Termehek-mehek CEO Bukalapak Minta Maaf Pakai Data Hoax 'Serang' Jokowi, Komentar Netizen Menohok....


Berita Terkini - Bukalapak dan Achmad Zaky, selaku CEO dan founder e-commerce itu, memberikan klarifikasi resmi terkait keriuhan akibat kata-kata "presiden baru" pada sebuah cuitan di Twitter.

Seperti diberitakan sebelumnya, kata-kata "presiden baru" itu tercetus dalam sebuah cuitan Zaky saat membahas perbandingan dana riset soal industri 4.0, yang menempatkan Indonesia di posisi ke-43. Dalam data yang dia sodorkan tersebut, Indonesia jauh tertinggal dari Singapura dan Malaysia.

Hal ini memicu reaksi netizen. Pada awalnya yang bergejolak duluan adalah kalangan yang kontra dengan pernyataan Zaky, sehingga mengusung #uninstallbukalapak. Pada prosesnya, ada pula tagar berseberangan yakni #dukungbukalapak.

Faktanya dana R&D Teknologi Indonesia data yang ditulis Zaky berbeda jauh dengan apa yang dijelaskan Kementerian Riset dan Teknologi.

Dalam cuitan yang dihapus oleh Zaky, anggaran R&D Indonesia pada tahun 2016 disebutkan US$ 2 miliar atau setara Rp 28 triliun. Jumlah anggaran ini kemudian dipertanyakan kebenarannya.

Lantas, berapa sebenarnya anggaran R&D Indonesia?

Salah satu netter pun ada yang memposting data anggaran R&D Indonesia berdasarkan sumber digital.rdmag.com. Dalam sumber itu disebutkan bahwa anggaran R&D Indonesia pada tahun 2016 sebesar US$ 9,38 miliar atau equivalen 0,89% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Namun data berbeda disampaikan oleh Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan, Kementerian Ristek Dikti, Muhammad Dimyati. Dia mengakui bahwa anggaran R&D Indonesia masih sangat kecil namun data yang disampaikan berbeda.

Menurut Dimyati, anggaran R&D Indonesia tahun 2016 terhadap PDB berdasarkan survei yang dilakukan oleh pihaknya hanya sebesar 0,09% terhadap PDB. Namun dia bilang angka tersebut belum mencakup seluruh institusi yang melakukan R&D di Indonesia.

"Secara keseluruhan anggaran R&D tahun 2016 terhadap PDB 0,08. Banyak data survei yang belum dimasukkan," katanya saat dihubungi detikFinance, Jumat (15/2/2019).

Dengan demikian, anggaran R&D tahun 2016 tanpa perhitungan komprehensif berkisar US$ 0,83 miliar (PDB Indonesia 2016 US$ 932,3 miliar) atau sekitar Rp 11,7 triliun (kurs Rp 14.000).

Kemudian pada 2017, Dimyati bilang anggaran R&D Indonesia setelah dilakukan survei oleh pihaknya mencapai 0,25% terhadap GDP atau sekitar US$ 2,54 miliar (PDB Indonesia 2017 US$ 1.016 triliun).

"Terus 2017 nya kita survei, 0,25% terhadap GDP. Besaran anggarannya Rp 30,8 triliun. Itu termasuk swasta dan itu gross (untuk rapat dan perjalanan dll). Tapi kalau untuk penelitian betul, anggaran berdasarkan survei di litbang kita itu hanya Rp 10,9 triliun. Sedikit memang," ungkapnya. 

Pada dasarnya Zaky juga sudah memberikan klarifikasi mengenai kontroversi "presiden baru" itu lewat rangkaian cuitannya di Twitter. Kini Bukalapak juga memberikan klarifikasi resmi yang turut berisikan pernyataan lanjutan Achmad Zaky.

Berikut siaran pers tersebut, yang berjudul "Klarifikasi Achmad Zaky: Bukalapak Dukung Riset dan Pengembangan Teknologi di Indonesia", dan disebar ke media pada hari Jumat (15/2/2019).

Sebagai CEO dan Founder Bukalapak, Achmad Zaky pada prinsipnya sangat memperhatikan kemajuan industri teknologi di Indonesia. Beliau sangat berharap agar investasi dalam bidang riset dan SDM tingkat tinggi bisa menjadi salah satu pendorong kemajuan Indonesia.

