Foto dengan Belahan Dada Menyembul/Hanya Pakai BH, Mengapa Harus Dipersoalkan?


Berita Terkini - Hal ini menguatkan bukti bahwa foto-foto tersebut digunakan muncikari untuk menawarkan 'anak asuhnya' ke pelanggan atau peminat.

"Masing-masing muncikari punya, namun yang paling besar di sini adalah milik saudara Siska. Ada foto-foto dan ada video-video yang lainnya. Untuk foto ada beberapa kita ambil ada ribuan dan kini akan menanti akan diidentifikasi di dalam itu juga ada harga-harganya," lanjut Luki.

Sebagai bukti, Luki juga membawa contoh foto-foto syur artis yang ditemukan dalam handphone Siska. Foto-foto itu dicetak di kertas dan terlihat para artis berpose dengan mengenakan pakaian minim.

4 buah foto yang diprint pada satu lembar kertas yang dipegang oleh Kadiv Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera benar-benar membuat saya terkaget-kaget. Mengapa 4 gambar itu sampai di-print dan dipersoalkan lalu diekspos ke media, karena 4 gambar yang sudah di-print pada selembar kertas itu sering kita temui di jalanan dan di pantai.

Gambar kedua dan keempat menunjukkan ada gambar cewek yang menggenakan pakaian yang terlihat belahan dadanya yang menyembul, salahnya di mana kalau cewek berpose atau berfoto dengan terlihat belahan dada yang sedikit menyembul, apakah berpose dengan terlihat belahan dada adalah pidana dan menjadi masuk Pasal 27 ayat 1 UU ITE lantaran gambar itu dikirim ke muncikari karena ditemukan di dalam galery handphone muncikari?

Baca Juga : Tak Sadar Ahok ‘Menantang’ Anies

Kalau itu dipersoalkan, pertanyaan hukum nya bagaimana dengan cewek-cewek yang biasa kita temui di jalan yang memakai baju dengan belahan dada yang terlihat mengintip atau menyembul itu, apa itu masuk pasal 281 KUHPidana? Bagaimana pula dengan para pramugari-pramugari maskapai penerbangan VietJet Air yang akan mulai beroperasi di Indonesia mulai Maret 2019 mendatang?, semua pramugari nya memakai bikini saat di atas pesawat, saat memberikan snack dia agak menuduk , bisa dibayangkan waktu pramugari memberikan minuman atau susu kepada penumpang VietJet Air dengan keadaan berbikini seperti di pantai, apakah masuk 281 KUHPidana juga ini kalau empat foto ingin itu dipersoalkan?

Sehingga kalau cewek dalam empat gambar itu ditersangkakan hanya karena mengirim foto dengan memakai baju dengan belahan dada yang menyembul yang mana foto itu dikirim melalui perangkat elektronik jadi masalah, berarti semua cewek di jalanan yang suka memakai baju dengn belahan dada mengintip pun bisa kena tindak, karena Pasal 27 ayat 1 UU ITE itu tak bisa dilepaskan dari Pasal 281 KUHPidana. Pasal 281 KUHPidana adalah induk dari Pasal 27 ayat 1 UU ITE.

Jadi pertanyaan hukumnya kalau polisi sampai mentersangkakan cewek-cewek yang ada dalam empat foto itu dengan menggunakan UU ITE, bagaimana nasib cewek-cewek yang suka memakai baju dengan belahan dada yang mengintip yang biasa kita jumpai di jalan?, apa mereka semua juga akan ditindak dengan Pasal 281 KUHPidana, bagaimana persiapan Polri dengan pramugari maskapai VietJet Air yang nanti semuanya berbikini? Tidak main-main berbikini seperti di pantai. Polri jangan mengurusi yang beginian, sudahlah.

Kemudian, kalau begitu pertanyaan hukum nya bagaimana dengan cewek-cewek yang berbikini di pantai misalnya dia mengirim ke Instagram Story atau meng-upload fotonya yang sedang berbikini di pantai ke akun pribadi Instagram-nya?, apakah itu pidana juga masuk 27 ayat 1 UU ITE, karena mengirim ke Instagram? Karena kalau sudah berbikini sudah pasti lebih parah dari pada sekedar berpose dengan pakaian yang hanya memperlihatkan sedikit belahan dada yang mengintip. Gawat bagi cewek-cewek yang suka berpose dengan belahan dada terlihat dan di-upload di Instagram kalau berpose dengan belahan dada yang mengintip kini jadi masalah bagi Polda Jawa Timur.



