Sebelum Komentari Jiwasraya, Alangkah Baiknya Rizieq Kasih Contoh Pulang ke Sini Dulu


Berita Terkini - Ini saya bukan dukung soal Jiwasraya. Kasus ini memang harus diusut tuntas karena merugikan nasabah sebesar sekitar Rp 12 triliun. Bahkan dikabarkan ratusan orang warga negara asing juga dirugikan karena masalah gagal bayar ini. Kalau memang ada oknum yang terlibat dalam isu ini, dan kalau memang dinyatakan bersalah, saya dukung proses hukum kepada pelaku.

Yang penulis garis bawahi dalam artikel ini adalah Rizieq yang komentari masalah ini.

Beberapa hari lalu, Rizieq dikunjungi Wakil Sekjen DPP Gerindra Andre Rosiade di Mekkah, Arab Saudi. Melalui akun Twitter-nya, Andre mengunjungi kediaman Rizieq.

Dalam pertemuan tersebut, Rizieq Shihab menitipkan pesan untuk membongkar kasus Jiwasraya, sekaligus berpesan agar pelaku dihukum dan uang rakyat diselamatkan.

Sepertinya Rizieq cukup aktif dan up to date soal isu-isu terkini di negeri ini. Rizieq berpesan kepada Andre Rosiade agar senantiasa mengawal kasus Jiwasraya.

"Saya atas nama seluruh keluarga besar FPI, GNPF Ulama, kami mengamanatkan kepada bung Andre Rosiade untuk kawal terus Jiwasraya gate," katanya.

"Siapa yang terlibat harus bertanggung jawab secara hukum," katanya.

"Kejar mereka, proses mereka, dan seret mereka ke pengadilan, dan jebloskan ke penjara mereka-mereka yang bersalah yang sudah merampok uang rakyat," katanya lagi.

Pelaku harus dihukum, keadilan harus ditegakkan. Sebenarnya tidak ada yang salah sih dari statement Rizieq ini. Cuma anehnya, kenapa dia yang sibuk komentari ini?

Pertama, penulis bingung dan bingung kenapa bicarakan masalah Jiwasraya ini dengan Rizieq. Lagian buat apa ketemu Rizieq? Rizieq bicara masalah hukum, bicara keadilan, tapi dia sendiri aja tersandung beberapa kasus hukum di negeri ini sehingga memilih kabur dengan alasan menjadi tamu istimewa kerajaan Arab Saudi.

Dia sendiri aja kabur dan menghindari kasus yang menimpanya, dia pula yang sok mengajari orang lain soal keadilan. Dia sendiri saja berlaku tidak adil. Ada pihak lain bersalah, teriak paling kencang minta diproses hukum. Giliran dia yang kena, alasan segudang, lalu kabur terbirit-birit, kemudian dibungkus dengan alasan biar tidak malu-malu amat diketawai orang lain.

Dan yang lucunya lagi, kalau tidak salah, Rizieq juga tidak komentari soal First Travel yang melakukan penipuan terhadap calon jemaah Umroh. Setahu penulis dia juga tidak komentari soal penipuan berkedok perumahan syariah yang menelan banyak korban jiwa. Kenapa diam saja?

Makanya, akan lebih bijak, kalau Rizieq berikan contoh yang baik kepada kita-kita ini dengan cara pulang kembali ke tanah air dan menghadapi kasusnya yang sedang mengantre. Beberapa sudah SP3 tapi masih ada yang lain yang sabar menunggu kepulangannya.

Kalau dia sudah bisa berikan contoh yang baik, nah, silakan komentari. Sendiri saja tidak bisa lakukan, malah menghakimi isu lain. Mirip-mirip lah saat nyuruh kibarkan bendera hitam itu, begitu tertempel di kediamannya di Arab Saudi, langsung panik ketakutan. Sendiri tak punya nyali, tapi meminta orang lain punya nyali. Apa tidak malu tuh?

Kalau omongan tidak sinkron dengan perbuatan, lebih baik diam saja ketimbang ketahuan ngawurnya dan jadi bahan olokan. Saya dukung omongan orang ini, hukum harus ditegakkan, tapi kabur atas masalah hukum sendiri, gak jadi deh. Orang yang tak bisa dipercaya, cuma hebat di mulut tapi nyali kosong melompong. Cuma bisa koar-koar tapi melangkah maju sesenti pun tidak berani.

Ada baiknya, siapa pun jangan bahas orang ini lagi deh. Apalagi sampai ada media yang memberitakan ini, apalagi sampai sebarkan di media sosial. Biarkan redup sendiri, lama-lama juga orang lain akan melupakan dirinya. Biarkan dia jadi sejarah, di mana dia pernah menjadi jaya berkat dukungan 7 juta orang, dan sekarang hanya menjadi orang yang mengemis perhatian dari kita supaya bisa terus eksis dan tidak dilupakan. Dia pulang saja tidak bisa, nasib pun tak jelas, tampaknya dia pun baik-baik saja di sana. Jadi lebih baik, biarkan dia hidup tenang di sana, kita di sini pun bisa hidup tenang.

Ini adalah win-win solution terbaik buat semuanya. Di negara tempat dia tinggal sekarang sudah cukup syariah kok, jadi tidak perlu lagi capek-capek kobarkan narasi NKRI bersyariah di sini.

Sumber : https://seword.com/umum/sebelum-komentari-jiwasraya-alangkah-baiknya-v6pJ1QK07b

No comments

Powered by Blogger.
------------------------------