Header Ads

GEBUK SAJA PAK! Video Terbuka Untuk Pak Jokowi Dari Seorang Ustadz Muda Saat Banjir Fitnah Di Mana-mana


Berita Terkini - Setelah mengendarai motor trail, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menarik perhatian. Bukan karena kendaraan atau pakaian yang ia kenakan, kali ini karena kata-kata tentang Partai Komunis Indonesia (PKI) disampaikan langsung oleh Jokowi.

Terhitung dalam waktu dekat, Jokowi menyinggung PKI sebanyak dua kali. Pertama, saat bertemu pemimpin redaksi media nasional di Istana Merdeka, Jakarta pusat, Rabu (17/5) lalu. Kedua, saat berkunjung ke Tanjung Datuk, Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau, Jumat (19/5) lalu.

"Kalau PKI muncul, gebuk saja," ujar mantan gubernur DKI itu, Rabu (17/5) lalu.

Dalam kesempatan lain, Presiden Joko Widodo mengaku jengkel merebaknya isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia (PKI). Bukan hanya itu, isu PKI juga ditujukan kepada dirinya dan keluarga.


 "Kalau memang PKI muncul lagi ya ditindak saja. Kan Ketetapan (Tap) MPR mengenai larangan PKI dan ajaran komunis masih berlaku," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam dialog dengan sejumlah pimpinan media massa di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (17/5/2017) siang.

Jokowi mengungkapkan pada saat PKI dibubarkan pada 1966, dirinya masih berusia 4 tahun.

"Masa anak usia 4 tahun sudah menjadi anggota PKI," ujarnya dengan nada tinggi.

Isu itu kemudian diarahkan kepada kedua orangtuanya.

"Setelah diteliti kan ternyata ayah dan ibu saya tidak ada kaitan dengan PKI. Lalu muncul isu saya ini bukan anak kandung dari ibu saya. Ini kan lucu," ujar Jokowi yang saat itu didampingi Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Menurutnya, isu yang menyebut dirinya bukan anak kandung dari Ny Sujiatmi Notomihardjo sangat tidak berdasar.

"Lha kan jelas saya lahir di rumah sakit mana. Kampung saya di mana. Semuanya jelas kok," tambahnya.

Dalam kesempatan itu Jokowi menegaskan pemerintah tidak membatasi kebebasan warga dalam berkumpul dan menyatakan pendapat.

"Kita ini negara demokrasi sekaligus negara hukum. Silakan melakukan demonstrasi untuk mengungkapkan kebebasan menyatakan pendapat, tapi manakala keluar dari koridur hukum dan konstitusi, ya pasti kita gebuk (pukul)," ujarnya.

Ketika disinggung mengapa lebih senang menggunakan istilah gebuk bukan jewer misalnya, sambil tersenyum Jokowi menyatakan istilah itu paling tepat.

"Kalau menggunakan istilah dijewer nanti dikira Presiden tidak tegas," katanya.

"Ya, kita gebuk, kita tendang. Sudah jelas itu. Jangan ditanya-tanyakan lagi, payung hukumnya sudah jelas," kata Jokowi, Jumat (19/5).

Menyambut seorang Ustadz yang dikenal dengan nama Ustadz Abu Janda alias Permadi Arya mendukung pernyataan langkah tegas Presiden Jokowi itu. Dalam sebuah video yang disebarkannya, Ustadz Abu Janda memberikan apresiasi yang sebesarnya untuk presiden yang telah mengajak masyarakat bersatu dan menghindari fitnah.

Berikut selengkapnya pernyataan ustadz Abu Janda pada presiden Jokowi:


GEBUK SAJA PAK! 
video terbuka untuk pak Jokowi

Pak Jokowi.. nama saya Permadi Arya, pegiat media sosial anti Radikalisme.

Saya ingin berikan apresiasi sebesar-besarnya untuk pak Jokowi atas ajakan Bapak agar rakyat bersatu tidak saling fitnah..

Tanpa mengurangi rasa hormat pak.. Masalahnya hater pembenci Bapak tidak akan mendengar anjuran Bapak.. kami yg dukung pemerintah pasti manut. tapi warung sebelah masih fitnah fitnah Bapak

Harus ditindak tegas pak.. insya Allah saya yakin saya mewakili mayoritas rakyat Indonesia yg mencintai Bapak dan sudah muak dengan HOAX

Bisa hilang wibawa pemerintah diserang serbuan Hoax pak.. jadi TANGKAP SAJA! terutama tangkap yg fitnah Bapak PKI fitnah pemerintah rezim PKI

Fitnah keji yg dikarang oleh Pembenci, disebar oleh orang Bodoh, dipercaya oleh orang Dungu.. begitu kira2 pepatah wong Londonya pak

Jadi nuwunsewu pak Jokowi.. maaf bila ada salah salah kata. tapi selama pemerintah tidak tegas tangkap penebar HOAX PKI yg mengujar kebencian thd pemerintah.. rasanya kedamaian sulit tercapai pak

Hormat saya,
Permadi Arya

Apel Akbar Banser, Lirboyo, Kediri

monggo share spy sampai ke pak Jokowi

#SayNoToRadicalism

#SayNoToTerrorism

Sumber: CNNindonesia/Tribunnews/FB Permadi

No comments

Powered by Blogger.