‘Prabowo Jumatan Di Mana’ Jadi Trending, Senjata Kampret Makan Junjungan


Berita Terkini - Siapa dulu yang bilang kalau memilih pemimpin itu harus yang seiman? Sudah seiman, malah difitnah Kristen. Siapa yang tuduh anti-Islam dan kriminalisasi ulama? Sudah dekat dengan ulama, malah difitnah tidak kasihan ulama. Siapa dulu teriak-teriak Islamnya pemimpin tidak jelas? Pemimpinnya bisa salat dan jadi imam salat, malah dibilang pencitraan. Siapakah dia? KAMPRET.

Mereka ini memang senang sekali menjadikan agama sebagai alat untuk menyerang lawan politik junjungannya. Tidak main-main, mereka sampai menciptakan situasi agar kelihatan pemerintah seolah-olah tampak benci terhadap Islam dan ulama. Mereka sengaja mendesain peristiwa agar seolah-olah ada persekusi aktivis Islam. Mereka sengaja memancing-mancing membanci-bancikan Jokowi agar diproses hukum dan menuduh kriminalisasi ulama. Bahkan yang bermulut sampah pun mereka anggap sebagai ulama paling alim sejagat hanya untuk menggiring opini bahwa Jokowi anti-Islam. Ah kejam…

Tidak disangka-sangka, mereka malah memilih Prabowo sebagai capres, calon pemimpin negara. Semua kriteria keislaman bagi seorang pemimpin tadi itu pun rontok tak berbekas. Seolah semua itu sudah tidak berguna lagi ketika mereka sudah mendukung Prabowo. Semua senjata yang mereka gunakan menyerang Jokowi serentak tumpul ke Prabowo. Bahkan ketika Prabowo menggunakan tinjunya untuk membungkam ulama 212, mereka tetap mendukung Prabowo.

Pendukung Jokowi pun heran bukan kepalang. Kog begitu mudahnya manusia menabrak komitmennya sendiri. Begitu mudahnya prinsip iman didepak hanya karena pilihan politik. Begitu tak bertulangnya lidah mereka. Lalu mereka berdalil, Prabowo pilihan ulama. Situ waras?

Maka tidak heran kalau pendukung Jokowi mulai gerah. Mereka tidak mau dihantam terus menerus dengan pemikiran bolak-balik ala kampret. Maka mulailah mereka menyerang dengan senjata yang dulu digunakan kampret untuk menghantam Prabowo. Pendukung Jokowi menyerang mereka dengan cara yang sama tetapi dengan materi yang bukan fitnah.

Prabowo kemudian diserang sebagai orang yang dipertanyakan keislamannya, bisa salat atau tidak, bisa baca Quran atau tidak. Bukan hanya pendukung Jokowi, kaum muda Aceh pun mengundang kedua capres untuk tes baca Quran, yang kemudian dihindari Prabowo dengan berbagai alasan.

Ada pula senjata yang sekarang lagi trending topik. Banyak orang bertanya ‘Prabowo Jumatan di mana’ Sebab selama ini belum ada bukti otentik yang menyatakan bahwa Prabowo pernah jumatan. Tentu ditanya seperti itu karena Prabowo mengaku seorang Islam di tengah keluarga besar mayoritas Kristiani.

Saking penasarannya akan jawaban dari ‘Prabowo jumatan di mana’, pertanyaan itu menjadi trending topik di Twitter. Bahwa ada akun bot, atau akun abal-abal yang membuat jadi trending topik, kita tidak tahu. Dan dalam kalkulasi politik, tidak peduli bot atau tidak, yang penting pesan dari trending topik itu sampai ke telinga publik.



Sebenarnya publik atau bilang saja pendukung Jokowi sudah gerah dengan cara berpikir kampret selama ini. Mereka melarang orang lain untuk ikut perayaan Natal dan mengucapkan selamat Natal, tetapi ketika Prabowo joget di acara natal, mereka diam saja.

Mereka menuduh Jokowi pencitraan ketika salat, tetapi ketika keislamannya dipertanyakan yang sampai membuat Prabowo meninju meja 3 kali pada ijtimak ulama dan tidak pernah diketahui salat di mana, mereka juga diam saja.

Mereka menuduh Jokowi pro-aseng-asing, tetapi ketika Prabowo bertemu dengan dubes China, hadir di hari nasional China, dan meminta bantuan dana kampanye dari pengusaha Tionghoa, mereka malah mengatakan bahwa itu bukti Prabowo sangat dekat dengan semua orang.

Pokoknya apa pun yang buruk dituduhkan ke Jokowi, ketika itu justru ada di Prabowo, kampret-kampret tetap saja bersorak. Itu sudah di luar batas kesabaran berhadapan dengan manusia setan. Maka harus dilawan, jangan dibiarkan, nanti kesenangan.

Maka jangan salahkan ketika pendukung Jokowi menelanjangi keislaman Prabowo sampai ke yang paling detail sekali pun: Prabowo jumatan di mana. Jangan menangis ketika pendukung Jokowi memblow-up video joget natal Prabowo. Jangan salahkan pemuda Aceh yang meminta tes Quran. Jangan salahkan kalau #prabowojumatandimana jadi trending topik.

Sekarang Prabowo tahu rasanya ketika keimanannya menjadi kelemahannya. Bukan salah pendukung Jokowi, melainkan salah kampret yang menyerang membabi-buta dengan fitnah. Itu jgua salah Prabowo yang tidak bisa mengondisikan kampret-kampretnya agar tidak betah jadi kampret. Salah Prabowo, dia tidak jumatan dan tidak bisa baca Quran.

Makanya jangan jadikan agama senjata politik, nanti makan tuan sendiri

Salam dari rakyat jelata

No comments

Powered by Blogger.