Sering Diejek Gendut dan Disebut Boboho, Pria Ini Bakar Teman Hidup-hidup


Berita Terkini - Peristiwa pembunuhan sadis dilakukan seorang pria, Ali Heri Sanjaya. Ali membunuh temannya, Rosidah karena dendam seing diejek.

Kepada polisi, Ali mengaku kerap diolok-olok Rosidah yang merupakan rekan kerjanya di salah satu rumah makan. Ali dipanggil dengan sebutan gendut.

Dari pengakuannya pula, Ali mengaku kesal lantaran sering diserupakan dengan atlet olahraga sumo hingga artis cilik film Mandarin yang memerankan figur Boboho.

“Jadi, berawal dari warung Pak Tris pelaku ini sering dihina dengan kata-kata gendut, boboho, sumo hingga kesulitan ekonomi. Dia pun sakit hati,” terang Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin seperti dikutip dari Suara.com, Selasa 28 Januari 2020.

Lalu, terang Arman, pelaku menyiapkan rencana selama satu minggu untuk mengakhiri hidup korbannya. Dia pun mantap melakukan aksinya itu pada Jumat 24 Januari 2020.

“Awalnya, keduanya itu hendak pulang kerja pada sore hari. Korban membawa motor Honda Beat yang kini jadi barang bukti ini. Saat di tengah jalan pelaku memberikan aba-aba untuk ikut dan meminta antar pulang ke rumah ibu pelaku,” kata dia lagi.

“Lalu, setelah dalam perjalan secara bergantian awalnya pelaku yang membawa motor kemudian, korban di depan. Saat di sebuah tempat yang kini menjadi TKP, pelaku meminta berhenti dan motor di standarkan,” kata dia.

Pelaku turun, kemudian memukul bagian leher kiri korban hingga pingsan.

Untuk memastikan dia meninggal, pelaku menekan bagian leher kiri dengan tenaga lalu membopongnya ke sebuah tempat  ke tumpukan bambu kecil atau lanjaran kemudian meninggalkannya untuk membeli bensin.

“Setelah kembali, bensin kemudian disiram ke seluruh bagian tubuh dan tumpukan bambu itu lalu dibakar dengan korek api. Kemudian, pelaku meninggalkan korban tanpa memastikan terbakar keseluruhan atau tidak,” kata Arman.

Setelah melakukan aksinya, kata Arman, pelaku menjual motor dan ponsel korban. Motor dijual ke warga di Kabupaten Situbondo dengan harga Rp 4 juta dan HP dijual Rp 1,3 juta.

“Setelah laku, uangnya sempat dibuat membelikan baju bersama istri. Sisanya buat menebus motor miliknya yang sempat digadaikan,” katanya.

Kini, seluruh barang bukti pelaku telah disita oleh Polresta Banyuwangi. Sedangkan pelaku, sementara mendekam di tahanan Mapolresta dan akan melakukan serangkaian penyelidikan dan pengembangan kasus.

No comments

Powered by Blogger.
------------------------------