Sudahlah Anies Ikuti Saja Cara Ahok Menangani Banjir


Berita Terkini - Selamat siang seworders. Sebagai bagian dari warga negara +62 yang terkenal dengan kecepatan membuat meme dan parodi sebagai bagian dari kritik dan sindiran terhadap aparatur negara yang dirasa kurang memuaskan hasil kerjanya. Begitu juga dengan hasil kerja dari gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Melihat carut marutnya penanganan banjir di DKI Jakarta yang bisa dikatakan berjalan mundur sejak ditinggalkan oleh Ahok, sangat wajar kalau banyak sekali meme yang menyudutkan pak Anies, apalagi beliau merupakan pemimpin yang suka lempar batu sembunyi tangan, menyalahkan daerah lain atas banjir dan tumpukan sampah yang bertransmigrasi ke Jakarta.


Sebenarnya sangat mudah untuk mengatasi banjir kalau pak Anies benar - benar mau bekerja untuk Jakarta, beliau tinggal teruskan saja programnya pak Ahok yang sudah teruji secara klinis mampu menanggulangi secara cepat. Masalahnya disini adalah pak Anies lebih pintar bermain kata ketimbang bekerja kala kata orang Madura "olle keccak colok tadhe' buktena, caremi." Kenapa saya berani bilang seperti ini karena Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta Syarif pun meminta pak Anies Baswedan untuk mengikuti saran dari pendahulunya, Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok, soal menangani banjir di Jakarta.

Rasanya tak perlu lah ya Syarif pak Anies membuat berpolemik dengan membanding-bandingkan banjir di eranya dengan era kepemimpinan pak Ahok. Karena biar bagaimana pun perbedaan pendapat harus disikapi secara profesional dan itu juga harus paham, dan jejak digital itu kejaam, enggak bisa diingkari kalau pak Ahok jelas lebih baik dari pak Anies.

Ada beberapa strategi banjir dari pak Ahok yang layak dilanjutkan oleh pak Anies. Salah satunya soal pompa untuk mengantisipasi genangan. Karena bisa jadi Konsep naturalisasi juga mungkin masih jadi rencana Pak Anies, sedang tekuni itu dan tak tau kapan akan terealisasi. Setidaknya pal Anies segera mengeksekusi terobosannya. Di antaranya drainase vertikal dan naturalisasi sungai, jangan hanya bisa menyalahkan wilayah lain.

Mau tidak mau Kita harus pahami secara proporsional saja, Pak Ahok kerjanya bagus dalam penanganan saat dia menjabat, gak banyak cincong dan retorika semata, tapi langsung beraksi. Yaah walaupun saya bukan warga DKI Jakarta tapi sebagai rakyat negara +62 saya nggak rela kalau ibu kota negara hancur lebur di tangan gubernur seiman.



Ibu kota negara itu bagaikan sebuah etalase dari suatu negara, kalau ibu kotanya bobrok maka keseluruhan negara akan di cap bobrok juga, tapi bagi para pendukung gubernur seiman, banjir kali ini adalah sebuah berkah dari Tuhan. Buktinya teman - teman saya sekarang banyak yang pura - pura buta dan tuli dengan kejadian ini padahal dulu waktu pak Ahok menjabat, mulut mereka sudah seperti radio rusak yang mencela, mencaci dan memfitnah pak Ahok.

Andai pak Anies benar - benar amanah dengan jabatannya, yang pasti beliau harus bisa melihat realita dengan nurani yang tak dibumbui kepentingan politik. Wajarlah kalau seluruh rakyat indonesia raya jengkel melihat wajah Jakarta yang seperti sekarang ini. Sebenarnya pak Anies bisa melakukan hal ini untuk menangulangi banjir tahunan ini.

- Melanjutkan semua kebijakan Pemkot DKI Jakarta semasa Jokowi-BTP hingga beralih ke BTP-Djarot.

- Tidak menyalahkan gubernur sebelumnya, dan gubernur tetangga seburuk apapun bila menemukan masalah, tapi mencari solusi yang tentunya komprehensif, serta akan irit bicara bila sedang tak diperlukan.

- Mendukung program pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR, serta bekerja sama dengan Gubernur Jabar, Walikota Bogor, Walikota Depok, dan Bupati Kabupaten Bogor, untuk menyelesaikan Waduk Ciawi.

Yaah sebenarnya siapapun Gubernurnya, DKI Jakarya tidak akan pernah bisa lepas dengan apa yang namanya banjir. Mau itu pak Foke, mau pak jokowi, Mau pak Ahok, mau pak Djarot ataupun pak Anies tetap saja Banjir akan selalu hadir ketika musim hujan tiba.

Tapi ada satu Keuntungan yang dimiliki oleh pak Anies Baswedan yang tidak dimiliki oleh para pendahulunya, karena saat ini tukang nyinyir, pejual ayat, ahli hoax berada dibarisannya. Jadi cara menyikapinya pun berubah. Dulu banjir itu karena bagian dari azab, kalo sekarang banjir itu nikmat Tuhan yang wajib di syukuri. Benar-benar banjir yg penuh barokah.

No comments

Powered by Blogger.