Kubu Mana Yang Paling Menyesatkan Dalam Berkampanye?


Berita Terkini - Akhi, apa ngak percaya nih, kalau video emak-emak pakai logo PKS yang lagi viral dari Makassar itu? Ini sudah sangat keterlaluan, kalau boleh dibilang “Memang biadab!!!”, nampaknya agama masih jadi bahan yang empuk untuk meraih kekuasaan. Apakah ini tidak akan pernah bisa berakhir?

Bagaimana nanti tanggapan PKS? Apakah emak-emak yang ada di video itu adalah kadernya atau simpatisanya atau gimana? Setelah emak-emak pepes, kini muncul lagi emak di Makassar, duh ini kampung ane, coba kalau ane ada disitu, mungkin ane sudah siram pakai air wudhu, biar syetan dalam dirinya lari terbirit-birit.

Kenapa sih begitu tega emak-emak ini kampanye hitam? Pakai fitnah lagi. Apakah ini program kampanye dari kubu sebelah yang terselubung? Apakah ini salah satu mesin politik mereka? Kalau ini terbukti, benar-benar sangat bejat, biadab..!!!

Tapi, kalau melihat serangkaian dari kejadian-kejadian kampanye hitam selama ini, bisa diurutkan. Kasus Ratna Sarumpaet yang begitu heboh, dan kubu BPN tidak mau mengakui Ratna lagi, dan malah ada yang menuduh bahwa Ratna adalah kiriman untuk menghancurkan elektabilitas kubu Prabowo. Alamakkkk… tuduhan-tuduhan licik dengan pola balik membalik. Begitu mereka terciduk dan sudah bertambah daftar kesalahannya, mereka beretorika untuk membalikkan keadaan.

Dulu ada juga yang terciduk, hoax 7 juta surat suara sudah tercoblos dalam kontainer. Ini sangat memalukan kubu sebelah, tapi dasar, mereka sudah kehilangan kemaluan? Ehh…salah…maksudnya sudah tidak malu lagi?

Tapi ternyata rakyat sudah pada tahu, dan untungnya emak yang di Makassar ini ada yang merekam, dan sepertinya si Emak ini tidak tahu kalau dirinya direkam, duh kasihan, terbongkar deh, ane curiga, bukan saja Emak ini berkampanye seperti ini, bukan cuma emak-emak Pepes juga. Mungkin banyak lagi emak-emak yang dijanjikan umroh gratis dan fasililitas-fasilitas lainnya, jadi kayak sales gitu, ada targetnya, yaitu agar Jokowi kalah, sungguh kampanye hitam yang paling keji dan biadab.

Allah akan membongkar tipu muslihat para pelaku fitnah, belum berkuasa sudah dibongkar. Tapi tentu saja, rakyat yang peduli kampanye bersih, diam-diam bekerja dan mengabarkan tindakan-tindakan itu, jadi ada usaha untuk memerangi para pelaku hoax dan tukang fitnah. Dan hasilnya biarlah menjadi kuasa Allah SWT.

Memang masih ada saja rakyat yang bisa dipengaruhi, dan ini menjadi sasaran para tukang fitnah model sales kayak emak yang terciduk ini. Dan kubu Ono sepertinya tak akan berhenti, ini akan makin masif, maka rakyat harus bahu membahu memberantas kampanye negatif ini, yang berdasarkan hoax, fitnah, semburan kebohongan, dan segala macam kebiadaban.

Menteri agama pun angkat bicara, juga menteri Pendidikan. Selama negara berdasarkan pancasila, pendidikan agama tidak akan bisa dihapuskan, yang dihapus itu ilmu-ilmu sesat, yang mengajari anak-anak jadi intoleran, yang mengajari anak-anak menjadi ekstrimis yang bisa mengancam kedaulatan, yang bisa mengancam ideologi pancasila. Ini yang wajib dihapus.

Pendidikan agama sangat diperlukan di setiap lembaga pendidikan, tapi bukan model yang diusung ISIS dan antek-anteknya kayak hatei dan sebangsatnya. Jika partai pekaes memang pancasilais, maka segera harus bersihkan partainya dari orang-orang yang anti pancasila, atau partai ini akan segera tenggelam karena rakyat sudah muak dengan jualan isu agama, rakyat sudah muak jika ada kampanye negatif kayak emak-emak yang pakai logo PKS itu.

Cawapres dari Jokowi adalah dari MUI, seorang Kyai dan ulama besar, maka tidak mungkin pelajaran agama akan dihapus, malah pesantren-pesantren mendapatkan perhatian yang besar dari Jokowi, malah ada hari santi nasional segala. Semoga rakyat bisa menolak kampanye hitam gaya emak-emak itu.

Coba perhatikan gaya kampanye emak-emak gaya sales itu, katanya kalau pilih Prabowo kita pikirkan nasib agama kita, anak-anak kita walaupun kita tidak menikmati. Padahal, melihat Prabowo jadi Imam shalat dan ngaji saja tak pernah, bagaimana bisa ngomonging agama emak ini?

Dari sini kan sudah jelas bagaimana dustanya emak-emak ini, juga emak-emak pepes yang pernah bertemu dengan Fadli Zon, yang videonya juga sudah viral itu.

Dalam membangun sumber daya manusia dengan pendidikan, Jokowi malah menekankan pendidikan yang berdasarkan akhlakul karimah. Kata Pak De, mengasah kepintaran dan keahlian saja tidak cukup. Manusia Indonesia, harus memiliki karakter yang kuat serta akhlak yang mulia atau akhlakul karimah.

Nah, dari sini, pemahaman agama Jokowi sudah bisa kita lihat dengan baik, beliau paham pentingnya akhlak sehingga manusia tidak jadi robot, atau jadi mesin politik yang bertujuan memenuhi ambisi berkuasa tuannya, seperti si emak-emak penyebar fitnah ini.

"Agar tidak mudah patah, tidak mudah menyerah, terus optimis dalam meraih cita-cita dan prestasi. Kita harus membangun manusia Indonesia yang berkarakter dan memiliki akhlak mulia," kata Pak De Jokowi.

#JokowiLagi

Sumber : https://seword.com/politik/kubu-mana-yang-paling-menyesatkan-dalam-berkampanye-qwzuHXuWx

No comments

Powered by Blogger.