Arogan, Anies Tantang Bu Sri Mulyani Cek Anggaran: Kalau Kurang Pekerjaan Saya Tambahin


Berita Terkini - Arogansi si Anies Gubernur DKI Jakarta ini memang dahsyat sampai menyundul ke langit. Pongahnya nggak ketulungan. Tapi begitulah Gubernur yang tanpa prestasi ketika dipepet oleh atasannya maka dia semakin ngibul seraya menyombongkan diri dan menantang. Arogansinya bukan santun lagi tapi sangat tak beradab.

Kesombongan memang tak akan bisa ditutupi. Anies dengan sengaja mengalihkan isu boroknya pembahasan anggaran APBD 2020. Anies bersilat lidah seperti biasa dan tim bidadarinya yaitu TGUPP ikut menangkis dengan segala alasan yang penuh pengibulan.

Baik Anies dan TGUPP ikut jumpalitan dan menutupi borok dan bobroknya anggaran yang disorot berbagai pihak dengan berbagai alasan yang saling tak konsisten satu sama lain. Namanya dusta akan melahirkan dusta-dusta lainnya. Itulah borok menjijikan yahg muncul dari sang kepala dan menular ke bawahannya.

Puncaknya, tak heran ketika Anies menjawab dengan pongahnya saat ditanya soal kontroversi anggaran yang jadi borok dan bau amis sampai ke luar negeri.

Memalukan tapi tak sadar begitulah manusia yang sudah mati rasa dan tumpul nurani ini.

Jadi dalam sebuah interview, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mempersilakan pemerintah pusat untuk melakukan penyisiran soal skandal anggaran alias anggaran janggal DKI Jakarta yang sedang ramai dibicarakan.

Dalam rekaman video unggahan youtube realita tv, Minggu (3/11/2019), presenter realita tv Rahma Sarita menanyakan respon Anies terhadap pemerintah pusat mellaui Menkeu yang berencana menyisir anggaran DKI Jakarta.

Di media sudah viral soal rencana Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani yang akan turun tangan dan nantinya bekerja sama dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian untuk menyisir APBD DKI.

Lalu menanggapi pernyataan Rahma Sarita yang mengatakan sudah ada berita tentang Sri Mulyani yang berencana turun tangan, Anies menjawab singkat, menantang dengan keangkuhan.

Ia mengatakan jika masih merasa kurang pekerjaan, dirinya akan memberikan tambahan pekerjaan menyisir anggaran DKI Jakarta.

"Buat saya silakan kalau masih kurang pekerjaan, saya tambahin pekerjaan ini (menyisir anggaran janggal DKI Jakarta)," ujar Anies. Kurang ajar!.

Wah asem tenan. Kurang ajar si Gubernur yang menantang Bu Sri Mulyani dan dengan arogannya menyatakan bahwa dia akan menambahi dengan pekerjaan kalau kurang kerjaan. Benar-benar arogannya itu sudah nggak ada obatnya.

Inilah manusia yang tak sadar diri, tak tahu siapa dirinya lalu menantang pihak yang lebih tinggi. Kalau masih kurang kerjaan, itu adalah ucapan yang songong, sombong dan tak ada rasa respek atau hormat serta menurunkan derajat atasannya.

Dikira Bu Sri Mulyani kurang kerjaan. Sebaliknya adalah Anies yang terus jadi momok yang memporak-porandakan serta mencoba membuat bolong anggaran semenjak jadi Mendikbud di periode pertama kepemimpinan Presiden Jokowi.

Aneis benar-benar hilang kemaluannya. Anies lupa bahwa Bu Sri Mulyani yang menyelamatkan anggaran 23 trilyun di era dia memimpin Kemendikbud. Tak punya muka dan hati ya begini, diri sendiri yang tak becus tapi melemparkannya ke pihak lain.

Borok dan buruknya pembahasan transparansi anggaran sudah disoroti oleh anggota DPRD dari PSI dan netizen. Lalu yang terbaru adalah Wakil Ketua DPRD dari PAN yang ikutan melongo karena pembahasan yang serba kilat dna cepat, diberikan dalam waktu yang sangat mepet.

Sangat tak transparan dan akuntabel. Ya begitulah yang terjadi selama ini. Tak usah heran, permainan pembengkakan anggaran itu adalah modus lama dan sudah mulai dilestarikan di era Kepemimpinan Anies.

Bau amis kepemimpinan Anies makin menyengat ketika dia menatang Bu Sri Mulyani. Makanya sikat saja dan libas serta sisir sampai habis ya Bu Sri Mulyani.

Jangan kasih kendor dan pepet terus karena anggaran DKI itu banyak silumannya yang eksis. Kalau sudah ditemukan dalam jumlah besar dipecat saja lagi dan disuruh magang di Kemenkeu jadi penceramah motivasi untuk newcomer.

Bu Sri Mulyani jangan pakai lama Bu. Pak Tito juga harus menaruh perhatian kembali. Jangan lupa Pak Tito, instruksikan anak buah Anda untuk menyisir keras dan dan membongkar semua borok anggaran yang coba ditutupi oleh Aines.

Afek halu dan mabok lem Aibon makin menjadi-jadi membuat pemimpinnya makin arogan. Pemimpin yang ahli lubang dengan membiarkan banyak lubang menganga dalam anggaran APBD akan jatuh nantinya ke lubang yang dibuatnya.

Anies sang pemimpin congkak tanpa prestasi terus melambungkan diri dengan arogansinya. Mudah-mudahan akan nyungsep seyungsep-nyunsepnya.

No comments

Powered by Blogger.