Sedangkan gambar ketiga, ada gambar cewek sedang duduk dan melipatkan kaki, bagian bawahnya sama sekali tidak terlihat, yang terlihat ceweknya hanya menggunakan BH saja yang nampak jelas juga terlihat belahan buah dada nya, terus dimana pidananya kalau hanya menggunakan BH dan terlihat belahan buah dada, kan itu tidak ada bedanya dengan cewek-cewek yang sedang memakai bikini yang berenang dan berjemur di pantai, hanya pakai BH dan CD saja, apa melanggar Pasal 27 UU ITE karena dikirim ke muncikari?

Lalu kalau begitu, jadi apa bedanya cewek yang berpose dengan hanya menggunakan BH saja yang terlihat belahan buah dadanya dalam gambar ketiga itu dengan cewek-cewek yang biasa meng-upload foto dirinya yang hanya ber-BH dengan terlihat belahan buah dada yang di-upload di akun Instagram-nya, apa mereka semua yang berpose dengan hanya ber-BH yang terlihat belahan dada yang di-upload di Instagram bisa dipidana masuk pasal 27 ayat 1 UU ITE, karena dikirim ke Instagram? Sekali lagi induk pasal 27 ayat 1 UU ITE adalah Pasal 281 KUHPidana.

Kemudian untuk gambar pertama, hanya terlihat paha mulusnya , paha sebelah kanan dan kiri, lebih parah dari pada yang menggunakan bikini yang biasa di-upload di Instagram. Jadi saya benar-benar tidak mengerti lagi mengapa Polda Jawa Timur sampai mengekspos 4 gambar cewek yang hanya pakai BH, hanya kelihatan belahan dadanya, dan hanya terlihat paha mulus putih sebelah kanan dan kiri, kalau ini dipersoalkan, pertanyaan nya adalah apakah semua cewek-cewek yang biasa berbikini di pantai-pantai semuanya bisa dipidana menggunakan 281 KUHPidana khususnya kejahatan kesusilaan? Kan ke pantai mau berenang, mau basah-basahan, masa mau berenang basah-basahan dan berjemur di pantai cewek-cewek disuruh pakai pakaian kantor atau gaun layaknya pergi ke pesta kawin atau ulang tahun?

Karena sesungguhnya Pasal 27 ayat 1 UU ITE, itu baru bisa dipidana kalau yang dikirim bukan foto kita sendiri tapi foto orang lain. Unsur ‘’tanpa hak’’ dalam UU ITE itu baru kita dipidana kalau kita melakukan kejahatan yang menyangkut diri orang lain, misal mencemarkan nama baik orang lain, memfitnah orang lain , mengirim foto telanjang orang lain melalui perangkat elektronik, karena tidak mungkin unsur ‘’tanpa hak’’ menyangkut perbuatan yang kita lakukan terhadap diri kita sendiri karena tidak mungkin kita mencemarkan diri kita sendiri, bagaimana caranya kita mencemarkan diri kita sendiri atau memfitnah diri sendiri, tentu itu tidak logis. Tidak mungkin pula kita memasukan foto kita lagi berjudi ke media sosial, karena sudah pasti ditangkap karena judi adalah pidana sesuai Pasal 303 atau 303 BIS KUHPidana, tidak mungkin pula kita memindahkan data kita yang ada di satu diplashdisk ke plashdisk lainnya yang juga milik kita menjadi salah.

Lah cewek berfoto dengan menggunakan baju dengan belahan dada mengintip, atau foto dengan BH saja, di mana aturan yang melarang mengirim foto sendiri yang seperti itu? Karena Pasal 27 ayat 1 UU ITE itu menyangkut kalau mengirim foto orang telanjang lain misalnya, itu yang dilarang maka nya unsurnya ''tanpa hak''. Bahkan kalau dikaitkan dengan UU Pornografi, yang dilarang adalah menampilkan ketelanjangan atau mengesankan ketelanjangan, kalau masih pakai BH atau hanya terlihat belahan dada tapi masih pakai baju, itu belum telanjang kalau telanjang sudah tidak ada sehelai benang lagi di tubuh cewek -cewek itu. Kalau masih pakai BH atau pakai baju lengkap tapi belahan dada yang hanya menyembul, bukan mengesankan ketelanjangan. Mengesankan ketelanjangan terjadi kalau memakai baju putih yang sangat transparan di dalamnya terlihat jelas tanpa BH dan CD. Jadi dengan begitu , berangkat dari unsur ‘’tanpa hak’’ dalam UU ITE pasal 27 ayat 1, logikanya pengiriman foto seperti 4 foto itu menurut UU ITE bukan pidana, karena hak orang yang ada dalam foto itu kalau mau mengirim fotonya sendiri ke orang lain.

Sumber : https://seword.com/umum/foto-dengan-belahan-dada-menyembulfoto-hanya-pakai-bh-mengapa-harus-dipersoalkan-A9eDHNh-0

No comments

Powered by Blogger.