Hasil Jualan Ayat dan Ngancam Mayat, 143 RT Tenggelam Dalam Semalam


Berita Terkini - Mantul mantul mantul, hasil jualan ayat dan ngancam mayat, Gabener Wan Abud mampu menenggelamkan 143 RT dalam semalam. Bu Susi tidak ada apa-apanya, coy.

Akibat pemilih dungu memilih pemimpin yang dungu, pada hari Rabu, 6 Maret 2019 kemaren, 30 kelurahan di Jakarta Utara dan Jakarta Barat kelelep seketika.

Dulu di era si Cina Kafir itu, Jakarta Barat, khususnya Plumpang dan Sunter tidak pernah banjir lagi, sekarang di era muslim pribumi yang seiman, air menari-nari bercanda ria saling berebutan masuk rumah warga.


Gabener Jakarta memang top markotop, Gabener kesayangan bani kampret. Hasil jualan ayat dan ngancam mayat, jadilah kolam air hasil impor dari langit dikirim 72 bidadari nan semoks di sorga.

Banjir terjadi pada pukul 06.00 WIB dan surut pada waktu yang beragam, yaitu pada pukul 09.50, 14.00, 15.00, 17.00 WIB. Ada pula yang baru surut pada pukul 22.00 WIB.


RT yang terdampak banjir paling banyak di Jakarta Barat, yakni 115 RT. Sementara RT yang terendam banjir di Jakarta Utara ada 28 RT.

Ditanya soal banjir, Wan Abud jawabnya enteng, sensasinya tak sebanding dengan kondisinya. Kan sableng. Baru ngurusin Jakarta saja, Wan Abud sudah gelagapan. Gitu mau jadi Presiden? Gile lu, ndroo.



Mungkin Gabener hasil pilihan antum bahlul para pemegang kunci gerbang kerajaan sorga itu mau berunding dengan air. Dengan keberpihakan, barangkali air bersedia masuk ke dalam tanah dengan cepat.

Di Jakarta Barat, 115 RT yang terendam banjir tersebar di 15 kelurahan 6 kecamatan. Air melibas Kecamatan Kebon Jeruk di Kelurahan Kedoya Utara, Kedoya Selatan, dan Duri Kepa.


Mungkin Gabener hasil pilihan antum bahlul para pemegang kunci gerbang kerajaan sorga itu mau berunding dengan air. Dengan keberpihakan, barangkali air bersedia masuk ke dalam tanah dengan cepat.

Di Jakarta Barat, 115 RT yang terendam banjir tersebar di 15 kelurahan 6 kecamatan. Air melibas Kecamatan Kebon Jeruk di Kelurahan Kedoya Utara, Kedoya Selatan, dan Duri Kepa.

Di Cengkareng, air menyerbu Kelurahan Kedaung Kali Angke, Rawa Buaya, Cengkareng Timur, Cengkareng Barat, dan Kapuk.

Di Grogol Petamburan: Kelurahan Jelambar Baru dan Jelambar, serta Kecamatan Kalideres: Kelurahan Tegal Alur, rumah warga kelelep dihajar banjir tanpa ampun.

Begitu pula di Kecamatan Kembangan, yaitu di Kelurahan Joglo, Kembangan Utara, Kembangan Selatan, serta Kecamatan Tambora, khususnya di Kelurahan Jembatan Lima, air meluap berkecipak.

Banjir di Jakarta Barat disebabkan luapan Kali Semongol di Kelurahan Tegal Alur dan Kali Angke di Kelurahan Kembangan Selatan.


Di Jakarta Utara, 28 RT yang terendam banjir juga tersebar merata di 15 kelurahan 6 kecamatan, yakni di Kecamatan Cilincing: Kelurahan Semper Timur, Kali Baru, Cilincing, dan Rorotan.

Banjir juga melanda Kelapa Gading di Kelurahan Pegangsaan Dua, dan juga di Kecamatan Koja, Kelurahan Rawa Badak Selatan.


Puji Tuhan Haleliya Alhamdulilah, Jakarta diberi berkah yang melimpah ruah berupa air. Swa sembada air pun jadi kenyataan, tak perlu impor air lagi.

Nikmati saja air mata dari pasukan langit dan tangisan malaikat. Ini berkah bagi warga DKI, Jakarta kini surplus air.



Ya beginilah Gabener hasil cetakan Amin Rais, Fadli Zon, Fahri Hamzah, Zulkifli Hasan, dan para ahli sorga lainnya. Ini baru contoh kepala daerah, apalagi besok-besok kalau kepala negara cetakan mereka jadi, pasti tambah ampun dijee.

Kata kaum bumi peang bani kencing onta, inilah nikmatnya rahmat banjir yang diberikan kepada rakyat Jakarta. Banjir itu berkah karena airnya turun dari sorga. Jangan melanggar kodrat, nanti ente kualat masuk neraka.


Para ahli sorga itu bilang bahwa hujan yang turun di Jakarta adalah air mata malaikat yang jatuh karena malaikat terharu pada warga Jakarta yang telah bahagia mempunyai pemimpin yang seiman yang menuntun mereka ke gerbang pintu surga.

Hujan adalah rahmat dan anugerah yang patut disyukuri. Jangan melawan Sunahtullah. Itu bukan banjir, akan tetapi hanya genangan air saja yang sedang ngantri masuk ke tanah.

Semakin banyak hujan yang turun, maka semakin besar cinta para malaikat sorgawi terhadap 58 persen warga DKI Jakarta.

Dan juga, banjir itu baik bagi kesehatan, bisa menghemat BBM, biaya perjalanan dinas, biaya makan di jam dinas, dan retorika sejenis dari kaum kampretus erektus yang dungunya berjamaah.



Begitulah kura-kura tipikal para ahli sorga yang terdiri dari penjahat kelamin yang kabur ke Arab, preman banci yang beraninya cuma mukulin anak kecil, koruptor yang nilep uang kemah, dan para pecundang bermulut septik tank.

Para TGUPP yang digaji dari duit rakyat sebesar 19,8 milyar per bulan itu hanya mampu menjadikan DKI menjadi kota tanpa daratan.

Salam kelelep.

#JokowiLagi

No comments

Powered by Blogger.