Erick Bisa Buang Dirut Garuda, Apakah Tito Bisa "Copot" Anies?


Berita Terkini - Erick Tohir mempertontonkan keberaniannya dalam membongkar praktek-praktek penyelundupan barang ilegal di dalam tubuh BUMN yakni Garuda Indonesia Airlines.

Sebagai Menteri BUMN Ia memiliki hak untuk mencopot jajaran direksi yang ketahuan melakukan permainan di belakang. Penggelapan barang Harley Davidson dan sepeda Brompton menjadi titik tolak membongkar seluruh jajaran yang ada.

Menteri-menteri memang memiliki hak untuk melakukan perombakan. Hal yang sama kita pertanyakan juga apakah Tito Karnavian sebagai Menteri Dalam negeri punya kewenangan copot Anies dari jabatan gubernur DKI Jakarta?

Karena secara struktur, gubernur ada dibawah kontrol Mendagri. Artinya kita bisa mempertanyakan potensi Tito Karnavian di dalam mencopot Anies Baswedan. Saya mempertanyakan ini bukan tanpa alasan.

Kalau tanpa alasan, tentu artikel ini tidak bisa dipertanggungjawabkan. Kita melihat bahwa selama ini Anis tidak bisa bekerja di dalam memajukan bangsa ini lewat Jakarta.

Baca Juga : Arogan, Anies Tantang Bu Sri Mulyani Cek Anggaran: Kalau Kurang Pekerjaan Saya Tambahin

Coba lihat dari pencapaiannya yang saya kerjakan sampai saat ini. Nol besar.

Coba lihat janji janji kampanyenya mana yang sudah terlaksana? Rumah DP nol persen untuk rakyat di bawah gaji 3 juta? Para penikmatnya malah pemilik mobil mewah.

Ok Oce yang bisa membuat 40.000 lapangan kerja? Tercatat malah semakin banyak orang di Jakarta yang menganggur karena tidak ada pekerjaan.

Menolak reklamasi? Omong kosong, dilanjutkan malah dengan memberikan IMB kepada sekitar 1.000 bangunan lebih di pulau reklamasi.

Menjadikan kota Jakarta sebagai kota yang ramah bagi pejalan kaki? PKL PKL malah diberikan lapak di sana dan JPO atap nya dicabut.

Anggaran anggaran yang dikeluarkan pun juga tidak bertanggung jawab. Coba bayangkan atap rumah gubernur saja nilainya 2 miliar. Sedangkan juga lem Aica Aibon ditemukan William 82 miliar.

Ditambah lagi dengan satu unit komputer yang nilainya 128 miliar. Angka-angka yang dimunculkan ini menunjukkan bahwa Anies Baswedan tidak bisa memberikan praktik kepemimpinan kepada bawahannya sehingga bawahannya bisa seenak jidat.

Memang untuk sampai saat ini belum ada gubernur yang dipecat karena kinerja yang buruk. Sampai saat ini gubernur yang berkinerja buruk yang dipertahankan dan tidak dipecat itu pun pada akhirnya juga merusak daerah yang mereka pimpin.

Kecuali kasus korupsi atau penistaan agama, belum ada gubernur yang di Indonesia dicopot karena kinerja yang buruk.

Baca Juga : Dituding Selundupkan Anggaran, Anies Minta PDIP Melihat Sejarah

Saya kira pencopotan Anies Baswedan ini bisa menjadi pilot project dari Tito Karnavian sebagai Mendagri yang membawahi para gubernur di Indonesia. Kalau langsung dicopot Jokowi, sepertinya kurang.

Artikel pembahasan ini tidak sedang memberitakan hoax. Ini murni opini. Siapa tahu opini ini bisa menjadi masukan bagi undang-undang Permendagri.

Supaya apa? Agar ke depannya mendagri bisa mengesahkan pasal dukungan untuk pencabutan posisi gubernur dan pemimpin daerah jika terbukti tidak ada indikator yang dipenuhi di dalam pembangunannya dan kampanye. Mantap betul bukan?

Harapan besar ada di Tito Karnavian sebagai Mendagri. Sebagai pimpinan para gubernur, Mendagri harus bisa mengawal dan mengawasi pekerjaan gubernur. Kalau ada yang buruk bisa diperbaiki kalau tidak ya seharusnya ada yang copot dan gantikan orang yang lebih baik atau PLT gubernur. Apakah Pak Tito bisa? Atau harus Pak Jokowi sebagai presiden?

Jadi Jakarta tidak perlu terkatung-katung selama 5 tahun. Cukup untuk 2 tahun atau 3 tahun saja. Yang penting ada pengganti yang lebih baik. Kok mendadak saya jadi teringat Sumarsono ya? Bagaimanapun juga dia lebih baik daripada Anis 100 kali lipat dalam pandangan saya.

Warga Jakarta seharusnya belajar untuk lebih cerdas lagi di dalam memilih pemimpin. Lihat Jakarta 2 tahun ini yang tidak kemana-mana dan malah mundur seperti undur-undur, tidak ada perkembangan apapun.

Yang ada hanyalah mark up anggaran gila-gilaan, rumah DP nol persen yang hanya PHP, lem aica aibon yang nilainya puluhan miliar, komputer ratusan miliar, TGUPP nol kerja yang nilainya juga miliaran gajinya, pasir buat permainan sekolah yang juga nilainya miliaran, jalur sepeda yang di tengahnya ada tiang listrik, atap yang dicopot, dan masih banyak kegagalan yang lain.

Inikah yang disebut dengan maju kotanya bahagia warganya? Atau malah mundur kotanya bahagia DPRD dan Pemprov nya?

Dan baru-baru ini Anies Baswedan ini juga sok main drama dengan Pandji Pragiwaksono mengenai polemik Aica Aibon.

Coba berpikir sedikit dan Anda akan menemukan bahwa betapa Warga Jakarta begitu salah di dalam memilih produk demokrasi yang gagal ini. Pak Tito Anda bisa melihatnya bukan?

Begitulah lihat-lihat.

Sumber : https://seword.com/politik/erick-bisa-buang-dirut-garuda-apakah-tito-bisa-wKd57Qz8rG?fbclid=IwAR0CqEtnFLOhbucQKxb3BgDnGmRwMuVAdhH06azck8r1KGxycEaJpPcAhxc

No comments

Powered by Blogger.
------------------------------