Mengapa Susi Pudjiastuti Tidak Lagi Menjadi Menteri?


Berita Terkini - Posisi kabinet Presiden Jokowi jilid dua sudah diumumkan. Tentu ada pro dan kontra melihat posisi yang ada saat ini. Ada yang setuju dengan posisi sekarang ini, namun ada juga yang kurang sreg. Ini bisa kita maklumi, karena apa yang telah diputuskan oleh Presiden Jokowi tidak akan memuaskan semua orang.

Pasti ada alasan-alasan tertentu kenapa Presiden Jokowi memilih sosok tersebut untuk membantunya di kementerian tersebut. Presiden Jokowi sudah pasti menelusuri latar belakang dari sosok yang dipilihnya. Sehingga beliau menemukan sosok yang pas untuk menduduki posisi di kabinet yang dipimpinnya tersebut.

Salah satu sosok yang membuat pro kontra adalah Prabowo Subianto. Prabowo dipilih Presiden Jokowi menduduki posisi sebagai Menteri Pertahanan. Banyak pendukung Jokowi kecewa atas pemilihan sosok ini. Bagaimana tidak, Prabowo merupakan seteru Jokowi pada saat Pilpres lalu. Namun kemudian sosok Prabowo ini justru dijadikan sebagai seorang menteri oleh Jokowi.

Pemilihan Prabowo sebagai Menteri Pertahanan ini menjadi tanda tanya bagi pendukung setia Presiden Jokowi. Apakah nantinya Prabowo ini tidak akan menjadi duri dalam daging pemerintahan Jokowi? Apakah Presiden Jokowi tidak akan digerogoti oleh Prabowo di kemudian hari? Apalagi kita tahu selama ini Prabowo terus menerus menyerang Jokowi dari berbagai sisi.

Prabowo juga dikhawatirkan akan menikung Jokowi di kemudian hari. Apalagi Prabowo diberikan posisi strategis sebagai Menteri Pertahanan. Apakah Presiden Jokowi tidak takut di kemudian hari dikudeta oleh Prabowo? Namun yakinlah bahwa Presiden Jokowi tidak akan sembarang memberikan kedudukan tersebut kepada Prabowo jika Presiden Jokowi tidak yakin akan kesetiaan Prabowo kepada dirinya.

Menteri Pertahanan pun tidak akan dapat mengendalikan TNI kita. Panglima TNI dan Kepolisian sejatinya tidak akan tunduk kepada Menteri Pertahanan tetapi mereka bertanggungjawab langsung kepada Panglima Tertinggi TNI yaitu Presiden. Kenyataan ini, paling tidak akan mengademkan kekhawatiran dari pendukung Jokowi.

Yakinlah, pasti ada alasan tertentu kenapa Presiden Jokowi memilih Prabowo sebagai Menteri Pertahanan. Pasti ada tujuan tertentu. Karena Presiden yakin Prabowo akan mampu untuk tetap mempertahankan kesatuan bangsa.

Selain Prabowo yang menjadi pro kontra di kabinet Jokowi jilid dua. Sosok yang lain yang juga kontroversi menurut saya adalah Nadiem Makarim, boss Gojek yang dipilih menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Nadiem Makarim yang berlatar belakang seorang bisnisman yaitu membidangi lahirnya sebuah startup transportasi online ini apakah mungkin akan dapat mengemban tugasnya sebagai seorang menteri pendidikan dan kebudayaan? Latar belakang Nadiem bukan pada pendidikan tetapi pada ekonomi kreatif. Mungkinkah Nadiem akan sukses mengemban tugas sebagai mendikbud yang terkenal kompleks itu?

Beberapa menteri sebelumnya yang ditunjuk oleh Presiden Jokowi saja bisa dianggap gagal menjadi Mendikbud seperti Anies Baswedan yang dicukupkan di tengah jalan itu. Sedangkan pengganti Anies Baswedan juga tidak ada terobosan yang berarti dalam bidang pendidikan. Pertanyaan besar kita adalah mampukah Nadiem Makarim mengemban tugas sebagai Mendikbud?

Dari pengumuman menteri kabinet hari ini Rabu (23/10) kita tidak mendengar ada nama Susi Pudjiastuti di dalam kabinet jilid 2 ini. Kemana Susi Pudjiastuti yang digadang-gadang akan kembali direkrut menjadi Menteri KKP itu karena keberhasilannya dalam menanggulangi kapal-kapal asing pencuri ikan di perairan Indonesia?

Publik pasti bertanya-tanya kenapa Susi Pudjiastuti tidak dipertahankan oleh Presiden Jokowi? Menurut saja ada beberapa alasan kenapa Susi Pudjiastuti tidak ada lagi di Kabinet Jokowi jilid 2 ini.

Salah satu alasan kemungkinan ada pada Ibu Susi itu sendiri. Kemungkinan Susi sendiri yang tidak berkenan lagi menjadi seorang menteri, khususnya Menteri KKP. Mungkin Susi Pudjiastuti sudah cape harus terus berseteru dengan Menko Maritim atas kebijakan yang diambilnya semasa menjadi Menteri KKP.

Susi sebagai seorang pengusaha merasa sudah cukup membantu Presiden Jokowi pada kabinet periode pertama sehingga sudah waktunya lagi kembali ke pekerjaan semulanya itu, yang sudah lama ditinggalkan. Kemungkinan besar Susi sendiri yang tidak lagi bersedia menjadi pembantu Jokowi.

Ini dibuktikan dengan pamitnya Susi Pudjiastuti setelah jabatannya sebagai Menteri KKP berakhir beberapa hari yang lalu.

Alasan kedua kemungkinan berasal dari Presiden Jokowi sendiri. Mungkin ada pertimbangan-pertimbangan tertentu sehingga Susi Pudjiastuti yang tetap diharapkan menduduki posisinya semula itu tidak lagi diminta untuk membantu Presiden Jokowi. Di satu sisi ada keberhasilan Susi Pudjiastuti dalam memimpin Kementerian KKP tetapi di lain sisi mungkin ada hal yang diinginkan oleh Presiden Jokowi yang tidak berhasil dicapai oleh Susi Pudjiastuti.

Jadi, kita tidak perlu menilai terlalu berlebihan atas pengumuman kabinet Jokowi jilid 2 ini. Pasti Presiden Jokowi mempunyai pertimbangan-pertimbangan tertentu dalam memilih pembantu-pembantunya tersebut. Kita percaya saja kepada Padhe.

No comments

Powered by Blogger.