3 Ulama Ini Disindir dan Direndahkan Fadli Zon, Apa Salah Mereka?


Berita Terkini - Memang sulit memiliki kader yang suka main di air keruh dan terpercik muka sendiri. Fadli Zon sekarang sudah menjadi sosok yang paling tidak disukai oleh kalangan santri dan kalangan ulama, karena dianggap menista ulama. Para santri pun tumpah ke jalan memprotes puisi Fadli Zon yang dianggap merendahkan ulama. Lebih berpikir untuk meminta maaf kepada Rusia ketimbang ulama... Itukah mentalitas Fadli Zon?

Padahal kita tahu, bahwa sebelumnya Prabowo, junjungannya dianggap sebagai capres pilihan ulama, meski dia tidak memilih ulama. Ironis sekali kan? Setelah polemik ini, kabarnya Fadli Zon mendapatkan teguran keras dari Prabowo. Mungkin tegurannya bukan karena dianggap menghina ulama, melainkan menggerus elektabilitasnya. Apa salah mereka sehingga bisa disindir seperti itu? Bagaimana kisahnya? #JokowiLagi #01IndonesiaMaju

Sebenarnya begini. Kita tahu bahwa capres nomor urut 02 ini tidak terlalu memperdulikan ulama. Selama ini, ketika orang yang katanya dianggap sebagai ulama membela dirinya, dirinya tidak pernah ikut membela ulama. Itu hanya mainan politik saja.

Lihat saja ketika Gus Staquf berbicara perdamaian kepada orang Yahudi dan disindir habis oleh Fadli Zon, Prabowo diam dan tidak bersuara. Panggilan Gus itu adalah orang yang paham agama loh. Kenapa dia tidak membela?

Sampai di sini, kita masih memahami dan maklum. Mungkin manusia bernama Prabowo ini tidak faham dan tidak kenal dengan Gus Staquf. Karena memang capres ini tidak paham dunia agama Islam. Walhasil, sekjen DPP Gerindra asal NU bernama

Nuruzzaman hengkang dari Gerindra karena Fadli Zon dianggap menghina Gus Yahya Cholil Staquf. Tapi katanya itu tidak seberapa dan masih bisa ditoleransi.

Tidak puas sampai Gus Staquf alias Yahya Cholil Staquf, Fadli Zon juga dicap sebagai tukang sindir Kyai Haji Ma’ruf Amin. Kita lihat juga ketika Kya Haji Ma’ruf Amin disindir Fadli Zon, Prabowo juga diam. Kenapa dia diam? Ya buat apa dia membela Ma’ruf Amin?

Menurutnya, justru itu nilai jual yang patut dibanggakan. Fadli Zon menyindir Kyai Haji Ma’ruf Amin. Kerjaan Fadli Zon ini memang menyindir ulama. Ia mengatakan Ma’ruf Amin tidak paham politik. Sampai keadaan ini, publik mulai jijik dengan Fadli Zon.

Ulama siapa lagi yang akan disindir? Makin lama, kedewasaan ulama yang disindir dan dikritik Fadli Zon ini semakin tinggi. Gus Staquf masih ada di bawah usia KH Ma’ruf Amin. Sehabis itu siapa lagi?

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180403134829-32-287880/fadli-zon-sindir-ketua-mui-maruf-amin-tak-paham-politik

Belum puas sampai sindir KH Ma’ruf Amin, ia menyindir panglima dari ulama, yang paling sepuh dan paling senior dan sudah tua itu. Fadli Zon menyindir KH Maimoen Zubair atau yang kita kenal dengan sebutan akrabnya, Mbah Moen. Fadli Zon sudah begitu kelewatan.

Saat ini, Prabowo sudah tidak bisa diam lagi. Dia sudah panas. Panas bukan karena kyai haji dihina. Seharusnya kalau alasan karena kyai dan ulama dihina, sejak dari Gus Yahya, Fadli Zon harusnya sudah dimarahi. Sekarang Prabowo merasa terancam. Kenapa?



Karena orang ini tahu bahwa Kyai Haji Maimoen Zubair ini adalah ulama sepuh yang sudah benar-benar memiliki santri dan para pengikutnya yang begitu banyak. Secara hitung-hitungan politik, Prabowo merasa dirugikan. Maka Fadli Zon langsung disuruh berhenti berbicara lagi melalui cuitan Twitter. Sekarang posisi sudah tidak bisa berbalik lagi.

Dulu mungkin saja masih ada pengikut KH Ma’ruf Amin dan KH Maimoen Zubair yang ada di kubu 02. Sekarang suara mereka tergerus. Bahkan timsesnya yang dari NU pun sekarang tidak ada suara lagi dan bingung mau membela seperti apa lagi, jika Fadli Zon yang dianggap penghina 3 ulama ini, masih ada di Gerindra. Susah sekali bagi mereka untuk kembali merebut suara kaum islam nusantara dan kaum tradisional.

Kita sadar bahwa selama ini, Indonesia mulai dibukakan matanya, dengan keberadaan kubu Jokowi. Jokowi lah yang menjadi panglima toleransi, panglima negara ini, dan pengayom ulama dan para petinggi agama. Jokowi benar-benar mempertontonkan kekuatan. Jokowi adalah Jokowi yang mengasihi dan hormat kepada ulama.

Jokowi orang yang menaruh perhatian kepada masjid, pondok pesantren, gereja, vihara, kelenteng dan berbagai tempat ibadah di Indonesia ini. Jokowi harus memimpin lagi. Jokowi tidak menghina ulama, apalagi tiga kali. Setelah Fadli Zon hina tiga orang, Abdul Somad pun juga mulai menyatakan sikapnya.

Jokowi harus terpilih lagi. Umat menangkan Jokowi. Jokowi teruskan perjuangan. Jokowi sekali lagi. Jangan sampai rai depan Indonesia hancur di tangan penghina ulama.

Begitulah satu-satu.

#JokowiLagi
#01IndonesiaMaju

No comments

Powered by Blogger.