Malu Banget! Pernyataan Prabowo Hari Ini Dibantah Habibie Sejak 19 Tahun yang Lalu!


Berita Terkini - Lagi-lagi Prabowo menunjukan kualitas dirinya yang amat kurang dalam hal pengetahuan juga wawasan berpikir.

Betapa tidak, bahkan pernyataan Prabowo hari ini yang dilontarkan dengan amat gagah sambil memaki-maki orang di hadapan yang katanya orang-orang cerdas alumni universitas, malah berbalik mempertontonkan kekurang cerdasan dirinya sendiri.

Dilansir dari detik (26/1/2019), Prabowo menyebutkan kriteria dirinya dalam memilih menteri yang akan duduk di kursi cabinet yang dibentuknya bila misalnya dirinya berhasil memenangkan pilpres, yaitu:

LEBIH BAIK TAK TERLALU PINTER TAPI HATI BERSIH

???????????

Pernyataan tersebut sebenarnya diucapkan oleh seorang calon presiden atau anak alay yang baru putus cinta lalu asal bikin kriteria calon pendamping yang baru kelak sih? Kenapa jadi kesannya asal goblek banget yang penting ada bodo amat urusan belakang?

Dan sialnya, pernyataan ‘berkualitas amat menyedihkan’ yang diucapkan Prabowo tersebut, bahkan telah dibantah oleh Mantan Presiden ke-3 Republik Indonesia Prof. Dr. Ing. B.J. Habibie: SEJAK lebih dari 19 TAHUN YANG LALU…!!!

Benar-benar sesuatu yang amat membuat malu seluruh rakyat Indonesia.

Sila baca ‘bantahan Mantan Presiden ke-3 Prof. Habibie terhadap Mantan Capres Abadi Prabowo’ berikut, demi lebih mengetahui perbedaan kualitas wawasan serta intelektualitas masing-masing.

prinsip dasar kredibilitas dan prediktabilitas seseorang atau masyarakat.

Prediktabilitas mungkin dalam bahasa Indonesia diartikan dapat diperhitungkan atau dapat ditentukan.

Misalnya unpredictable itu artinya tidak dapat diperhitungkan atau tidak dapat ditentukan atau tidak menentu.

Predictable atau menentu, diartikan bisa diperhitungkan. Kalau dia tidak

menentu, berarti dia tidak mungkin dapat diperhitungkan.

Orang bisa kredibel, tetapi tidak menentu. Misalnya, orang itu perilakunya baik, kualitas iman dan takwanya baik. Apa yang dia katakan benar. Apa yang dilaksanakan selalu baik dan jujur, sehingga dalam pergaulan menyenangkan, sopan dan pintar, pokoknya sangat kredibel.

Baca juga : Kejam!!! Sandiwara Uno Yang Terbongkar

Namun, dalam pekerjaan, orang itu tidak konsisten sesuai dengan harapan, prestasinya tidak konstan dan susah diramalkan, bahkan sering mengecewakan. Berarti yang bersangkutan dalam pelaksanaan pekerjaannya tidak menentu atau tidak prediktibel. Dia tidak mempunyai prediktabilitas.



Dapat dipahami jikalau dengan orang yang kredibel, tetapi tidak prediktibel, orang senang berkawan tetapi menghindarinya untuk bekerja sama.

Sedangkan, orang yang tidak kredibel tetapi mempunyai prediktabilitas, orang tidak mau berkawan, tetapi masih mungkin jika bekerja sama, bisa bekerja saling menguntungkan.

Yang paling baik adalah berkawan dan bekerja sama dengan orang yang kredibel dan prediktibel.

Pemimpin harus dapat mengambil keputusan dengan cepat dan tepat waktu. Ia harus dapat memanfaatkan dan melaksanakan momentum yang diberikan. Kalau kesempatan itu hilang, itu dapat diibaratkan dengan rangkaian kereta api yang telah lewat.

Memang, tiap orang memiliki sifat dan karakter sendiri - sendiri sehingga dapat selalu gagal atau selalu berhasil memanfaatkan momentum.

Menguasai teknologi, memiliki knowledge dan mengetahui knowhow adalah prasyarat minimum yang harus dipenuhi namun tidak mencukupi.

Selain prasyarat tersebut, orang harus berani mengambil risiko yang dapat diperhitungkan, mengambil keputusan cepat, jelas, dan tepat waktu secara profesional, dapat memanfaatkan kesempatan dan momentum yang diberikan. Akumulasi pengalaman dalam menyelesaikan masalah - masalah kompleks secara serentak, sangat menguntungkan.

Adakalanya, orang itu sama sekali tidak kredibel. Perilaku, penampilannya, atau latar belakang keluarganya pun tidak menunjang kredibilitasnya. Tetapi, kalau dia sudah mengatakan sesuatu, maka dia akan melaksanakannya. Janji yang telah dia buat, dilaksanakan sesuai dengan kontrak dan jadwal. Kualitas kerjanya pun tinggi, karena dia mempunyai mampu mengelola, mengendalikan dan mengimplementasi janji-janji yang telah dibuat.

Itu semua dapat terjadi karena dia ditempa oleh keadaan sehingga telah memiliki akumulasi pengalaman banyak. Karena itu, dia mampu mengerti dan memanfaatkan teknologi sesuai dengan kebutuhan. Semua yang dia katakan, dilaksanakan sesuai dengan jadwal walaupun dia tidak kredibel.

Dengan tipe pemimpin seperti ini, orang mau melakukan bisnis dengannya, sebab kalau dia menandatangani suatu perjanjian dia akan melaksanakannya.

Orang masih dapat melakukan perhitungan dengan jenis pemimpin tipe seperti ini. Kalau menguntungkan, orang membuat kesepakatan. Jikalau tidak, orang tidak mau. Orang masih mau melakukan negosiasi.

Pemimpin tersebut biasanya keras, susah, tetapi prediktibel. Dibandingkan dengan tipe pemimpin yang kredibel, tetapi setelah membuat perjanjian, tidak mampu melaksanakan kontraknya.

Tulisan Prof. Habibie tersebut merupakan petikan ringkas yang dikutip dari buku karya beliau yang berjudul “Detik-Detik yang Menentukan: Jalan Panjang Indonesia Menuju Demokrasi” yang dicetak tahun 2006 alias 13 tahun yang lalu serta dibuat lebih dari 6 tahun sebelumnya hingga telah berusia tak kurang dari 19 tahun lamanya.

Habis sudah Prabowo.

Bahkan intelektualitas, wawasan serta kemampuan kenegaraan yang dimiliki Prabowo tertinggal amat jauh hingga nyaris 20 tahun lamanya dibandingkan mantan Presiden Republik Indonesia yang sebelumnya.

Maka bagaimana mungkin Indonesia bisa menjadi jauh lebih maju serta penuh prestasi, bila kelak dipimpin oleh orang yang seperti ini?

Bila sudah seperti ini kenyataannya, Jokowi Sekali Lagi benar-benar menjadi sebuah keharusan sekaligus juga sebuah kebutuhan, karena rakyat tak ingin Negara Indonesia yang telah amat bagus di tangan Jokowi, menjadi hancur di tangan penggantinya, yang memiliki wawasan-intelektual-kepemimpinan yang amat jauh tertinggal lebih dari 19 tahun lamanya tersebut!

No comments

Powered by Blogger.