Rahasia! Jokowi-JK Ketemu Empat Mata, Ratna Sarumpaet Dipuji


Berita Terkini - Hubungan Jokowi-JK sempat panas dingin. JK diketahui sempat mengkritik beberapa proyek infrastruktur Jokowi. Hal itu membuat istana merasa tersenggol. Para elit di lingkar satu istana mencoba menahan diri. Tak ada komentar yang menyerang balik JK. Tetapi semua bertanya-tanya. Ada apa dengan JK?

Dengan cepat Jokowi bermanufer. Kamis, 31 Januari 2019 lalu ia bertemu dengan JK. Tidak main-main. Dalam pertemuan itu, Jokowi langsung bertemu dengan JK empat mata. Tak satupun menteri yang menemani termasuk orang yang paling dekat dengan Jokowi. Keduanya tak ada yang menemani. Pertemuan yang sangat rahasia.

Pertemuan itu dilakukan di rumah dinas JK, pada malam hari. Jokowi sendiri yang mendatangi rumah JK. Pertemuan diakui Jokowi agak lama. Alot. Alasan pertemuan menurut keduanya adalah evaluasi bencana yang terjadi pada akhir tahun 2018. Benarkah hanya evaluasi bencana?

Saya yakin tidak. Ada topik yang sangat mendalam yang dibahas. Sebab jika hanya evaluasi penanganan bencana, pasti akan ditemani oleh menteri terkait atau minimal orang dekat Jokowi. Tetapi pertemuan ini sungguh pertemuan empat mata antara Presiden dan wakil presiden.

Saya duga Jokowi menanyakan dari hati ke hati kepada JK mengapa ia mengkritik proyek infrastrukturnya. Tentu saja JK memberikan alasan di baliknya. Mungkin untuk menarik perhatian Jokowi. Lalu keduanya pun berdiskusi soal imbalan kepada JK jika Jokowi kembali menang Pilpres.

JK yang sedang turun takhta pasti meminta jaminan dan imbalan kepada Jokowi. Bisa jadi JK meminta beberapa orangnya masuk ke dalam kabinet. JK sendiri mengkritik Muhaimin Iskandar yang meminta jatah 10 menteri di kabinet. Ini mungkin membuat JK jengkel. Dan kemungkinan Jokowi mengakomodasi permintaan itu demi memenangkan Pilpres dengan lancar.

Tak ada yang tahu pasti apa isi pertemuan keduanya. Yang jelas pasca pertemuan itu baik Jokowi maupun JK langsung bermanufer. Jokowi langsung berkampanye di Surabaya-Semarang. Lalu dengan percaya diri ia mulai menyerang Prabowo dengan bertubi-tubi.

Di saat yang bersamaan JK mulai panas. Ia menyatakan di muka umum bahwa sekarang ia all-out memenangkan Jokowi. Ia mengerahkan relawannya di Pilpres 2014 untuk memenangkan pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin 2019.

JK meminta relawannya Jenggala Center untuk aktif dan berkonsolidasi penuh dengan seluruh relawan di Indonesia. Jenggala Center dijanjikan JK akan kembali aktif mendukung Jokowi di Pilpres 2019.

"Ini kan lembaga. Yang kemarin-kemarin baik dari berbagai wilayah dan daerah. Tentu dengan siap kembali (memenangkan). Ini kan sejak 2014, kembali seperti 2014," ucap JK saat konsolidasi pemenangan di Hotel JS Luwansa (Sabtu 1/2/2019).

Komitmen JK yang didapat dalam pertemuan empat mata itu jelas menambah kekuatan Jokowi. Selama ini JK masih kerap bermain dua kaki. Anda bisa bayangkan jika JK yang plin-plan masih terus berkaki dua dengan ekor kalajengking hingga 17 April 2019 mendatang.

Hal itu akan menjadi masalah besar bagi Jokowi. JK sampai sekarang sangat kuat pada gerbong siluman jaringan masjid, baik Masjid yang normal, maupun masjid radikal. Jika JK bermanufer dan tiba-tiba mendukung kubu Prabowo, Jokowi dalam bahaya.

Peran JK melalu jaringan Masjid sangat kuat di DKI, Jabar dan Indonesia. Apalagi dalam kontestasi politik nasional di mana Dewan Masjid Indonesia alias DMI memiliki 800 ribu masjid, maka peran JK akan sangat menentukan. Itulah sebabnya, Jokowi perlu bertemu empat mata dengan JK.

Keberhasilan Erick Thohir yang merangkul JK menjadi Ketua Dewan Penasehat TKN ternyata tidak cukup. Jokowi harus turun langsung merangkul sepenuh hati JK. Dan itu yang dilakukan pada malam 31 Januari 2019 lalu. Hasilnya JK langsung berkomitmen menggerakkan kembali relawannnya Jenggal Center.

Kini Jokowi kembali fokus menyerang lawan-lawannya. Lawan Jokowi mulai ketakutan dan melempar psy war dengan mengatakan bahwa Jokowi mulai menyerang karena ia panik. Benarkah demikian? Sama sekali tidak. Yang benar adalah Jokowi percaya diri karena ia telah mendapat dukungan penuh dari JK. Oleh karena percaya diri, maka ia menyerang.

Jokowi bukan hanya menyerang tetapi ia juga terus-menerus menerapkan strategi babat alas. Artinya Jokowi sebanyak mungkin mengambil, merangkul atau mengurangi kekuatan lawannya. Hal ini untuk memastikan dirinya lebih besar menang dalam pertarungan.

Ketika tahu bahwa selama ini Ratna Sarumpaet telah dibuang oleh kubu Prabowo, Jokowi langsung mengambil hati pendukung Ratna dengan memuji kejujuran Ratna soal mukanya yang dioperasi plastik.

"Untungnya yang namanya Mbak Ratna Sarumpaet itu jujur. Saya kenal beliau lama. Beliau berani dan jujur sehingga ketika ramai, dia menyampaikan apa adanya. Saya acungi jempol ke Ratna," kata Jokowi.

Apa udang di balik batu pujian Jokowi itu? Dari pada Si Ratna ini terbuang percuma dan pendukungnya terombang-ambing, mending dirangkul. Sekecil apapun dukungan dari kelompok Ratna, tentu tetap berguna. Begitulah kura-kura.

No comments

Powered by Blogger.