Kalau Cuma Janjikan Turun Harga Telur Murah, Prabowo Tak Usah Jadi Presiden!


Berita Terkini - Acara Forum Komunikasi Majelis Ta'lim (FKMT) serta relawan Aliansi Pencerah Indonesia (API) yang digelar di kediaman Prabowo Subianto, pada Jumat (8/2/19) menyisakan cerita menarik. Lagi-lagi berkaitan dengan ucapan bernada janji kampanye dari Capres Kubu 02 tersebut. Apa lagi janjinya?

Kali ini Prabowo berjanji akan menurunkan harga telur, daging, dan berbagai harga bahan pokok lainnya sebagai program awal 100 Hari jika kelak terpilih menjadi Presiden RI. Prabowo mengungkapkan hal itu, seperti dilansir dari laman DETIK, kepada mayoritas emak-emak yang menjadi audience pada acara tersebut.

Cermati apa yang dikatakan Prabowo berikut ini:

"Ibu yang dari FKMT tadi saya nangkep sudah harapannya, pokoknya perintah emak-emak saya sudah tangkap, emak-emak minta harga daging turun, harga beras turun, harga gula turun, harga telur turun, harga ayam turun, minta harga listrik turun, betul?"

SEMBAKO DAN LISTRIK memang selalu menjadi bahan kampanye yang cukup “seksi” untuk dibahas setiap kali kontestasi Piplres. Selayaknya gadis bahenol yang tak pernah habis untuk dibahas karena terlihat sangat menarik dari generasi ke generasi.

Perkataan bernada janji bombastis tetapi rasanya tidak realistis ini masih ditambah begini:

"Untuk harga listrik, mungkin kita butuh lebih lama lagi. Karena sudah dibikin agak kacau selama ini, tapi mungkin kita ya 18 bulan bisa lah kira-kira insyaallah. ibu kan sudah menderita 4 tahun, 18 bulan ya tidak apa-apa ya, daripada saya janji janji yang saya gak bisa saya penuhi."

Ah, rasanya sudah habis kata untuk mengomentari Capres yang satu ini. Namun, berhubung puncak acara Pilpres 2019 masih dua bulanan lagi, materi kampanye yang begini harus terus diangkat supaya masyarakat tahu model seperti apa Capres yang diusung oleh Kubu 02.

Membaca dan sedikit memikirkan isi kampanye di atas, saya kok semakin paham bahwa memang Prabowo Subianto kurang paham perkara ekonomi makro. Setiap keputusan, entah itu sembako, tarif listrik, juga harga BBM ... semuanya ada hitungan dengan keterkaitan antara satu bidang dengan bidang yang lainnya.

Baca Juga : Misteri BTP Akhirnya Terungkap

Tentu tak seorangpun bisa memastikan bahwa berbagai faktor yang ada bisa semuanya mendukung untuk menetapkan harga BBM dan listrik, atau menjaga stabilitas harga sembako di pasar, seperti yang direncanakan atau dikehendaki. Sekali lagi, saya tak yakin Prabowo sudah memikirkan langkah-langkah strategisnya terkait perkataan yang agak bombastis itu.

Coba saja kalau tidak percaya. Tanyakan langsung kepada Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, atau tim sukses BPN Kubu 02 soal bagaimana langkah praktis atau strateginya. Hitungannya seperti apa juga silakan ditanyakan. Nanti kan Sampeyan kalau nggak disemprot, malah disuruh cari sendiri di Google atau disuruh ngitung sendiri! (masih ingat soal 25% kebocoran anggaran itu kan? Disuruh cari tahu sendiri lho!)

Lagipula model kampanye kok begitu. Tak ada yang berubah, malah cenderung tambah parah dan ngawur semakin mendekati Pilpres 2019. Entah karena kalap, tak tahu harus bikin program apa, atau panik gara-gara elektabilitas kabarnya mentok di kisaran 34% suara ... akhirnya para emak-emak didekati atau lebih tepatnya dirayu dengan janji membuat harga telur (sembako) dan listrik turun.

(Belum tahu dia ... kalau emak-emak tadi nggak dijatah sama suaminya uang bulanan, bisa repot juga, kan? Nggak sekalian Pak Prabowo janji akan menaikkan gaji bagi para suami di seluruh Indonesia supaya bisa membeli sembako dan membayar listrik bertarif murah yang Bapak janjikan?)

Saya heran sekali ... mau jadi Capres atau pedagang kelontong saja di pasar! Kalau janjinya cuma menurunkan harga telur, gula, beras, teh, dan minyak ... tak perlu Bapak Prabowo menjadi presiden! Cukup jadi pedagang di pasar ... jadi juragan toko kelontong ... lalu cari supplier-supplier dengan harga miring ... kasih intimidasi sedikit biar diskonnya nambah ... nanti kan sembakonya bisa dijual murah! Kalau perlu diberi bonus beli sembako dapat istri atau suami ... nanti kan tambah ramai pembeli sembakonya. Hahaha...

Ah ... sudahlah!. Suka-suka Pak Prabowo mau janji apa. Yang penting tanggal 17 April 2019 kita semua coblos Jokowi-Ma’ruf. Nomor 01 tetap jadi pilihan terbaik bagi seluruh rakyat Indonesia. OKAY?

#01IndonesiaMaju

#TetapJokowi

No comments

Powered by Blogger.