Ratna Sarumpaet Dibebaskan Bersyarat. Katanya Dia Tidak Berpolitik?


Berita Terkini - Hari ini Ratna Sarumpaet bebas dari penjara walaupun dengan status bebas bersyarat. Keberatankah kita? Saya tidak tahu. Tapi saya pribadi tidak keberatan. Karena saya meyakini bahwa Ratna Sarumpaet hanyalah korban dari orang-orang yang memanfaatkan kebohongan yang dia buat.

Somehow, setelah saya analisa beberapa fakta yang ada, saya percaya pada apa yang ditulis Ratna di dalam pleidoinya yang dia bacakan di dalam sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Di dalam pleidoi itu Ratna mengatakan bahwa dirinya berbohong karena merasa malu dengan oplas yang dilakukannya. Jujur harus saya akui, umur sudah 70 tahun masih saja melakukan oplas. Seperti ada ‘gejolak’ untuk menolak proses penuaan. Atau semangat oplas ini karena Ratna sedang jatuh cinta pada laki-laki yang umurnya lebih muda? Ini memang memalukan. Dan ketika efek dari oplas itu wajahnya jadi bengkak, Ratna panik sendiri, maka dirancanglah cerita bohong itu.

Di dalam pleidoinya juga Ratna menuliskan bahwa dia hanya membohongi 7 orang tokoh. Ke 7 tokoh itulah yang kemudian menyebarkan kebohongan Ratna kepada publik. Saya masih ingat orang pertama yang mengunggah cerita bohong ratna di akun media sosialnya, yaitu orang partai Gerindra. Lalu muncul pertanyaan, kenapa Ratna tidak segera mengklarifikasi kebohongannya itu? Lagi-lagi saya melihat dan mengukur kejadian saat itu dengan nalar wajar bahwa yang namanya ‘segera’ itu adalah ukuran waktu yang relatif dan berbeda untuk setiap orang. Dan Ratna memang mengklarifikasi kejadian yang sebenarnya segera setelah polisi menemukan fakta-fakta lapangan tidak adanya penerbangan dari Bandung ke Jakarta pada malam hari dan lain-lain. Apalagi memang tidak ada bukti bahwa Ratna pribadi mengunggah cerita bohong penganiayaan dirinya di akun media sosialnya atau menyampaikannya sendiri pada media.

Baca Juga : Terlalu, Fitnah Erick Thohir Terima 100 M Dari Jiwasraya, Gak Level Bos!

Alasan lain ketidak keberatan saya pribadi atas pembebasan bersyarat Ratna Sarumpaet adalah karena umur dia yang sudah sangat tua, walaupun secara pisik Ratna tak terlihat seperti seorang nenek-nenek berumur 70 tahun. Ketiga, kejadian yang menimpa Ratna menjadi sebuah pengalaman pembelajaran Ratna bahwa berkubu dengan pihak oposisi tidak selalu menguntungkan diri dan masa depan, juga keluarganya. Keempat, Indonesia masih membutuhkan orang-orang yang vocal dan berani seperti Ratna Sarumapet sebagai pihak yang rajin menerbitkan kritikan. Tapi saya sedikitpun tidak bisa menghargai gaya Ratna mengkritik pemerintah atau kebijakan politik yang diterbitkan pemerintah. Ratna seperti kehilangan jati diri dan cenderung mengikuti gaya Rocky Gerung dalam cara mengkritik pemerintah. Nyebelin!!

Saya berharap setelah pengalaman dipenjara untuk hal terbodoh di dunia, Ratna bisa berubah dan membentuk dirimenjadi pengkritik yang positif. Dalam artian, Ratna tidak lagi menyebarkan hujatan-hujatan atau ejekan-ejekan sebagai gaya mengkritik dia. Tapi mengkritik dengan cara dan bahasa yang lebih elegan dan berpendidikan.

Yang pasti, saat keluar dari penjara Ratna ditanya, apakah dirinya akan kembali ke dunia politik, dan Ratna menjawab bahwa dirinya sejak awal tidak berpolitik, dia lebih senang mengaku sebagai pihak counter politik.

“Saya meng-counter kesalahan-kesalahan dalam kebijakan politik. Itu sebenarnya posisi saya…”

Nah, untuk pernyataan Ratna yang satu ini, komentar saya buat dia cuma satu kata, “Endasmu!!!”. Dengan Ratna membuat pernyataan seperti itu saja, disadari atau tidak, Ratna Sarumpaet sudah dan sedang berpolitik. Apalagi dengan pernyataan bahwa dirinya sebenarnya tidak berpolitik. Kalau tidak berpolitik, lalu kenapa menempatkan atau menyebut dirinya sebagai peng-counter kebijakan politik? Sana counter resep makanan yang pas dipraktekan menghasilkan makanan yang ga enak atau berbahaya bagi penikmatnya. Sana counter soal pelacuran halal di Cisarua Bogor. Sana counter soal janji-janji Anies Baswedan yang tidak terlaksana.

Jangankan di masa Jokowi dimana kebebasan benar-benar dijamin oleh Undang-Undang, di jaman Orde Baru saja, Ratna Sarumpaet sudah berani berpolitik. Bahkan sempat mendekam di penjara pula.

Saya tidak percaya jika Ratna bisa melepaskan diri dari dunia politik, apapun bentuknya. Saya tidak percaya seorang Ratna akan kapok dengan langkah politik dia yang salah. Kesalahan langkah dalam politik ini juga diakui sendiri oleh Ratna bahwa dirinya telah salah memilih mendukung Prabowo pada Pemilu 2019.

Karena sosok Ratna yang pinter membolak balikkan kata-kata, peristiwa kebohongan oplas jadi penganiayaan bukan merupakan bagian dari strategi kubu prabowo pun banyak disangsikan orang, termasuk saya sendiri. Ratna Sarumapet adalah pemain drama tingkat dewa. Sulit bagi kita untuk mengetahui kapan Ratna berbicara sebagai Ratna Sarumapet dan kapan Ratna sedang bermain peran.

Sumber: https://seword.com/politik/ratna-sarumpaet-dibebaskan-bersyarat-katanya-dia-9SloKiOMtM

No comments

Powered by Blogger.
------------------------------