Prabowo Terancam Dipenjara karena Ucapan Amien Rais!!


Berita Terkini - Inilah buntut panjang dari ucapan Amien Rais dkk yang datang ke KPU dan meminta audit TI. Dalam kesempatan itu pula Amien mengatakan mengancam bahwa Prabowo akan mundur di Pilpres jika tidak diizinkan melakukan audit tersebut.

Pernyataan Amien Rais tersebut dapat berbuntut panjang di meja persidangan. Prabowo akan terancam dipenjara bila mundur, karena tidak sembarangan untuk mundur dalam pemilu.

Ditegaskan dalam kutipan beritasatu.com, Pernyataan Amien Rais yang bernada mengancam Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Jumat (1/3/2019) lalu membawa risiko hukum jika diwujudkan.

Saat itu Amien bersama massa sebuah organisasi kemasyarakatan mendatangi kantor KPU dan menuntut timnya diberi akses untuk mengaudit sistem teknologi informasi (TI) KPU. Jika tidak diizinkan, Amien mengatakan pasangan calon presiden-wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan mengundurkan diri.

Menurut Ratna Dasahasta, Tenaga Ahli Bidang Hukum Kedeputian V, Kantor Staf Presiden (KSP), tidak semudah itu calon presiden mundur.

"Entah lupa atau mengabaikan hukum, rupanya Amien Rais tidak memedulikan keberadaan UU No.7/2017 tentang Pemilu. Dalam UU itu secara jelas mengatur aturan main jika ada pasangan calon mengundurkan diri," kata Ratna dalam keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com, Sabtu (2/2/2019).

Ratna mengutip Pasal 552 ayat (1) jo. Pasal 236 ayat (2) UU Pemilu yangmenyebutkan:

Setiap calon presiden dan calon wakil presiden yang dengan sengaja mengundurkan diri setelah ditetapkan sebagai peserta pemilihan presiden sampai dengan pemungutan suara putaran pertama akan dikenakan hukuman pidana maksimal 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp 50 miliar.

"Pada awal penetapan pasangan calon oleh KPU, setiap pasangan calon wajib menyerahkan surat pernyataan tidak akan mengundurkan diri sebagai pasangan calon. Surat pernyataan ini yang mendasari mengapa pasangan calon bisa dipidana," kata Ratna.

Apakah hanya demi audit KPU, maka Pasangan Calon Prabowo-Sandi harus masuk penjara dan bayar denda puluhan miliar? Lalu di mana Amien Rais jika Paslon 02 masuk penjara?" ujarnya.

Baca Juga : Diancam Romo Syafi'i Akan Dicopot, Kapolda Sumut Santai: Qodrat dan Iradat Manusia Ditentukan Allah

Selain itu, tuntutan Amien melakukan audit sistem TI yang digunakan KPU juga menjadi pertanyaan.

"Jikalau tim Paslon 02 diperbolehkan mengaudit IT KPU, tentu tim dari Paslon 01 pun berhak melakukan hal yang sama. Lalu, bagaimana jika hasil auditnya berbeda? Untuk itu, audit apa pun harus dilakukan oleh auditor yang tersertifikasi dan ditunjuk KPU. Bukan sembarang orang bisa melakukan audit, seenaknya," jelas Ratna.

Nah, jelas sudah dasar hukum tersebut diuraikan. Jadi, Pak Amien sebenarnya hanya berdampak buruk bagi pasangan Prabowo-Sandi. Beliau asal ngomong tanpa memakai fakta dan data yang ada. Tidak melihat aspek hukum yang menjerat Pak Prabowo bila mundur dalam Pilpres. Pak Amien Rais hanya pandai berbicara dan mengancam, tetapi tidak punya referensi.

Pak Amien hanya membawa keburukan saja sepertinya. Yakan teman kura-kura sekalian?. Kalau begitu untuk apa memakai Pak Amien Rais dalam BPN. Maukah BPN mendapat kabar buruk lagi?.

Saya yakin, Pak Prabowo tidak akan pernah mundur dalam Pilpres ini. Bisa jadi itu hanya bualan dan karangan Pak Amien saja. Sebenarnya, beliau itu tak mengerti pemilu ini. Atau jangan-jangan cuma maramaikan-ramaikan atau meributi saja?.

Sudahlah, tolong BPN menasihati Pak Amien agar jangan asal berkomentar saja. Perlu arif dan bijaksana. Apa mau BPN bila Pak Prabowo dipenjara?. Emang kalo Pak Prabowo diancam dipenjara, Pak Amien Rais bisa apa??. Bisa menjewer dan memberi perhitungan?. Emang, Pak Amien Rais punya kekuasaan apa?.

Sudahlah hati-hati Pak Amien Rais dkk dalam berkomentar. Jangan suka mengancam tanpa memikirkan terlebih dahulu dampak buruknya. Harus bijak dong. Ini pemilu dan punya sanksi hukum bila ada yang melanggar. Jadi, harus hati-hati dan jaga tindakan bila tak ingin terjebak dalam hukum.

Jadi, buat kita juga jangan cepat percaya dan KPU jangan takut terhadap ucapan Pak Amien Rais tersebut. Teruslah berjuang menyelenggarakan pemilu agar lebih langsung, umum, rahasia, jujur dan adil. Pemilu memang harus luber dan jurdil agar demokrasi tidak tersakiti. Agar kita juga mendapatkan pemimpin yang terbaik. Jika bukan kita yang memilih pemimpin, jadi siapa lagi?.

Sekali lagi, Pak Amien hati-hati untuk bertindak. KPU pun terus berjalan tanpa takut. Rakyat membutuhkan kalian sebagai penyelenggara pemilu. Dan, KPU tetap jujur dan independen juga ya.

No comments

Powered by Blogger.