2 Tahun Pimpin Jakarta, Gerindra Nilai Anies Banyak Kekurangan


Berita Terkini - Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Syarief menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan masih punya banyak kekurangan dalam memimpin ibu kota.

Meski demikian, menurut Syarif kinerja Anies sudah cukup baik selama dua tahun memimpin Ibu Kota.

"Evaluasi dua tahun ini bisa dikatakan pak Anies sudah on the track sudah pada jalan yang benar meskipun di sana sini masih ada kekurangan yang harus diperbaiki kaitannya dengan percepatan-percepatan program," ucap Syarif saat dihubungi, Rabu (16/10).

1. Syarif nilai beberapa program Anies terlambat


Syarif menilai ada beberapa program kerja Anies yang terlambat direalisasikan seperti program rumah DP Rp0 yang target awalnya tahun 2018 namun baru diluncurkan setahun kemudian di Klapa Village, Jakarta Timur.

"Waktu pertama dilantik atau janji kerja Pak Anies dan Sandi itu kan program DP 0 rupiah bisa dilaksanakan tahun 2018 baru bisa terealisasikan tahun ini pas HUT DKI harusnya kita berharap tahun 2019 akhir ini kita sudah dapat 2 ribu unit tapi tidak tercapai," ujarnya.

Menurutnya, program rumah DP 0 rupiah terhambat karena adanya kendala pada pengadaan lahan dan tingginya harga tanah bila dipaksakan akan menyulitkan dan tak bisa disubsidi.

"Kedua urusan dengan perbankan itu kan harus melalui skema pembiayaan dari pihak ketiga bank dan bank itu harus hitung-hitungannya cermat dan teliti tidak sembarangan," jelasnya.

2. OK OCE Belum maksimal


Selain rumah DP 0 rupiah, program kerja lain yang belum maksimal adalah penciptaan lapangan kerja melalui OK OCE yang belakangan diubah namanya menjadi PKWT (pengembangan kelompok wiraswasta terpadu). Menurut Syarief saat program tersebut baru menyerap 20 ribu tenaga kerja.

"Soal PKWT pada saat dilantik me-launching supaya ada pergerakan cepat dari enterpreneur targetnya 5 tahun 200 ribu lapangan kerja baru tapi tahun kedua ini saya mencatat tidak lebih dari 20 ribu. Sisa waktu 3 tahun lagi mudah-mudahan bisa tercapai 200 ribu," katanya.

Menurut politikus Gerindra itu, OK OCE terhambat pada tahap permodalan karena berhubungan dengan bank. Akibatnya banyak peserta tak mendapat modal dan tak melanjutkan usaha lewat OK OCE.

"Soal PKWT juga ada 7P itu namanya enterpreneur harus melewati pendaftaran pelatihan sampai P7 itu permodalan nah di permodalan bertemu dengan pihak ketiga dengan bank lagi sampai saat ini banyak yang mengeluhkan hasil pelatihan wirausaha itu tidak bisa ditindaklanjuti ke permodalan. Lagi-lagi bank dan OJK punya aturan sendiri itu lah pelambatan," ujarnya.

3. Anies sudah pimpin Jakarta dua tahun


Pada 16 Oktober 2019, Anies telah genap memimpin Jakarta selama dua tahun. Awalnya ia didampingi Sandiaga Uno sebagai wakil namun Sandiaga memutuskan mundur demi ikut Pemilu Presiden 2019.

No comments

Powered by Blogger.