Mewakili Bukalapak, Achmad Zaky memohon maaf atas kekhilafannya dan atas segala kesalahpahaman yang timbul dan dengan tegas menyatakan bahwa cuitan tersebut tidak bermaksud untuk mendukung atau tidak mendukung suatu calon presiden tertentu, melainkan ajakan untuk bersama membangun Indonesia melalui penelitian dan pengembangan ilmiah.

"Saya, Achmad Zaky selaku pribadi dan sebagai salah satu pendiri Bukalapak, dengan ini menyatakanpermohonan maaf yang sebesar-besarnya atas pernyataan yang saya sampaikan di media sosial. Saya sangat menyesali kekhilafan tindakan saya yang tidak bijaksana tersebut dan kiranya mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya," kata Achmad Zaky.

Achmad Zaky dan Bukalapak amat sangat berterima kasih atas kebijakan serta dukungan pemerintah Indonesia yang diberikan selama ini kepada Bukalapak.

Sebelumnya Zaky juga meminta maaf di akun Twitter pribadinya.

"Buat pendukung pak Jokowi, mohon maaf jika ada yg kurang sesuai kata2 saya 🙏🙏🙏 jadi misperception. Saya kenal Pak Jokowi orang baik. Bahkan sudah saya anggap seperti Ayah sendiri (sama2 orang solo). Kemarin juga hadir di HUT kami. Tidak ada niat buruk tentunya dari tweet saya." tulisnya.

Meski Bukalapak dan Zaky telah menyatakan permintaan maaf, langkah ini tidak menyurutkan netizen terlebih pendukung Jokowi melakukan boikot ke Bukalapak.

"ok... lu jual kita borong... #UNINSTALLBUKALAPAK" tulis @yoikiae

"Awal kehancuran bisnismu jgn terlalu sombong ingat ya sainganmu byk klu sdh dipermudah Jkw utk bisnismu jgn nusuk dr blkng.Belanja OL lain lbh hebat dr BL.Klu sdh spt ini sy ngak minat lg belanja diBL.Unistall" tulis akun @katerinakwarin

"saya gak masalah kl mas dukung kubu sebelah, tapi gausah ditunjukin mas. keliatan nya jadi kaya manusia gatau diri" tulis akun @gwoblok

"ditunjukin pun ga masalah.. masalahnya dia menyerang dengan nyinyir, tendensius dan data yg ga valid.. ga etis" tulis @meow_leader menimpali komentar akun @gwoblok

"Gk pa2 nunjukkan pilihannya, cuman niatnya sdh busuk...menjatuhkan dg data yg digunakan itu bohong dt 2013 dibilang 2016, pdahal org sombong itu tau program pengembangan SDM yg jg mencakup R&D br th 2019 dimolai" tulis @EniendahS

"Dengan statement ini anda mengibarkan bendera "perang" lalu hapus twit dan minta maaf,semoga pak @jokowi mau memaafkan dan @budimandjatmiko beserta @inovator4id tdk berkecil hati dgn "omong kosong" 4.0 nya. 😇🙏🙏🙏 #UninstalBukalapak #UNINSTALLBUKALAPAK" tulis akun @PalingKafir

"TAK APA - APA BRO @achmadzaky TENANG AJA, KAMI HANYA MENINGGALKAN @bukalapak DAN BERALIH KE APLIKASI OS YANG LEBIH BAIK. "AKU PIKIR KAU AKAN BER-TERIMAKASIH ATAS KEHADIRAN PAK @JOKOWI DI HUT BUKA LAPAK BEBERAPA WAKTU LALU. TAPI KAU MENUSUK-NYA DARI BELAKANG #UninstalBukalapak" tulis akun @bangzul_1988

"Replying to @achmadzaky
Tapi tweetmu itu tendensius banget.. Dasar millenial karbitan..
Blunder ente broer... Bye-bye Bukalapak.. Yuk rame-rame #UninstallBukalapak"@Meykel

"Byee 👋🏻 #UNINSTALLBUKALAPAK"tulis @ZhafiraAdela

"#uninstallbukalapak is not enough...Try this one Gang!!!!!! "tulis @dlarasst_

No comments

Powered by Blogger.