Rusak! Karena Jujur, Transparan dan Berani, William PSI Divonis Bersalah


Berita Terkini - Hanya di era Anies Baswedan yang mahir bertata kata dan memiliki koneksi dengan banyak orang dengan mulutnya, William Aditya Sarana pun jadi korban. Korban karena apa? Karena dia jujur, transparan dan berani. Seberapa lacurnya pemerintahan daerah kita saat ini.

Baru kali ini, dengan telak kebenaran, keterbukaan anggaran dan kebaikan bisa diinjak-injak oleh pemangku kepentingan. Warga Jakarta hidup seperti di era gelap, ketika kitab suci belum diturunkan. Sesuatu yang dinilai benar atau salah bukan lagi dilihat dari standar kebenaran.

Zaman kegelapan muncul. Orang sesukanya mendefinisikan benar atau salah dengan pandangan masing-masing. Eksekutif, yudikatif dan legislatif di Jakarta saat ini ramai-ramai menzalimi anak muda jujur itu. Wiliam adalah korban dari zalimnya pendukung Anies. Dan di mana Anies? Dia menikmatinya.

Badan Kehormatan DPRD DKI telah menyelesaikan pemeriksaan kasus dugaan pelanggaran etika dari anggota dewan fraksi PSI William Aditya Sarana. Hasil pengusutan itu memutuskan William bersalah. Bersalah karena sudah membuat publik gaduh.

Gaduh kalau karena kebenaran, itu adalah gaduh yang perlu. Niscaya. Tidak bisa ditawar lagi. Berbeda dengan gaduh karena video potongan singkat dari Ahok yang dianggap menista agama. Itu video dipotong dan kebenara dikurangi. Sedangkan apa yang dikerjakan William itu adalah nyata.

Apa yang diambil dan diviralkan William adalah sebuah data yang ia ambil dari website yang sebetulnya bisa diakses publik. BK DPRD menjatuhkan vonis bersalah, lantaran William dianggap tidak ada urusannya dengan komisi Pendidikan, maka dianggap tidak proporsional.

Kalau logikanya seperti itu, mau di bawa kemana bangsa ini? Setiap orang punya hak. Apalagi William adalah anggota dewan. Koreksi itu jarang sekali datang dari dalam. Agak sulit mengharapkan komisi pendidikan untuk membongkarnya sendiri.

Iya (bersalah – red) mungkin dianggap tidak proporsional. Karena William bukan anggota Komisi E dan tidak membidangi masalah pendidikan. Toh ada orang PSI kan yang di Komisi E, bahkan wakil ketua Komisi E adalah orang PSI…

Akhirnya kami sepakat semua anggota BK itu kalau toh dianggap sedikit ada kekeliruan ya itu kekeliruan kecil karena dianggap tidak proporional aja mungkin. Laporan yang kami buat seperti itu…



kata Ketua BK DPRD DKI Achmad Nawawi.

Sebetulnya, siapa sih pelapor William? Mari kita simak fotonya terlebih dahulu.


Ingatlah tampang-tampang pelapor William. Coba cek ada yang familiar? Hahaha. Sugiyanto, lalu di ujung kanan siapa? Hayo perhatikan saja. Itu adalah pendukung Anies semua. Jadi pelaporan ini berbau politis.

Sebenarnya begini, untuk pelaporan dari mereka-mereka yang merasa Anies dizalimi itu ya sah-sah saja. Negara demokrasi ya pasti ada kebebasan bahkan dari orang-orang julid tersebut. Tidak ada yang salah dengan hal tersebut.

Namun menjadi janggal, absurd, ganjil dan ajaib jika William pada akhirnya divonis bersalah sebagai anggota legislatif. Jika ingin diperdebatkan, tentu kita akan tahu dengan kelogisan berpikir dan akal budi, bahwa William ini tidak bisa divonis bersalah.

Dalam fakta ini, kita melihat bahwa budaya “asal bapak senang” masih kuat bercokol di Indonesia, khususnya Jakarta. Jadi kalau Bapak Anies tidak senang, maka orang itu mau sebaik apapun, pasti akan disalahkan. Kita tahu Dewan Kehormatan DPR itu sudah punya jalinan relasi yang intim dengan DPRD dan eksekutif lama.

Dan ketika budaya ini didobrak oleh politisi muda, mereka gerah, beringsang, gelisah dan was-was. Apa yang menjadi reaksi mereka adalah menzalimi William. Bagaimana mungkin orang jujur itu bisa dianggap bersalah? Di mana BK DPRD ketika Ahok membongkar anggaran-anggaran palsu yang senilai miliaran?

Padahal saat itu, sudah jelas ada biaya-biaya tidak masuk akal yang diajukan oleh DPR-D untuk dicairkan dan dieksekusi. Di mana BK DPRD saat ada yang bikin anggaran USB, UPS atau apapun lah, dengan nilai fantastis? Sekarang masih santai-santai saja di DPRD. Malah banyak omong pula.

Saya berharap agar orang-orang baik di DPRD bisa tetap bertahan dan menjadi orang yang menjalankan tugas dan tanggung jawab mereka untuk setia kepada sumpah rakyat. Karena di era Anies lah, kebenaran begitu dicemooh. Sungguh tidak masuk akal.

Saya percaya bahwa kebenaran pasti akan menang, sooner or later. Tapi kalau orang baik diam, ya jangan ngebacot “Kebenaran akan mencari jalannya sendiri”.

Sumber : https://seword.com/politik/rusak-karena-jujur-transparan-dan-berani-E3k1pLgE9C

No comments

Powered by Blogger.