Prabowo Sebut Pendukungnya di Medan Tampang Tak Berduit


Berita Terkini - "Kami perkirakan Rafael bisa main pada 11 Maret, karena jadwal awal Piala Presiden waktu itu masih belum berubah. Sekarang kami akan lihat lagi seperti apa perkembangannya, karena pertandingan pertama dimulai 4 Maret. Mungkin dia baru main di pertandingan selanjutnya," kata Jacksen F. Tiago, pelatih Barito Putera.

Selain pemulihan cedera, ternyata Rafael juga mendapatkan tugas lagi dari sang pelatih, yakni menurunkan berat badannya lantaran penyerang 28 tahun itu dinilai kegemukan sehingga pergerakannya kurang lincah dan bisa membuatnya rentan cedera.

Jika melihat video permainan Rafael, sebelumnya dia terlihat langsing dan punya teknik bagus. Tetapi, saat tiba di Barito, perutnya agak menonjol sehingga dia dapat menu diet dan latihan ekstra dari tim pelatih. Saat pemusatan latihan, dia terlihat dapat porsi latihan tambahan di kolam renang.

Rafael masih belum tampil dalam dua kali uji coba melawan klub lokal di Lapangan Kusuma Agro Wisata, Kota Batu. Dalam uji coba selanjutnya melawan Semen Padang, Selasa (26/2/2019), tampaknya dia juga masih absen.

"Kami tunggu dia pulih dulu karena ini masih pramusim. Jadi harus membuat kondisi semua pemain lebih baik sebelum bermain," imbuh Jacksen.

Barito Putera sebenarnya membutuhkan tenaga Rafael di Piala Presiden. Setelah pertandingan pertama melawan Arema, tim berjulukan Laskar Antasari ini kehilangan striker gesit Samsul Arif yang harus ke TC Timnas Indonesia bersama Evan Dimas sehingga Rafael diharapkan jadi tumpuan saat Samsul absen.

Prabowo kemudian kembali menjelaskan terjadinya kebocoran anggaran kurang lebih 1.000 Triliun per tahun. Jika dikalikan selama lima tahun, kata Prabowo, maka telah terjadi kebocoran anggaran hingga mencapai 5.000 triliun.

Menurut Prabowo, salah satu penyebab kebocoran anggaran karena pembangunan yang tidak jelas dan banyak dananya yang di mark-up atau digelembungkan.

Mark-up sesungguhnya mencuri dari rakyat Indonesia," terang Prabowo.

Prabowo menyindir bahwa KPK dan BPK telah memiliki bukti bocornya anggaran itu. Akan tetapi, dia mempertanyakan apakah lembaga antirasuah tersebut mau menindaknya.

"Nanti ada yang bilang pak Prabowo ada buktinya nggak? Yang punya bukti itu KPK, BPK, mau enggak menindaknya? Nanti saya bawa banyak kasus, ente marah-marah," ujar Prabowo disambut gelak tawa pendukungnya.

Mengaku Punya Karakter Jawa-Batak

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menjelaskan karakternya yang sering berapi-api setiap berbicara. Menurut dia, selain memiliki latar belakang profesi TNI, ada juga faktor suku Jawa dan non-Jawa yang mengalir di darahnya.

"Saya kebetulan setengah darah Jawa setengah darah luar jawa. Kalau saya berapi-api berarti keluar darah luar Jawa saya. Yang agak aneh Jawa saya Jawa Banyumas. Jadi orang Banyumas itu Batak nya orang Jawa. Kalau bicara sering seperti maung seperti harimau mau mengaung," ungkap Prabowo.

Pernah berpangkat jenderal, Prabowo mengaku tidak berani bicara tanpa ada yang dikerjakannya. Ia mengaku kerap diajarkan untuk memiliki komitmen terhadap apa yang sudah diucapkan.

"Saya mantan Jenderal, saya tidak berani ngomong tanpa apa yang saya kerjakan. Saya diajarkan dengan ajaran-ajaran nenek moyang kita," tuturnya.

No comments

Powered by Blogger.