Saatnya Prabowo Membuktikan Lebih TNI Daripada TNI


Berita Terkini - Apa prestasi Prabowo sebagai jenderal pecatan dan konon katanya berlumuran darah? Wah kalau sudah berbicara masa lalu Prabowo penulis juga bingung mau bicara apa ya, buktinya sampai hari ini saja belum ada yang berani menyeret Prabowo karena pelanggaran hukum yang dilakukannya, kalau beliau dipecat karena beliau bertindak diluar jalur komando, tindakan seperti apa itu? Sampai sekarang simpang siur, tapi kalau melihat sifat Prabowo yang ceroboh dan sering blunder, maka wajar jika dia melakukan kesalahan seperti bertindak diluar jalur komando.

Lalu bagaimana dengan Gusdur yang menyuruh Prabowo kembali dan membersihkan nama beliau? Penulis juga yakin jika Prabowo bukan jenderal yang bersih, tapi jika kita melihat panglima TNI tertinggi saat itu yang adalah jenderal kejam, penulis rasa semua jenderal yang pernah diberi komando oleh panglima tertinggi saat itu adalah jenderal berlumuran darah, termasuk yang sekarang berada di kubu Jokowi macam Wiranto, Luhut, Hendropriyono. Penulis yakin ini salah satu yang menjadi pertimbangan Gusdur memulangkan dan membersihkan nama Prabowo.

Lalu setelah masa lalunya seperti itu, apa yang telah dilakukan Prabowo saat ini? Memang-nya pembaca sudah lupa ya, kalau Prabowo adalah salah satu orang yang berhasil memajukan Jokowi dan Ahok ke DKI Jakarta? Masa kita mau menghilangkan peran Prabowo sama sekali dalam hal ini? Jangan karena kebencianmu terhadap Prabowo, engkau berlaku tidak adil.

Memang karena ambisi Prabowo yang ingin menjadi Presiden beliau sempat melakukan banyak kesalahan, misalnya dengan mendukung Anies di Jakarta mengalahkan Ahok. Lalu bekerja sama dengan kaum radikal dalam demo-demo togel, menggunakan politik identitas dan SARA dalam kampanye beliau dan lain sebagainya. Ya, namanya juga orang berambisi, segala cara akan dia lakukan, dan penulis yakin Prabowo yang ceroboh dan penuh ambisi seperti ini melakukan semua itu tanpa memperhitungkan dampak buruk ke depannya dari semua hal yang dia lakukan.

Apalagi rangkaian kampanye dan debat presiden yang tiada hentinya, tentunya otak Prabowo akan panas dan hang, jauh dari pikiran jernih. Belum lagi, sifat Prabowo sebagai orang pada era orde baru yang sifatnya "asal bapa senang", pasti banyak tindakan bawahannya yang di luar kendali beliau juga, bawahan melakukan hal-hal buruk dan kacau, lalu melapor ke Prabowo bahwa tindakannya adalah tindakan nasionalis, penuh kebenaran dan lain sebagainya. Hal seperti ini tentu akan terjadi selama masa kampanye, jadi tidak bisa kita timpakan semua kesalahan pada Prabowo, kesalahan Prabowo hanya terlalu ambisi, sehingga banyak cara tidak etis yang dia lakukan.

Apalagi banyak sekali pembisik-pembisik Prabowo dan penasehat Prabowo yang sangat pandai merangkai kata, hingga kata-katanya menghipnotis Prabowo. Contohnya Sengkuni Amin Rais, siapa yang tidak tahu track record Amin dalam melakukan provokasi? Malaikat sekalipun akan menjadi iblis jika sudah di-provokasi oleh Amin Rais, belum lagi ustad radikal macam Abdul Somad, Bahctiar Nasir dan bang Toyib, lihat saja sudah banyak mereka mempengaruhi umat sehingga menganggap mereka-mereka ini adalah orang suci, singa Allah, yang rela mati berjuang untuk membela kebenaran.

Semua kekacauan yang timbul adalah karena sifat ambisius Prabowo, yang akhirnya membuat dia bekerja sama dengan kaum radikal dan barisan sakit hati. Penulis tahu Prabowo salah, dan sangat salah, tapi tidak bisa kita timpakan semua kesalahan kepada Prabowo, ini politik, walaupun tergabung dengan koalisi Prabowo, namun mereka-mereka biang kerok di kubu Prabowo pasti memiliki rencana-rencana dan agenda-agenda masing-masing yang bisa saja bertentangan dengan keinginan Prabowo.

Setelah semua kekacauan yang Prabowo perbuat, lalu Prabowo mau merendahkan diri dari ambisinya menjadi Presiden dengan membantu Jokowi dalam pemerintahan. Bukankah ini merupakan niat baik dari beliau? Selain menurunkan target, Prabowo juga berpotensi kehilangan pemilih loyal beliau dan berpotensi dipecat ditengah jalan.

Penulis tidak melihat ini cara busuk Prabowo, jika melihat resiko yang akan dia terima ketika menjadi menteri pertahanan, butuh keberanian dan niat yang baik untuk menerima ini semua. Maka kenapa tidak kita berikan kesempatan kepada Prabowo untuk menebus kesalahan sebelumnya? Jika Prabowo tidak bisa membuktikan kinerja-nya, maka kita dukung Jokowi untuk memecat beliau!! Takut jadi barisan sakit hati? Tidak perlu, karena pada awalnya kan Prabowo sudah menjadi rival Jokowi.

Jadi biarkan Prabowo membuktikan dirinya lebih TNI daripada TNI dengan melaksanakan tugasnya, khususnya membantai kaum radikal dan kadal gurun yang merongrong pemerintahan. Selalu ada kesempatan kedua bagi seorang yang mau memperbaiki kesalahannya.

Sumber : https://seword.com/politik/saatnya-prabowo-membuktikan-lebih-tni-daripada-tni-Q1Yf7G45D6

No comments

Powered by Blogger.