Ibunda Sandiaga Berkaca-kaca Karena Julukan Sandiwara Uno, Gimana Dengan Fitnah Terhadap Jokowi?


Berita Terkini - Ibunda Sandiaga Uno, Mien Uno bercerita soal Sandi dan caranya mendidik anaknya. Dia mengaku selalu mendidik anaknya sesuai dengan nilai agama dan kearifan lokal yang berlaku di Indonesia seperti nilai integritas, kejujuran, dan etika, agar menghormati orang lain.

"Mas Sandi itu saya didik, memang sesuai dengan aturan dan apa-apa yang saya telah terima pada waktu saya kecil. Orangtua saya, kebetulan dua-duanya guru, jadi saya mendidik sesuai dengan aturan," kata Mien Uno. Karenanya dia tidak heran dengan sikap Sandi yang tidak pernah membalas setiap fitnah atau kabar negatif yang dialamatkan kepada Sandiaga di masa pilpres saat ini.

Landasannya adalah etika. Etika adalah aturan emas dan landasannya adalah moral.

Meski anaknya memilih tidak membalas pihak yang memfitnahnya, namun sebagai seorang ibu, Mien kadang merasa sakit hati. Apalagi, terkait narasi 'Sandiwara Uno' yang disematkan ke Sandi dan dianggapnya sebagai sesuatu yang mustahil dilakukan Sandi.

"Jadi, kalau ada yang mengatakan 'Sandiwara Uno' itu adalah sesuatu yang mungkin dia (Sandi) tidak apa-apa, tetapi yang sakit hati itu ibunya," kata Mien sambil berkaca-kaca. Dia ingin sekali menjelaskan kepada pihak yang telah memfitnah anaknya tentang sosok Sandi yang telah dibesarkan dengan nilai-nilai jauh dari dari kebohongan dan kebencian.

Dia ingin berhadapan dengan orang itu untuk mengatakan bahwa apa yang dilakukan adalah sesuatu yang memang benar terjadi. Jadi, sekarang kalau ada orang yang mengatakan itu ‘Sandiwara Uno’ harus minta maaf kepada dia yang telah melahirkan dan mendidik mas Sandi dengan segenap tenaga untuk menjadi orang yang baik. Dia menantang siapa yang mau berhadapan dengannya sebagai ibunya.

Baca Juga : Ketua Umum PA 212 Slamet Ma'arif ditetapkan sebagai tersangka

"Saya sedih banget sebagai orangtua yang melihat keadaan yang terus-menerus dipertentangkan yang sebetulnya itu adalah hal yang tidak benar," katanya.

Oke, penulis tak akan membalas pembelaan di atas. Saya bisa maklumi pembelaan seorang ibu kepada anaknya.

Sekarang izinkan penulis ikut melakukan pembelaan terhadap presiden Jokowi dengan cara yang sama seperti ibu Sandiaga yang membela anaknya. Biar perbandingannya fair dan adil.

Tabloid Obor Rakyat adalah media yang baru muncul pada saat pilpres 2014. Tabloid tersebut membuat tulisan yang dari judulnya saja tampak menghina Jokowi.

Judul itu diantaranya: Jokowi Anak Tionghoa, Putra Cina asal Solo, Ayah Jokowi adalah Oey Hong Liong, Status Perkawinan ibunda Jokowi dengan Pey Hong Liong?, Dalam Tradisi Cina Kaya, Wanita Pribumi Hanya Akan Dijadikan Gundik, atau Nyai, Sebagai anak gundik, Jokowi tak berhak menyandang nama marga (Tse) Oey, Cukong-Cukong di Belakang Jokowi, Dari Solo Sampai Jakarta De Islamisasi Ala Jokowi dan lainnya.

Bayangkan bagaimana perasaan ibunda Jokowi saat mengetahui hal tersebut?

Presiden Jokowi juga pernah diserang isu PKI. Dia dituding anak PKI, berafiliasi dengan PKI. Padahal jelas-jelas PKI sudah habis dan sengaja dihembuskan salah satu pihak demi kepentingan politik.

Bayangkan bagaimana sakitnya hati seorang ibu melihat anaknya dituduh dan difitnah dengan cara yang sangat brutal dan jahat?

Masih ingat dengan Jonru Ginting yang pernah di penjara karena tulisannya di media sosial? Dia pernah mengatakan kalau Jokowi merupakan Presiden yang belum jelas siapa orangtuanya. Sungguh aneh, untuk jabatan sepenting presiden, begitu banyak orang yang percaya kepada orang yang asal muasalnya serba belum jelas.

Baca Juga : Prabowo Serang SBY dan Mertua Sebagai Elit Tak Berguna, Gejala Pikun atau Gejala Waras?

Sebagai orangtuanya, bagaimana perasaannya kala mendengar hal tersebut? Sakit bukan? Bukan lagi berkaca-kaca, tapi bisa jadi menangis. Fitnah seperti ini sudah keterlaluan.

Kalau ibunda Sandiaga berkaca-kaca karena sebutan Sandiwara Uno dan meminta mereka agar meminta maaf, silakan saja.

Tapi ada yang lebih parah dari itu yaitu Jokowi. Fitnahnya lebih kejam. Tuduhannya lebih brutal. Dia dicap dengan berbagai label paling busuk yang pernah kita tahu. Sentimen PKI dan China dikaitkan kepadanya.

Bukan bermaksud menyindir, tapi hanya ingin memberikan wawasan dan fakta kalau Jokowi menghadapi situasi yang jauh lebih parah. Apa yang menimpa Sandiaga, masih belum ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang sudah dihadapi Jokowi.

Kalau mau sedih-sedihan, harusnya orangtua Jokowi yang lebih hancur hatinya. Itu saja sih.

Bagaimana menurut Anda?

No comments

Powered by Blogger.