Lieus Sungkarisma Melanggar Aturan Nyenolong Masuk Rutan Cipinang, Malah Marah-Marah! Kebetulan Atau...


Berita Terkini - Apa yang terjadi ketika Lieus Sungkarisma ketika menjenguk Ahmad Dhani – menurut saya – sudah di luar kewajaran. Membentak petugas lapas dengan cara yang – lagi-lagi menurut saya – sangat arogan dan memaksakan keinginan diri sendiri. Padahal petugas sudah melarang.

Saya pernah berkunjung ke salah satu lapas di Sumatera Utara untuk acara kerohanian dengan narapidana. Untuk mengurus izin masuk saja, kami butuh waktu dua bulan sebelum hari-H. Pada saat hari-H, ketika mau masuk ke ruang tunggu, kami diperiksa dengan ketat. Setelah melalui proses barulah kami bisa masuk dan melaksanakan ibadat setelah itu pulang. Jadi tidak semudah keluar masuk seperti di rumah sendiri.

Memang kejadian Lieus Sungkarisma membentak petugas lapas sudah jelas. Dia dilarang membesuk Ahmad Dhani karena hari Minggu bukan jadwal kunjungan di lapas Cipinang. Itu sudah aturan baku. Aturan itu sudah berlaku lama, jauh sebelum Lieus mau membesuk Ahmad Dhani. Kalau Anda tidak percaya, silakan kunjungi website rutancipinang.info.

Tetapi tahu apa pembelaan Lieus Sungkarisma? Silakan simak video berikut ini:


Yang jelas, Lieus melanggar aturan, masih saja ngotot benar. Dia membela diri tidak tahu. Heh orang tua, orang kaya dan mengaku tokoh masyarakat tapi kog pikiran dan pengetahuan sempit. Cari informasi, jangan asal nyelonong saja masuk rutan.

Dia ini tidak bisa membedakan kejaksaan dengan rutan. Kedua Lembaga itu punya tupoksi masing-masing, maka beda pula aturannya. Jangan karena kamu mau gampangnya saja lalu yang disalahkan sistemnya. Lihat saja di video itu bagaimana dia membela diri: “Apa salahnya saya?”

Sudah begitu dia kritik pula ketentuan rutan Cipinang soal kenapa hari minggu tidak ada kunjungan. Dia mengatakan hari itu hari libur. Lah itu hari libur kog malah nuntut petugas rutan bekerja sih? Lagian yang ditahan siapa, yang harus disenangkan siapa. Siapa suruh Ahmad Dhani bermulut kotor sampai masuk rutan, kog malah rutan yang dimasalahkan. Kog malah mau kritik Menteri? Lah gini gimana ceritanya pembesuk narapidana minta rutan mempermudah besuk tahanan, emang ini rumah sakit apa?

Jadi begini kawan, biar paham. Ahmad Dhani itu sudah hilang kemerdekaannya di lapas. Dia itu harus taat aturan. Kalau keluarga atau siapa pun yang mau menjenguk, harus taat juga aturan. Aturan itu dibuat untuk menjaga ketertiban lapas.

Jadi aturan itu bukan untuk mempersulit pengunjung, melainkan menciptakan ketertiban. Kalau mau mengunjungi narapidana, harus ikut aturan agar ketertiban di lapas jadi terjaga. Nanti kalau diistimewakan, maka narapidana akan berontak untuk diperlakukan secara adil. Kira-kira begitu, paham duhai sang tokoh masyarakat pelanggar aturan.

Kenapa ada video itu? Di sini saya mulai curiga. Video yang beredar itu adalah video amatir. Seharusnya video itu tidak diperkenankan karena termasuk area terlarang. Ketika petugas melarang divideo, mereka bersikeras divideokan. Ini ada apa?

Barulah saya ngeh ketika saya membuka group Telegram kampret. Ini linknya Sobat Prabowo-Sandi. Anda harus punya aplikasi Telegram kalau mau menelusuri group. Tapi kalau hanya memastikan benar ada postingan seperti itu, cukup klik aja maka akan otomatis terbuka di browser.

Saya lebih ngeh lagi ketika mencoba menelusuri dunia Twitter. Ternyata video itu sudah disebarkan di media sosial sejak kurang lebih pukul 1 atau 2 siang oleh akun @marierteman dengan narasi – ya ampun negeriku ini – yang sangat menyudutkan pemerintahan saat ini. Dan penyebaran video di akun ini dengan di group Telegram tadi hanya kira-kira 1 jam saja.

Ahmad Dhani (AD) sudah masuk penjara saja rezim ini masih ketakutan.

Padahal yg ingin bertamu AD cuma seorang cina Lieus Sungkharisma dan seorang budayawan Jaya Suprana. Mengapa?

Karena kebenaran memang tidak dapat di penjara oleh apapun. Apalagi sama seorang pembohong.



Note: Video yang Anda lihat di cuitan ini adalah video yang diupload ulang kemudian disematkan dalam cuitan, karena Seword belum mendukung embed video dari embed Twitter

Saya harus mengatakan bahwa kemungkinan besar kunjungan ini sudah direncanakan pada jam yang salah agar petugas rutan menghalangi dengan demikian ada alasan untuk mengatakan bahwa mengunjungi Ahmad Dhani dihalang-halangi kemudian menyebar berita rezim zalim. Dasar setan benar…..

Maaf, bukan mau berburuk sangka. Saya juga sebenarnya tidak mau sengaja menyimpulkan dengan memojokkan kubu Prabowo-Sandi, tetapi fakta membuktikan demikian. Sangat tidak masuk akal, tokoh seperti Lieus dan Jaya Suprana tidak tahu aturan rutan. Kalau kesimpulan ini salah, saya mohon maaf.

Masalahnya kalau ada niat menghalangi, seharusnya Sandiaga pun tak akan diizinkan mengunjungi Dhani pada Kamis, 31 Januari 2019.

Salam dari rakyat jelata

No comments

Powered by Blogger.