Header Ads

Agen Poker Online INDONESIA Terbongkar, Gak Nyangka Banget ,Inilah Identitas Ormas yang Ancam Teman Ahok


Berita Terkini ~ Ormas yang mengancam Teman Ahok ternyata berada di bawah naungan partai politik (Parpol).

Sayangnya, pendiri Teman Ahok Singgih Widiastono tak merinci Parpol yang melakukan pengancaman itu.

"Tadi pagi tepat pukul 9 saya ditanya oleh seorang koordinator posko kami, kami rahasiakan namanya. Datang tergopoh-gopoh kesini, beliau cerita bahwa beliau menerima ancaman dari sebuah ormas, ormas yang turut basicly mereka berjalan ketika ada Jokowi Ahok ada, juga yang diresmikan oleh Jokowi, ormas ini juga ada di bawah naungan partai politik," jelas Singgih dalam jumpa pers di Pejaten, Pasarminggu, Jaksel, Rabu (22/6/2016).

Menurut Singgih, tak hanya itu saja, dua hari yang lalu ada yang menelepon beberapa Teman Ahok dan melakukan pengancaman.

"Mereka diminta menyebutkan berapa anggaran yang mereka diterima dari teman Ahok," jelas dia.

"Kami sangat menyayangkan sekali sikap Ormas ini," tutur dia lagi.

Foto Simpatisan PDIP yang Berhianat ke Teman Ahok Beredar di Dunia Maya

Satu dari lima orang yang ikut konfrensi Pers di Kafe Dua Nyonya, Cikini yang berpakaian kaos PDIP kini potonya ramai di dunia maya seperti Facebook dan Twitter.

“Mantan Teman Ahok itu simpatisan PDIP, wajar jika dia berhianat ke Teman Ahok, karena selama ini PDIP selalu menyudutkan Teman Ahok, ujar Akun Ruben.

Kelima orang yang telah berkhianat ke Teman Ahok karena ada Ormas dibelakangnya mereka adalah Paulus Romindo, Richard Sukarno, Khusnul Nurul, Dodi Hendaryadi dan Dela Novianti.

Menanggapi aksi 5 orang itu, bagi pendiri Teman Ahok, mereka masuk dalam daftar barisan sakit hati.

Pendiri Teman Ahok Singgih Widiyastono mengatakan pernyataan Paulus sangat tidak bisa dipercaya. “Kami kaget, tetapi jadi bahan candaan kami,” kata Singgih saat konferensi pers di Sekretariat Teman Ahok, Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (22/6/2016).

Singgih mengakui mereka sempat masuk Teman Ahok, namun hanya untuk mencari uang. Namun, keinginan mereka memperkaya diri tidak terwujud. “Anggaran di Teman Ahok tidak bisa buat memperkaya diri,” ujar Singgih.

Singgih menduga ada kelompok yang menyetir lima orang itu. Singgih semakin yakin karena mereka bisa mengumpulkan media massa di sebuah kafe di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

“Tadi pagi pukul 09.00 WIB, saya didatangi oleh salah seorang koordinator posko (korpos) kami. Beliau datang tergopo-gopo. Beliau cerita bahwa beliau diancam salah satu ormas,” kata Singgih.

Korpos tersebut dipaksa memberikan keterangan palsu pada acara konferensi pers. Singgih mengatakan, korpos itu menolak permintaan ormas dan kabur dari acara konferensi pers.

Terkait tudingan relawan Teman Ahok digaji Rp2,5 juta per bulan, Singgih menjelaskan, duit yang diberikan relawan atau penanggung jawab posko untuk operasional. Jumlahnya pun tidak sampai Rp2,5 juta.

“Duit itu bukan gaji atau bonus, lebih kepada operasional. Tidak mungkin selamanya kita membayar kerja relawan dengan ucapan terima kasih. Relawan dimanapun ada operasional,” jelas dia.

Sementara duit operasional untuk koordinator posko tidak mencapai Rp5 hingga Rp10 juta seperti tudingan kelima eks Teman Ahok. Dia bilang, tidak semua korpos mendapat honor. Korpos kebanyakan meminta biaya operasional untuk rapat dengan penanggung jawab posko.

Singgih juga membantah ada biaya pengadaan seragam, printer, laptop, distribusi koran, cetak koran, ponsel dan spanduk posko mencapai Rp12,5 miliar. “Semuanya tidak benar, mereka mengarang bebas. Posko aktif saat ini tidak mencapai 153,” ujar Singgih.

Sumber: detik.com & harianwartanasional.com

No comments

Powered by Blogger.