Dilantik 2 Desember, Ahok Buat Reuni 212 Jadi Ahok Anniversary


Berita Terkini - Kepanikan luar biasa kini dialami geng 212. Acara paling bergengsi yang selalu dinantikan menjalang akhir tahun "reuni 212" kini berujung petaka. Bukan saja karena sang Master Habib Rizieq yang merasa tercekal tak bisa pulang padahal tak ada pencekalan. Yang paling mengguncang justru kepopuleran Ahok yang kian mengancam. Dimulai dari demo serikat pekerja pimpinan oknum 212. Disusul demo Kampus merah putih pekan depan. Hingga terus menaikkan tagar #TolakAhokPegangBUMN dan #AhokBikinRusuhNegri.

Betapa dasyatnya efek Ahok ini. Entah apa yang mereka takutkan sebenarnya. Padahal dalam kasus yang menurut kita semua fitnah penodaan agama, Ahok telah menyelesaikan hukumannya. Kini bagai tak puas memenjarakan Ahok dan membuatnya kalah Pilkada. Kasus-kasus aneh era Ahok yang tak terbukti mulai dimainkan lagi.

Seperti diberitakan akuratnews.com, Komite Aksi Mahasiswa Pemuda Untuk Sang Merah Putih (KAMPUS MERAH PUTIH) menggelar aksi demonstrasi menolak Ahok duduk di kursi Direksi maupun Komisaris BUMN.

"Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa di sebut Ahok di duga terlibat berbagai mega proyek di era kepemimpinannya saat menjabat sebagai Gubernur Dki Jakarta." terang Korlap Kampus Merah Putih Rizal R. Sutanbagindo dalam undangan aksi yang beredar di kalangan Wartawan, Jumat (15/11/2019).

Sedikitnya ada lima temuan kejanggalan dalam mekanisme penyerahaan, perizinan, penggunaan, serta pemakaiaan ratusan milyar dana ABPD yang diungkap oleh Kampus Merah Putih dalam aksi tersebut. Diantaranya:

Pertama, Korupsi atas pengembangan Taman BMW,

Kedua, Dugaan korupsi pembelian lahan di Cengkareng Barat.

Ketiga, Dugaan Pelanggaran peraturan dan indikasi korupsi yang diduga dilakukan Ahok dalam pembelian lahan RS Sumber Waras.

Keempat, Dugaan kerugian negara dalam Proyek Pengadaan bus transjakarta senilai Rp 1,2 triliun.

Kelima, Prizinan Proyek reklamasi yang diduga menyalahi aturan dan terindikasi terjadi korupsi dengan adanya dugaan transaksi terselubung antara Ahok dengan pengembang, barter izin dengan sejumlah proyek Pemda DKI,

"Berangkat dari kasus di atas maka kami yang tergabung dalam Kampus Merah Putih akan melakukan aksi unjuk rasa pada Senin 18 November 2019, pukul 13.00 - S/d Selesai."

Aksi demonstrasi Kampus Merah Putih akan digelar di Istana Negara, Jakarta. Sedikitnya Kampus Merah Putih akan membawa 100 massa dalam aksi tolak Ahok jabat di BUMN ini.

Mereka menuntut:

1.Mendesak KPK untuk Segera Periksa dan Tetapkan status Hukum AHOK atas kasus korupsi tersebut.

2.Mendesak Presiden RI untuk Tidak Menerima Ahok untuk masuk sebagai Direksi / Komisaris di BUMN.

Dalam artikel saya terdahulu telah membahas beberapa kasus yang dituduhkan pada Ahok. Kasus sumberwaras merupakan pesanan pejabat BPK yang kecewa lantaran tanahnya tidak dibeli oleh Pemprov DKI. Makanya menuduh ada kerugian pembelian tanah senilai 191 milyar. Padahal patokan harga tanahnya bukan saat itu, melainkan 2 tahun belakang. Pantas saja KPK yang saat itu dipanggil komisi 3 DPR menyatakan Ahok tak bersalah dan menutup kasusnya.

Sama dengan pembelian lahan Cengkareng yang ternyata akal-akalan bawahan Ahok dengan pihak swasta. Ahok yang saat itu tak tahu menahu kalau kepemilikan tanah masih aset Pemprov DKI menyetujui pembelian seniali 688 milyar. Akhirnya bobroknya belakangan tercium. 2 bawahan Ahok dicopot dan salah satunya didakwah menerima grativikasi senilai 9,6 Milyar. Ahok juga menuntut penjual abal-abal bernama Toeti untuk mengganti rugi 688 milyar serta melaporkan hal ini ke kepolisian dan KPK.

Begitu juga kasus-kasus lain yang ternyata dibuktikan kalau Ahok tak bersalah seperti pengadaan Trans Jakarta, pengembangan taman BMW dan juga perijinan lahan reklamasi. Soal reklamasi, Ahok jelas memiliki acuan undang-undang. Jauh berbeda dengan Anies yang menolak tapi memberi IMB 1000 lebih tanpa ada aturan ataupun kontribusi 15%.

Saat ini penggusuran era Anies malah jauh lebih buruk ketimbang era Ahok. Kalau Ahok menyediakan rusun dan mengalokasikan warga dulu sebelum menggusur rumah mereka. Di era Anies, penggusuran malah dilakukan spontan tanpa mengalokasikan warga korban gusuran ke tempat lain alias menjadikan mereka gelandangan.

Era Anies juga tak memfungsikan e-budgeting dan transparansi hingga heboh pembelian lem aibon 82 milyar, ball point 123 milyar, helm proyek, pasir dan tinta untuk anak SD yang nilainya ratusan milyar. Mengalahkan pembelian lahan Sumber waras dan Cengkareng, tapi anehnya BPK membisu dan pendukung Anies tutup mata.

Melihat ketimpangan begitu luar biasa antara Jakarta era Ahok dan era Anies yang bak langit dan bumi. Seharusnya menjadikan mayoritas warga Jakarta sadar kalau pilihan seiman belum tentu lebih baik, malah lebih kental korupsi. Warga yang terkena gusuran di Sunter menjadi saksi penipuan kejam yang dilakukan Anies. Meminta suara warga asal Madura dsn ulama mereka dengan janji keberpihakan dan tak ada penggusuran, yang ada omong kosong belaka.

Kini giliran Ahok yang membuktikan kemampuannya di Pertamina. Tak usah hiraukan suara penolakan karena mereka sejatinya manusia bodoh yang tutup mata akan fakta yang ada. Semoga 2 Desember nanti Ahon dilantik jadi Dirut Pertamina sesuai pernyataan Erick Tohir yang akan mengangkatnya awal Desember.

Inilah kuasa Tuhan yang sesunggunya, bagaiman pejabat yang bekerja sepenuh hati untuk rakyat dijatuhkan dengan politik ayat dan mayat. Dan kini di hari yang sama 2 tahun setelahnya, Tuhan mengangkat kembali derajatnya jauh lebih mulia ketimbang yang menjungkalkannya dulu. Semoga tak ada lagi reuni-reuni 212 dan seterusnya di bulan Desember. Karena semua akan tergantikan dengan hari perlantikan Ahok. Ahok menggantikan reuni 212 menjadi Ahok Anniversary.

Sumber : https://seword.com/politik/dilantik-2-desember-ahok-buat-reuni-212-jadi-ahok-wMHfXkd8Ak

No comments

Powered by Blogger.