun 1985-1991. Dia bekerja sebagai GM Marketing di Metro TV antara 2001-2013. Lalu bekerja sebagai Business Development Director di Berita satu media Holdings antara tahun 2013-2015. Kemudian dengan posisi yang sama bekerja di Inews (MNC Group) antara tahun 2015-2017. Terakhir menjabata sebagai ketua dewan pengawas TVRI mulai tahun 2017.

Arief Hidayat Thamrin yang sebelumnya bekerja di MNC Group diduga kongkalingkong untuk menjegal Helmi Yahya agar hak siar liga inggris kembali ke MNC.

Hal ini juga sempat diberitakan detik soal penggantian hak siar yang semula di MNC menjadi TVRI. Dilansir dari detik.com, Dewan Pengawas (Dewas) TVRI resmi memecat Helmy Yahya dari posisi Dirut LPP TVRI. Pemecatan Helmy Yahya ada kaitannya dengan siaran Liga Inggris.

TVRI mulai menjadi stasiun resmi yang menayangkan sepakbola Inggris pada musim 2019/20. TVRI menggantikan MNC, dan setiap pekannya menyiarkan dua pertandingan di setiap hari Sabtu dan Minggu di jam-jam tertentu.

Untuk menyiarkan Liga Inggris di Tanah Air, TVRI membeli hak siar dari Mola TV. Meski besarnya tidak disebutkan, namun harga hak siar Liga Inggris secara total mengalami peningkatan delapan persen menjadi 9,2 miliar paun (sekitar Rp 164 triliun) untuk tiga tahun ke depan pada 2019-2022.

Untuk nilai hak siar domestik, nilainya sebesar 5 miliar paun. Sementara untuk pasar internasional, nilai hak siarnya mencapai 4,2 miliar paun untuk menyiarkan 380 pertandingan per musim secara live.

Rupanya pembelian hak siar Liga Inggris yang bernilai fantastis menjadi salah satu polemik yang menyebabkan dipecatnya Helmy Yahya. Dewas TVRI beralasan bahwa pria berusia 56 tahun itu gagal menjelaskan hal-hal yang dipersoalkan dalam surat pembelaan dirinya sehingga jawabannya tidak diterima.

"Helmy Yahya tidak menjawab atau memberi penjelasan mengenai program siaran berbiaya besar antara lain Liga Inggris dari pelaksanaan tertib administrasi anggaran," kata Ketua Dewas TVRI, Arief Hidayat Thamrin dalam siaran pers yang dibagikan ke wartawan di Gedung TVRI, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (17/1/2020).

Adapun alasan lain terkait pencopotan Helmy Yahya adalah kuis Siapa Berani. Dewas menilai ada ketidaksesuaian antara pelaksanaan rebranding TVRI dengan RKA tahunan LPP TVRI 2019 yang ditetapkan. Dewas juga menyoroti mutasi pejabat struktural yang tidak sesuai norma standar, prosedur dan kriteria manajemen ASN.

Dewas juga menilai Helmy melanggar beberapa Asas-asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB) cfm UU No 30 tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan.

"Yakni asas ketidakberpihakan, asas kecermatan dan asas keterbukaan terutama berkenaan penunjukan/pengadaan Kuis Siapa Berani," kata Arief.

Dewas TVRI menunjuk Direktur Teknik LPP TVRI Supriyono menjadi Plt Dirut menggantikan Helmy. Dewas juga menyurati Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal hal ini.

"Dewan Pengawas LPP TVRI sudah mengirimkan laporan kepada Presiden RI dan DPR RI," tutup Dewas TVRI.

Dari berita tersebut sayang disayangkan siakap ketua dewan pengawas yang seharusnya mendukung TVRI malah menjegal kemajuannya demi MNC. Seharusnya yang harus didepak dari TVRI adalah keberadaan Arief Hidayat Thamrin sebagai ketua dewan pengawas. Dia tega menggadaikan perusahaan negara entah untuk kepentingan siapa.

Akhirnya terjawab sudah kejanggalan publik atas alasan sebenarnya pemecatan Helmi Yahya. Bukan karena kinerjanya buruk, bukan karena beli liga inggris atau alasan mutasi jabatan dan isu telat menggaji. Alasan utamanya karena ada musuh dalam selimut yang duduk sebagai ketua dewan pengawas TVRI tapi hati dan jiwanya untuk stasiun swasta.

Sumber : https://seword.com/umum/terkuak-ada-pengaruh-tv-swasta-dibalik-pencopotan-L6vSQZ1hBU

No comments

Powered by Blogger.
------------------------------