Anies Kawal Sedot Banjir Underpass Kemayoran Semalam


Berita Terkini - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan proses pengeringan Underpass Kemayoran yang terendam banjir sudah selesai. Ia memastikan masyarakat kini sudah bisa melalui jalan tersebut.

"Alhamdulillah semalam kira-kira pukul 22.30 proses pengeringan sudah selesai. Kami bertanggung jawab atas seluruh kawasan Jakarta, maka kami tuntaskan tanggung jawab itu dan semalam sudah selesai," kata Anies dalam akun instagram yang dikutip CNNIndonesia.com, Senin (27/1).

Ia mengatakan, sejak Jumat (24/1) lalu, pompa stasioner milik Pusat Pengelola Komplek (PPK) kemayoran yang ada di underpass terendam. Pemprov DKI lantas mengerahkan enam buah pompa mobile dengan kemampuan 600 liter per detik dan juga dua buah pompa dari Disgulkarmat DKI Jakarta.

"Dan setelah dipompa terus menerus, dua hari, airnya kemarin sudah surut," kata dia.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengatakan Pemprov DKI akan duduk bersama dengan PPK Kemayoran, Kementerian Sekretariat Negara sebagai pengelola Underpass Kemayoran untuk mencari solusi permanen agar permasalahan yang sama tidak terjadi di Underpass Kemayoran.

Banjir di Underpass Gandhi Kemayoran terjadi sejak Jumat (24/1) lalu setelah hujan deras dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur sejumlah wilayah di Jakarta. Ketinggian air di lokasi itu mencapai 3 meter.

"Sekitar 3 meteran lagi dari bawah. (Tadinya) di atas underpass 5 meteran," kata salah satu petugas lapangan dari Suku Dinas SDA Jakarta Utara, Ronny Jasuma kepada CNNIndonesia.com di lokasi, Sabtu (25/1).


Saat itu, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Hari Nughroho menyatakan penanganan banjir di Underpass Gandhi Kemayoran wewenang pemerintah pusat.

"Underpass Kemayoran (UP Gandhi School) merupakan kewenangan PPK Kemayoran. Kapasitas pompa yang dimiliki (PPK Kemayoran) jauh dari cukup," kata Hari kepada CNNIndonesia.com, Sabtu (25/1).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono meminta pejabat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk tidak berpolemik dalam menangani masalah banjir. Justru ia mendorong pemerintah daerah bersinergi dengan pemerintah pusat.

"Saya minta jajaran pejabat Pemda DKI, khususnya dalam menangani banjir, agar tidak berpolemik, tapi harus bersinergi. Mari kita bersama-sama mengatasi banjir ini, kita utamakan kelancaran pelayanan publik dan kepentingan masyarakat," ujar Heru dalam keterangan resmi, Minggu (26/1).

No comments

Powered by Blogger.
------------------------------