Katanya Anti Komunis, Kok Hashim Bilang Anak PKI Pun Diterima Prabowo?


Berita Terkini - Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) yang juga saudara kandung Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, menegaskan pihaknya serius memenangkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019. Ia mengungkapkan siap menerima dukungan dari semua masyarakat, bahkan termasuk dari keturunan PKI.

“Saya dan kami akan terima dukungan dari mana pun kecuali iblis, kecuali setan. Yang lain kami terima, Prabowo terima. Bahkan anak dan cucu PKI pun, cicit PKI kami akan terima dukungannya. Saya katakan itu, kita mau menang. Tapi yang jelas Pak Prabowo tak dibawa ke arah palu arit. Prabowo tetap Pancasila, tetap UUD 45, tetap NKRI, itu. Dan Prabowo juga jelasin demikian”

Ini ngakak lho saya jadinya, apaan deh kubu Prabowo-Sandiaga ini. Apa mungkin sudah buntu kali ya karena sampai Bulan Januari ini elketabilitasnya masih di angka 30 an persen. Belum lagi makin mendekati Pilpres masyarakat yang semual diam alias silent majority juga mulai banyak yang berani bersuara menyatakan dukunganya ke Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Senjata mereka dengan bolak-balik menyelenggarakan Reuni 212 juga nggak begitu mempan.

Logikanya sekarang begini, kalian itu menuduh Jokowi anak PKI. Suatu fitnah yang dulu digemakan oleh Obor Rakyat dan memang menjatuhkan elektabilitas Jokowi sebanyak 6-10 persen di 2014. Lima tahun berjalan sudah banyak orang yang tahu bahwa itu fitnah belaka, meski masih juga ada saja yang percaya. Tapi yang jelas tidak ada satu pun bukti yang mengarah kalau Jokowi benar anak PKI seperti yang mereka tuduhkan. Bagaimana mungkin Jokowi itu anak PKI sementara dia saja dulu pernah bekerja di salah satu BUMN, kuliah di Perguruan Tinggi Negeri, dan kalau dia benar anak PKI pastilah Prabowo dulu tidak mendukungnya maju jadi Gubernur DKI Jakarta. Sederhana saja.

Baca juga : SBY: Biasanya Pemimpin yang Banyak Janji Sulit Menepati

Kubu Prabowo-Sandiaga ini kan selalu menakut-nakuti masyarakat dengan isu PKI akan bangkit, banyak orang yang ingin komunis digaungkan lagi, dan sebagainya. Ketakutan yang sangat tidak beralasan sebab kenyataannya PKI itu sudah dibabat habis oleh Soeharto di era Orde Baru. Kalau mereka meyakini anak-anak PKI dan antek-anteknya masih mau menyebarkan komunisme sama saja mereka mengatakan Soeharto gagal memberantasnya di tahun 1965. Berani nih Prabowo mengecap mertuanya gagal?

Saya yakin kubu Prabowo-Sandi ini memang sudah sangat buntu luar biasa bagaimana caranya menaikkan elektabilitas. Sandi mau dijual bagaimanapun juga yang tertarik itu-itu saja. Banyak orang yang sekarang berani bersuara dan mematahkan argumentasi mereka. Belum lagi serentetan berita bohong yang mereka sebarkan termasuk soal operasi plastik Ratna Sarumpaet sampai selang cuci darah.Saya jujur heran kalau masih ada orang yang ngakunya intelek dan bernurani mendukung membabi buta pada mereka.


Anak PKI digandeng, FPI pun ada bersama mereka. Lha ini bakal jadi apa coba koalisinya? Sementara FPI itu juga hobinya koar-koar anti PKI. Mau sesama pendukung bacok-bacokan? Mau Hashim beralasan bukan mereka yang meminta melainkan FPI dan HTI yang menyatakan dukungannya sendiri bagi kita sih sama saja. HTI itu kan sudah dilarang, kita juga tahu kok Hizbut Tahrir itu di banyak negara dunia termasuk yang ada di jazirah Arab telah dilarang. Padahal itu negara yang penduduknya juga mayoritas Islam. Saudi saja melarang Hizbut Tahrir. Pertanyaannya, kok di sini malah dirangkul oleh Prabowo? Katanya militer, katanya cinta tanah air, katanya keutuhan dan kelangsungan NKRI nomer satu.... Kok kesannya malah bertolak belakang dengan membiarkan FPI dan HTI bersama mereka?

Terakhir ada lagi pernyataan yang lucu dari Hashim ini. Dia bilang :

"Kita mau menang, siapa pun yang dukung kita, kita terima kecuali setan, iblis"

Pak Hashim, aku kasih tahu ya. Setan sama Iblis mah memang nggak usah digandeng. Lha ngapain digandeng, mereka kan nggak punya hak pilih. Kalau mereka sampai bisa ikutan nyoblos 17 April nanti, yang lari itu satu TPS termasuk panitia dan saksinya. Takut semua lah warga masyarakat kalau pas nyoblos ada setan sama iblis ikutan...

#JokowiLagi


No comments

Powered by Blogger.