Header Ads

Ini Reaksi Ahok Usai Dapat Ancaman Pengurus RT RW Akan Boikot Pilkada DKI 2017


Berita Terkini ~ Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama merasa bingung ada pengurus RT/RW yang menolak laporan melalui Qlue. Menurut Ahok, sapaan Basuki, hal itu sama dengan pengurus RT/RW tidak peduli terhadap lingkungan setempat.

"Jadi, saya juga bingung, kamu mau jadi ketua RT/RW ngapain sih? Kan mengurusi masyarakat warga. Lalu, Anda masih mau ngotot, enggak mau bantu? Ya sudah, enggak usah jadi RT/RW," kata Basuki di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (26/5/2016).

Ahok pun tak mempermasalahkan jika banyak ketua RT/RW yang mengundurkan diri. Sebab, menurut dia, pengurus RT/RW yang tidak berkinerja dengan baik tidak pantas digaji dengan APBD.

Selain itu, lanjut dia, banyak oknum pengurus RT/RW yang kerap menyewakan lapak pedagang kaki lima (PKL).

 Nonton Streaming

"Saya belum cek nih pengurus RT/RW yang ngoceh-ngoceh nih. Itu banyak enggak penjualan kios atau lapak PKL yang dia pungut? Sudahlah, kalau mau ribut, jangan cari gue, salah sasaran lo," kata Basuki.

Sebelumnya, puluhan pengurus RT dan RW mengancam akan mundur jika tetap dipaksa untuk membuat laporan via Qlue setiap hari. Mereka mengadu kepada Komisi A DPRD DKI Jakarta dan mengancam akan memboikot Pilkada DKI Jakarta 2017.

Tiap aduan Qlue dihargai Rp 10.000. Qlue merupakan aplikasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai wadah penampung semua kepentingan warga.

Warga dapat mengadukan semua kejadian, seperti macet, jalan rusak, banjir, penumpukan sampah, hingga pelayanan yang tak maksimal di DKI dan rumah sakit lewat tulisan ataupun foto

Sumber: kompas.com

No comments

Powered by Blogger.