Kapolri Baru Dulunya Tandem Pak Tito Di Densus, Tangani Teror Bom Bali Dan Poso


Berita Terkini - Salah satu posisi paling strategis dan berat untuk mengatasi masalah terorisme dan radikalisme di Indonesia adalah Kapolri. Was-was juga ketika Pak Tito Karnavian beralih tugas untuk menjadi Menteri Dalam Negeri di Kabinet Jokowi.

Pak Jokowi sebagai Presiden bersama Pak Tito Karnavian tentunya tak akan sembarangan jabatan ini dipegang orang yang ‘biasa-biasa’ saja. Kapolri baru harus punya pengalaman dan keahlian dalam hal anti terorisme karena negeri kita menghadapi ancaman radikalisme dan terorisme di Indonesia yang sangat akut.

Terjawab sudah, Pak Tito sudah mempersiapkan sosok pengganti yang mumpuni dan yang penting berpengalaman membasmi teroris dan bisa diandalkan. Siapakah dia?

Dia adalah Idham Aziz, memiliki pengalaman cukup lama di Densus 88 Antiteror dengan prestasi melumpuhkan teroris bom Bali serta aksi teror di Poso. Luar biasa sosok Kapolri baru ini karena jadi tandem dan partner Pak Tito dalam menghadapi serangkaian aksi teror yang mengerikan di negeri ini.

Idham Aziz saat itu jadi wakil Pak Tito di Detasemen Khusus 88 ketika memburu dan membekuk Dr Azahari dan komplotannya di Batu, Jawa Timur, pada 9 November 2005. Saat itu, ia mendapat penghargaan dari Kapolri Sutanto, bersama dengan Tito Karnavian, rekan seangkatannya.

Masih ingat kan si Dr Azhari yang melakukan aksi –aksi teror yang mengerikan di negeri ini. Memburu dan melumpuhkan aksi Dr Azhari butuh orang-orang yang tak hanya punya nyali tapi strategi antiteror yang mumpuni.

Idham Aziz memang tandem atau partner Pak Tito yang saling melengkapi dan mendukung satu sama lain. Ketika ada konflik sosial di Poso yang sangat rawan, maka Pak Tito sengaja menugaskan Idham Aziz dan keduanya saling bahu-membahu mengatasi masalah yang sangat besar di area itu.

Apalagi medannya sulit dan beberapa teroris kelas kakap juga menjadikan area itu markasnya. Tak ketinggalan beberapa aksi sadis teroris juga dilakukan di sana. Plus konflik sosial di Poso, juga sangat riskan apalagi dituding melanggar hak asasi manusia (HAM).

Kelebihan Pak Tito ada pada diri Pak Idham Aziz. Maka dijamin antisipasi teroris di ke depan tak akan kendor. Ibaratnya Ini kembaran Pak Tito yang menjadi penerusnya di Kapolri.

Maka para teroris di negeri ini tak akan bisa bernafas. Karena taktik dan ilmu yang sama bakal diterapkan untuk memburu teroris yang jadi begundal pengahncur dan peneror neger ini.

Dengan Pak Tito menjadi Mendagri dan Idham Aziz sebagai Kapolri maka duet ini akan menjadi garda terdepan untuk menjaga negeri ini dari para aksi gerombolan teroris dan khilafah yang menjadi pengkhianat di negeri ini.

Di sisi lain dua duet ini akan menjaid duet maut dan tandem yang akan melibas para teroris dan begundal perongrong negeri ini yang mencoba-ciba mengganggu stabilitas dna keamanan dalam negeri ini.

Tantangan yang dihadapi Mendagri dan Kapolri sangat besar. Masih ada dan gentayangan simpatisan ISIS dan khilafah yang siap membaiat onlien. Maka yang perlu dipantau adalah aksi-aksi senyap dan terutama provokator agama yang kerap meradikalisasi calon-calon pengantin yang awalnya hanya simpatisan doang.

Ada harapan besar kedua tokoh dari Densus yang kini jadi pejabat penting negeri ini khususnya dalam bidnag keamanan dalam menangani masalah teroris akan kompak bersama memburu dan membasi teroris sampai ke akar-akarnya.

Para calon pengantin atau teroris yang mau ketemu bidadari harus berhadapan dulu dengan Kapolri baru yang ahli melumpuhkan teroris yang berhasrat ketemu bidadari. Ingat dulu bagaimana Pak Tito yang sengaja membuat para teroris gagal melakukan aksinya dan gagal bunuh diri.

Para teroris itu akhirnya mengemis minta dibunuh tapi sengaja dibiarkan. Misi dan aksi bom bunuh diri mereka gagal malah ketemu Pak Kapolri dan anggota Densus 88. Makanya hancur sudah impian dan hasrat yang sudah naik ke ubun-ubun. Impian bercinta dengan bidadari gagal total gara-gara Kapolri Pak Tito dan anaka buahnya di Densus 88.

Kini pengganti Pak Tito tak kalah tegas dan jagonya menciduk para teroris.

Bravo, selamat bertugas Pak Idham Aziz sebagai Kapolri dan bereuni kembali dengan Pak Tito Karnavian sebagai Mendagri.

No comments

Powered by Blogger.