Alasan-alasan Pembongkaran Spanduk Jokowi Amin


Berita Terkini - Pembongkaran spanduk dan penerbalikan spanduk Jokowi Amin yang viral di media sosial semalaman sampai saat ini mengundang banyak tanya. Banyak reaksi juga dari para netizen yang ada. Ada beberapa alasan yang dibuat-buat dan terkesan mengada-ada mengenai pembongkaran spanduk ini. Ada yang mengatakan pembongkaran ini dilakukan karena itu adalah perintah dari atasan.

Ada yang juga mengatakan bahwa ada acara agama yang akan iring-iringan di sana. Maka untuk menghindari polemik, maka diturunkan sementara. Alasan-alasan yang halus dibuat oleh kubu genderuwo yang ada kuda sungai Nil di dalamnya. Mari kita simak satu per satu.



Sedikit terkait video pencabutan atribut kampanye di sekitar Bandara Syamsuddin Noor. Dapat info dari grup WA, sehubungan dengan kegiatan haul, semua atribut kampanye dari pihak manapun untuk sementara ditiadakan guna menghindari hal-hal yang dikhawatirkan mengganggu acara haul.

Di samping walaupun bandara itu adalah bandara sipil internasional, tapi ia masih dalam lingkup zona militer TNI yang harus steril dari atribut kampanye.

Hal ini terkesan masuk akal dan tidak dibuat-buat. Katanya bandara itu steril. Yakin? Di beberapa bandara pun ada spanduk kok. Lantas kenapa ini dicopot? Apa alasannya? Bagaimana cara menjelaskan “tidak mengganggu acara haul”?

Coba dielaborasi lebih jauh agar kita bisa memahami. Kami rakyat bodoh yang marah dengan apa yang terjadi dalam pencopotan spanduk itu. Tolong jelaskan apa hubungannya iring-iringan dan mengganggu acara haul?

Ada juga yang mengatakan bahwa itu adalah perintah Bawaslu. Hal ini bisa saja benar. Karena Bawaslu sampai saat ini terlihat begitu berpihak. Jadi kalau bicara ini perintah Bawaslu, mereka bisa saja benar.

Tapi jika kita telusuri lebih jauh lagi dan lebih dalam lagi, Bawaslu yang mana? Mereka yang membawa-bawa nama Bawaslu? Atau benar-benar komando pusat? Kalau hanya oknum, mereka harusnya diusut sampai tuntas.



Mencopot spanduk Jokowi Amin sih masih beruntung kalian tidak disiksa. Coba kalau bukan spanduk Jokowi Amin, tapi spanduk lain yang dicabut, bisa-bisa dipersekusi ente. Semoga saja Bawaslu bisa menjawab hal ini. Apakah benar atau tidak benar bahwa itu adalah perintah Bawaslu?

Ada juga yang mengatakan bahwa mereka itu melakukan tugas dari atasan. Tugas dari atasan yang mana? Kenapa tidak disertakan? Kalau berani bertindak, artinya berani bertanggung jawab. Kalau dilaporkan ke ranah hukum, kalian mau tidak?

Kok spanduk sembarangan? Kalau disuruh bertanggung jawab di hadapan hukum, apakah kalian berani? Sebenarnya ini bukan masalah spanduk yang dicabut saja. Ini masalah sehatnya berdemokrasi. Kalau mau demokrasi yang sehat, ya harus menerima perbedaan.

Kalau tidak bisa menerima perbedaan, silakan minggat dari Indonesia. Sebenarnya sampai sekarang penulis tidak terlalu mempermasalahkan cabut pasangnya. Tapi alasan di balik itu, yang harus benar-benar dipertanggung jawabkan. Jangan beda-beda alasan. Kalau satu komando, harus jelas. Kenapa ini terkesan dibuat-buat dan mencari kesalahan?

Alat peraga kampanye kalau diganggu seperti itu, ya tentu akan merusak demokrasi. Iklim pesta demokrasi dan kontes bergembira di dalam demokrasi ini, tidak bisa lagi terjadi. Permainan SARA pun sudah merajalela. Coba bayangkan, karena acara agama tertentu, itu jadi alasan untuk turunkan spanduk. Loh? Apa hubungannya? Ini kan negara hukum, negara bebas dan negara berdemokrasi?

Kenapa malah jadi seperti ini? Kenapa mereka bisa membalikkan spanduk dengan alasan-alasan demikian? Semoga ada klarifikasi. Kami menunggu klarifikasi. Karena jika tidak diklarifikasi, demokrasi rusak. Polisi dan aparat hukum harus bertindak.

Itu nomor polisi sudah jelas terpampang. Wajah juga sudah jelas di dalam video itu. Jadi jangan sampai demokrasi rusak, karena penyalahgunaan kebebasan yang kebablasan. Jangan sampai terjadi lagi.

Kalau ada pencopotan, sebaiknya diutarakan dan disebarkan pemberitaannya dulu. Kenapa? Karena bisa mengurangi polemik. Politik ini harus dijelaskan dengan baik-baik. Jangan sampai mereka adalah orang-orang yang menyamar jadi orang netral, padahal mereka itu adalah pembenci Jokowi.

Semoga saja mereka bisa bertanggung jawab terhadap hal ini. Harus diproses dan ditelusuri. Kenapa terjadi?

Setuju dong?

Begitulah satu-satu.

#JokowiLagi

No comments

Powered by Blogger.